ARGALA NAVENDRA
Masalah membuat kita semakin Dewasa,
oleh karena itu sering-seringlah Bermasalah.
~ Argala ~
"Gal lu nggak inget siapa mereka? "
"Gini deh, lu ada liat ciri khas mereka? " Lanjutnya
Yang diberikan pertanyaan hanya mendengarkannya sembari menghisap rokok yang ada di mulutnya.
"Jaket" Sahutnya yang membuat ketiga orang itu menatapnya datar.
"Pinn! Panggil penerjemah sono... Bos lu kek orang gagu! " Geram Bara dengan jawaban setengah-setengah itu.
Sedangkan yang di sindir hanya mengangkat sebelah alisnya sembari membatin 'sialan emang si batu bara'
"Huhh" Belahan nafas Gala terdengar sebelum ia melanjutkan perkataannya.
"Black Hell"
"HAH!! " Sentak mereka. 'Bagaimana mereka bisa bangkit lagi?' itulah pertanyaan mereka sekarang.
Mendengar suara kaget mereka Argala bisa menyimpulkan mereka bukanlah musuh yang mudah di hadapi, tapi siapa sebenarnya mereka.
Semuanya terdiam tanpa ada yang membuka suara membuat Argala semakin yakin ada yang mereka takuti. Sepertinya memang dia harus bertindak sendiri terlebih dahulu. Sedangkan disisi lain seseorang sedang memorak-porandakan markas Black Hell
BUGG…BUGG
AKHHH…!
BRAKKK….
“katakan pada bos lo, jangan usik DIA!” ucapnya sembari menarik kerah baju lawannya lalu ia hempaskan begitu saja. Meninggalkan lawannya dengan keadaan cukup parah
“AKHHH”
“Bangs*t” tangannya mengepal menyalurkan emosi yang tertahan bersamaan rasa sakit yang mendera di ulu hatinya setelah mendapatkan tendangan maut dari lawannya tadi.
•
•
•
BRAKKKK
“ANJINGGG!”
“ Lu kalo kaga buat orang jantungan sehari aja kejang luu! ”
“ Inpoo nih inpoo! Sekate-kate lu Barr” sungutnya khas dengan bibir maju 5cm itu, yang hanya di balas tatapan malas oleh ke-tiga orang di depannya saat ini.
“ EHHH… Di depan pada tawuran!” ucapnya lagi
“TRUSS..?” Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Gala
“Mereka bawa ZARA!” mendengar itu Argala hanya mengerutkan keningnya, tanpa ada niatan menjawab sedikitpun ‘apa urusannya?’
Melihat respon Argala yang terkesan biasa saja membuat David turut mengerutkan keningnya, sampai ia tersadar, Argala mungkin melupakan sosok ZARA.
“ Saran gua ayo Gall, dari pada lu nyesel sendiri.” ucapnya sembari berlalu dari kelas.
Di depan gerbang terpampang puluhan murid yang berbeda seragam dengan mereka, dengan salah satu di antara mereka menyandra seorang siswi dari sekolahnya, hanya itu yang ia tahu.
Walaupun tatapan gadis di depannya itu cukup menampakkan rasa penuh harap. Mengenai ucapan David ia hanya menganggapnya angin lalu saja.
“Wihh….si boss ARGALA udah bangkit ternyata” ucapnya dengan smirk yang membuat Argala merasa aneh dengan tingkah orang di depannya ini.
“Jadi lo yang sabotase motor Gala? Sialan lu!”
Mendengar pernyataan dari Kepin, Gala hanya mampu terheran. Ia sudah mengetahui jika ia koma karna jatuh dari motor, tapi ia belum tahu jika motornya di sabotase.
“Sialann!!” umpat Argala, ternyata gara-gara dia ia nyasar di tubuh ini!
Argala mulai berjalan mendekati mereka tanpa berfikir panjang. Ia rasa kepalanya sudah mulai mengeluarkan asap saking emosinya. Hingga lawannya kembali bersuara.
“ZARAAA! Gue rasa dia perlu mendapatkan hadiah dari pertemuan ini” Ia mengeluarkan cutter dan menggores leher mulus itu dengan mudahnya, hanya menggores cukup untuk membuat rasa sakit bagi Zara.
“Akhhh!” rintih gadis itu
BRAKKK
Ia mendorong begitu saja gadis itu setelah puas membuatnya merintih lagi pula ia hanya umpan agar Argala keluar.
“Apa mau lo?”
“LU! MATI!”
“Anjayyy, yakin lu mampu?” remeh Gala dengan smirk tampannya.
01.09
17-02-2025
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGALA NAVENDRA
Fantasia"Gua masih hidup? " "Kok ga sakit badan gue? " "Gue dimane dah?" "Siapa yang bawa gua kesini? " alisnya menyatu saat menyadari suatu hal. "Siapa yang bayar cok!!" Tanyanya pada diri sendiri saat otaknya mulai bekerja kembali tanpa menyadari hal ter...
