twenty six

507 51 0
                                        

"Pulang saja jika ada pekerjaan di kantor, itu sangat merepotkan" ucap Taehyung datar.

Sudah terhitung tiga hari Jeongguk tidak pulang, dan semua pekerjaan ia bawa ke rumah sakit. Taehyung diam diam menggeleng kepalanya apa sebenarnya yang ada dipikiran Jeongguk saat ini. Apa ia menganggap rumah sakit ini adalah rumahnya.

(Gak Tae, Jeongguk gitu karna ada kalian. Kalian rumahnya🥹)

Kondisi Jeihan sudah mulai membaik, dan dokter menyarankan untuk dirawat satu hari lagi. Ditempat tidur Taehyung dan baby mungil bercanda ria sampai tawa Taehyung terdengar ditelinga Jeongguk. Jeihan beranjak ke tempat tidur tempat mommy dan adiknya bermain. Sedikit kesulitan tapi langsung dibantu oleh Jeongguk.

"Mommy, aku mau ikut" ucap Jeihan sedikit ada kecemburuan.

"Tidak, mommy dan adik mungil tidak mau bermain dengan Hyung" canda Taehyung.

Mata Jeihan mulai berkaca-kaca, ia ingin menangis dan Jeongguk menertawakan putranya itu. Sambil menahan air mata Jeihan menatap Jeongguk meminta pertolongan. Jeongguk merentangkan kedua tangannya, membawa Jeihan ke pelukannya.

"Mommy, tidak sayang aku lagi Daddy" Jeihan mengadu sambil terisak-isak. Di pelukan Jeongguk Jeihan benar benar sangat manja. Jeongguk berhenti berkerja dan mengalihkan semuanya ke sekretarisnya. Jeongguk pun sama ia mengganggu putranya itu.

"Benar! Sepertinya mommy benar benar tidak menyayangi mu lagi" setuju Jeongguk.

Jeihan yang mendengar itu ingin beranjak pergi dari Jeongguk namun ia menahannya, ia tertawa dan putranya saat ini benar benar lucu dan menggemaskan. Puppy eyes putranya mirip dengan Taehyung.

"Tapi.. ada tapinya" lanjut Jeongguk. Jeihan yang masih terisak mendengar ucapan ayah nya lagi.

"Jika mommy tidak menyayangi Jeihan biar Daddy saja" ungkap Jeongguk sambil mengusap air mata dan kepala putranya. Jeihan tersentuh ia semakin memegang erat tubuh Jeongguk.

"Daddy, ayo pulang ke rumah" ucap Jeihan.

Taehyung yang bermain dengan putra kecilnya terdiam membisu, kata kata Taehyung tercekat saat Jeihan mengatakan hal tersebut. Jeongguk langsung mengalihkan pembicaraan.

"Mommy hanya bercanda sayang, tentu saja rasa sayang mommy lebih besar daripada Daddy untuk Jeihan" bela Jeongguk sambil mengelus rambut putranya.

"Jika sudah sembuh Daddy akan mengajak Jeihan jalan-jalan dan kita akan ke taman bermain bersama. Bagaimana Jeihan mau?" Ucap Jeongguk.

"Mau Daddy, mau..." Setuju Jeihan.

Dari dalam terdengar suara ketukan pintu dan salah satu perawat rumah sakit masuk keruangan. Setiap beberapa jam sekali perawat akan memeriksa keadaan pasien nya.

"Permisi" ucap salah satu perawat.

"Mohon maaf, atas ketidaknyamanan tuan dan nyonya saya mengganggu waktunya sebentar" lanjutnya.

"Tidak apa-apa suster" ucap Taehyung.

Perawat itu pun masuk dan memeriksa keadaan Jeihan. Tak lupa Ia menyuntikkan cairan obat kedalam infus dan mencatat riwayat perkembangannya. Setelah selesai ia pun pergi.








Siang harinya Taehyung sudah mulai menyiapkan kepulangan mereka. Terlihat disini Jeongguk merasa sedih ia masih ingin berkumpul bersama. Alasan utama ia tidak pulang pulang adalah ingin bersama anak dan istrinya. Saat Jeihan dan bayi kecil tidur Jeongguk mendekati Taehyung.

"Baby" panggil Jeongguk namun Taehyung mengabaikan nya.

"Baby.." panggil Jeongguk lagi.

"Tae?"

"Ya??" Jawab Taehyung menatap Jeongguk.

"Ada yang ingin ku sampaikan"

"Katakan saja Jeongguk" ucap Taehyung.

"Besok anak anak sudah diperbolehkan pulang, bisakah sehari lagi aku bersamanya?" Ucap Jeongguk namun Taehyung tak mengerti maksud ucapan Jeongguk.

"Aku masih ingin bersama anak-anak, bolehkah aku ikut pulang bersama kalian?" Lanjutnya.

Taehyung tak memberikan respon apapun, ia diam dan menatap kembali wajah mantan suaminya itu. Lama berpikir ia pun angkat bicara.

"Terserah mu saja. Besok eomma dan appa akan menjemput kami, untuk sementara anak-anak dan aku akan pulang ke rumah utama" jelas Taehyung.

Rumah utama yang dimaksudkan Taehyung adalah kediaman orang tuanya. Taehyung berencana untuk tinggal untuk waktu yang lama disana. Kebetulan diarea sekitar rumah ada kontruksi bangunan, perbesaran wilayah industri baru.

Taehyung kembali melanjutkan kesibukan nya, tak ingin berbicara terlalu banyak dengan Jeongguk. Hanya itu yang bisa ia katakan.

Keesokan harinya Taehyung menerima telepon dari orang tuanya. Mengatakan mereka tidak bisa menjemput mereka saat ini. Jeihan dan Jeongguk yang menunggu menatap Taehyung.

"Ada apa mommy?" Tanya Jeihan.

"Tidak apa-apa sayang, sepertinya Kakek dan nenek tidak bisa menjemput kita hari ini. Kita pulang saja kerumah nee" jelas Taehyung.

Taehyung kembali menelpon sopir pribadinya memintanya untuk datang menjemput mereka. Jeongguk langsung mengambil handphone nya.

"Pakai mobil ku saja baby" ucap Jeongguk.

Mau tidak mau Taehyung pun pulang bersama Jeongguk dan anak-anak. setelah persiapan selesai mereka pun berangkat.

{END} UNCLE JEON || K.VTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang