ARGALA NAVENDRA
" Jangan dipendam sendiri ya? "
Nanti sakit.
~ Argala ~
Demamnya tak kunjung turun padahal matahari sudah menunjukkan atensinya. Sedangkan laki-laki yang sedari semalam merawatnya kembali dilanda panik ketika Argala bangun dan mengeluarkan limbah perutnya. Tidak bukan di kamar mandi tapi tepat di baju yang ia kenakan.
“Apaah masih mau keluar lagi?” tanyanya yang di jawab dengan gelengan pelan.
“Tunggu sebentar hemmm….”
Ia masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tak lama ia keluar tanpa memakai baju dengan tangan yang membawa nampan berisi air hangat untuk menyeka tubuh berkeringat Argala.
“Mandi dulu baby, kau berkeringat banyak”
Tangannya mulai melepas baju yang Argala kenakan, menyeka dengan perlahan seperti memandikan bayi, ia takut melukai tubuh ringkih itu.
“Badanmu kecil sekali baby, aku takut kamu terbawa angin jika terjadi badai” ucapnya meledek Argala
“tunggu sebentar, aku akan memangil dokter”
Ia mulai mencari nomor yang akan ia hubugi, menunggu hinga pangilannya terjawab.
“Datang ke mansion utama! Bayiku sakit”
Tuttt…
Pangilan ia putuskan begitu saja tanpa menunggu jawaban sang empu. Ia kembali mendudukkan diri di samping Argala yang kembali mengigil hebat, ia memeluknya tapi ia merasaka badan Argala bergetar hebat KEJANG! ARGALA KEJANGG!!
“SHI*T!”
Dengan cepat ia kembali menghubungi nomor tadi,beruntungnya pangilannya di angkat dengan cepat
“ARGALA KEJANG BANGS*TTT!!!”
Panik dia sangat panik saat ini mansion dalam keadaan kosong seluruh maid ia liburkan kemarin karna ingin menghabiskan waktu bersama adik kecilnya setelah sekian lama ia tidak pulang dari London, tapi ternyata ia dibuat panik setengah mati kala adik kecilnya demam tinggi.
🍭🍭🍭
"Dia gapapa, kejang karna demamnya terlalu tinggi, dan sepertinya ada cedera otak pasca trauma, bukankah katamu ia amnesia itu juga salah satu faktor utamanya."
"Gua juga udah kasih obat anti epilepsi, jadi seharusnya aman, cukup minum obat yang gua kasih." Jelasnya
"Ada lagi yang perlu gua tau?" Tanyanya, ia harus berjaga-jaga bukan ketika bayinya kembali mengalami hal itu.
"Ohh... Jika terjadi lagi baringkan dan sanggah kepalanya dengan bantal, jauhkan dari barang-barang yang berbahaya atau tajam, jangan biarkan ia berendan di kolam renang sendirian tanpa pengawasan, mungkin itu saja,"
"Ohh, jangan lupa pangil gua!."
"Bayaran lu gua transfer."
"Nggak usah, kayak sama siapa aja lu!" Balasnya dengan tangan menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.
"Porpoche keluaran terbaru."
"Deal!." Ucapnya penuh semangat, sahabatnya ini royal sekali yaa... Wkwk
🍭🍭🍭
Ruang keluarga kembali ramai, seluruh penghuninya telah kembali setelah mendapat kabar Argala sakit. Bahkan kepala keluarga itu juga pulang secepat mungkin meninggalkan rapat dengan salah satu investornya. Uang bisa dicari lagi tapi ia tidak mau kejadian kecelakaan Argala terulang kembali tanpa sepengetahuannya.
Seperti anjuran sahabatnya kini seluruh Mansion sibuk merenovasi sudut yang terlihat tajam, demi menjaga bayi mereka tetap aman. Bahkan lantai kamar Argala sudah dilapisi dengan matras bayi.
Mereka juga sudah mengetahui penyebab luka di sudut bibir Argala, dan juga kepergian Argala ke salah satu danau yang cukup jauh itu.
"Urusan dengan mereka biar aku saja dad!."
"Baiklah, jika butuh bantuan telepon daddy!"
Mendapat lampu hijau dari sang daddy ia langsung bangkit, dia akan membalas mereka. Berani sekali mereka menganggu bahkan melukai Argala. Baiklah sepertinya ia harus menjelaskan kepada mereka untuk tidak melewati batas kesabaran keluarga NAVENDRA.
21.25
24-03-2025
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGALA NAVENDRA
Fantasía"Gua masih hidup? " "Kok ga sakit badan gue? " "Gue dimane dah?" "Siapa yang bawa gua kesini? " alisnya menyatu saat menyadari suatu hal. "Siapa yang bayar cok!!" Tanyanya pada diri sendiri saat otaknya mulai bekerja kembali tanpa menyadari hal ter...
