part 18

1.1K 103 5
                                        


ARGALA NAVENDRA

Benar-benar ahli menyamar sebagai orang paling bahagia

~ ARGALA ~

LOLLIPOP_ME03

Terik matahari mulai menusuk kulit, suara klakson terdengar memekakkan telinga para pengguna jalan karna telah memasuki jam makan siang.

KANTIN

“Ini si bos kemana dah? Perasaan ilang-ilangan mulu”

“Ehh…, gue jadi penasaran gimana jadinya kalo si bos ingatannya balik!”

“Kira-kira si bos bakalan balik kayak dulu nggak ya?”

Ingatan kejadian itu kembali mengudara, menimbulkan tanda tanya bagi beberapa tokoh. Dia yang pergi dengan membawa pengaruh besar pada kehidupan beberapa orang, rahasia yang tersimpan tetap abadi dalam ingatan yang terlupakan.

“Tidak!, lebih baik dia tidak mengingatnya”

“Jika ingatan itu benar kembali?”

Hening…..
.
.
.

Disisi lain ke-empat laki-laki itu sedang menantang maut di jalan setelah mendapat kabar hilanganya Argala dari Mansion, kuda besi itu melesat meningalkan posisi masing-masing menuju kediaman mereka.

“Biarkan saja, agar dia tau kerasnya dunia luar!” Ucap salah satu dari mereka.

“Sepertinya kita terlalu memanjakannya, dia akan pulang jika uangnya sudah habis.”

“Aku akan memblokir seluruh akses kartu hitam yang ia bawa.” Remehnya dengan smirk yang tercetak pada sudut bibir itu.

“Bang itu beneran? Mati dia nanti kaga bisa makan!”

“ Dia tidak sebodoh itu kurasa”

“Urus saja adikmu itu! Daddy pusing dengan berbagai tingkah konyolnya.”
.
.
.

“Gila aja gua dikurung,dikira gua burung apa!”

“Gabakal balik guaa!”

"Gabisa! gua gabisa ke panti, pasti ketauwan!"

"Hemmm....! Oke fiks gua tau!!"



"Dek, beneran ini mau beli?"

"Yaelah banggg! kaya guee!"

"Saya cek dulu ya dek!"

"Iya bangg!"

"Ngerjain gua lu yaa! kayak ada isinya ni kartu!!"

"Jan ngibul bang ahh, bikin tremor aja lu!"

"Pergi sono, gua tendang juga ni bocah!!" usirnyausirnya

“GILA AJA TU BOCAH NYEWA RUMAH PAKE KARTU KOSONG!” uring mas-mas agen perumahan.

Kartunya tidak bisa digunakan! Ia yakin ini ulah para ATM berjalannya itu, apakah ia akan kalah? Ohh…tentu tidak, buktinya kini ia sedang keluar kota sekarang. Dengan berbekal niat dan tekad ia pergi dari jakarta dengan uang SERATUS RIBU yang telah mengering di saku celananya karna telah tercuci.

Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, kini ia telah sampai di kota Bandung dengan menumpang pada Mobil Pick up pembawa sayur.

“Huhhh…”

“Akhirnya sampai juga!”

“Nuhun Mangg tumpangannya!”

“Aman atuh denn!, saya duluan den!”

Gue harus cari tau apa yang sebenarnya terjadi sampai Kevin ingin gue mati. Tapi sebelum itu ada yang harus gua lakuin terlebih dahulu di kota ini.
.
.
.

Cat hitam menjadi nuansanya, berantakan, sepertinya tidak ada lagi yang menginjakkan kaki di apartemen ini. Ia kembali ke Apartemen yang dulu ia tempati, Apartemen yang menjadi saksi kesunyian hidupnya.
Dengan bantuan ingatan aslinya ia berhasil masuk ke-dalam Apartemen pribadi yang bahkan tidak di ketahui keluarga-nya. Selama ini ia hidup bagaikan sebatang kara, uang selalu mengalir ke-rekening pemberian orang tuanya tapi tidak dengan wujud nyata mereka, mukin mereka pikir uang bisa membuat ELIO bahagia tapi kenyataan sebaliknya setelah keluar dan pindah ke Apartemen ia menjadi pribadi yang dingin dan tertutup.

Selama ini Elio mempunyai usaha yang bahkan sudah memiliki dua cabang “CAFESA” di Bandung. Semua info mengenai kepemilikan-nya tertutup rapat agar orang tuanya tidak tau. Selama ini ia mengelola usaha melalui online, begitu juga perekrutan para karyaannya.

Dengan hasil dari cafe ditambah tabungan uang saku juga beberapa uang hasil balap liar yang ia menangkan, sudah mampu membeli sebuah Apartemen pribadi yang kini ia tempati lagi, bukan sebagai ELIO Mahendra tapi sebagai Argala Navendra.

“Huhh… untung yang satu ini nggak ketawan” rasa lega menyelimuti hatinya.

“ Setelah kepergian gue, apa yang mereka lakuin?”

“Ahh! Lagian gua juga bukan bagian dari mereka”

Ia mulai menyelusuri segala sisi dan yaa, ia harus mulai dari awal membersihkan segalanya. Bahan makanan di kulkas sudah tidak bisa di gunakan, terbilang sudah satu tahun ini ia berada di Jakarta sebagai Argala. Ia harus membeli lagi.

TUNGGU!!

Hanphone lamanya!

Berpikir sejenak dimana ia menyimpan ponsel pintarnya itu, dan yapp ketemu! LACI KAMAR. Tapi sebentar ia seperti melupakan sesuatu Benar Hanphone Argala! Titik lokasi pasti sudah diketahui para titan itu! Ia harus pergi untuk membuang ponselnya karna ia berfikir untuk tidak kembali lagi ke rumah itu, Ia memang dimanjakan, tapi rasanya menyesakkan, semuanya bagaikan tipuan karna perhatian itu nyatanya untuk Argala sedangkan dirinya adalah Elio ia tidak bisa pungkiri itu.

Tak tanggung-tangung ia membuang-nya di daerah jakarta timur yang lumayan jauh dari Bandung, ia harus benar-benar menghilangkan jejak. Bandanya seakan remuk pulang-pergi ke bandung, ia harus tidur sekarang.
.
.
.

Keluarga Navendra masih belum menyadari semuanya, mereka kira Argala akan pergi kurang dari satu minggu, kita lihat saja nanti.

🍭🍭🍭

05-09-2025
18.42

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARGALA NAVENDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang