Argala Navendra
" Jika terlalu banyak beban di kepalamu, buang saja kepalamu itu! "
~ Argala ~
Setelah kejadian tadi, Argala memutuskan membolos di rooftop, ia tidak se-rajin itu untuk mengikuti upacara bendera. Tidak mungkin jika ia sendirian, tentu saja ketiga curutnya ikut serta dalam pembolosan ini.
Di temani secangkir kopi panas dan gorengan mbok ijah belakang sekolah yang sempat kepin beli tadi. Disana sudah seperti kamar bukan sekolah! Ahh tepatnya bukan seperti kamar, tapi lebih condong ke apartemen mini, kok bisa? Apakah kalian belum tahu jika sekolah ini masih di bawah kekuasaan keluarga NAVENDRA? Sebenarnya yang membuat ruangan ini adalah Bagas, untuk anak-anaknya. Semua anaknya bersekolah disini jadi ia membuat tempat yang nyaman ini.
"gal motor lu kemane dah? " Tanya bara memecahkan keheningan sesaat itu.
"Dirumah!" Ucapnya sembari melahap tahu goreng mbok ijah
"Kenapa ga lu pake? "
"Di hukum! "
Tiba-tiba terdengar suara tawa dari si kuncrut, siapa lagi kalau bukan si kepin, yang membuat ke tiga pasang mata itu menatapnya.
"Gua tebak sih bang Alvin! Atau bokap lo? " Lanjutnya setelah berhasil menghentikan tawanya yang garing itu.
"Si Alvin emang anji*g! " Umpat Argala lagi setelah mendengar pertanyaan sobatnya
"astaghfirullah, maafkan teman hamba ya allah!! " Ucap kepin mendramatisir keadaan.
"walaupun mulutnya laknat kaya dakjal!, sesungguhnya dia orang yang seperempat baik! " Lanjutnya.
Brakk!
Brukk!
Tentu perbuatan Gala, ia menendang bangku yang di duduki kepin hingga pantat tepos itu mencium ubin.
"Masha'Allah gustiii!! Rasanya ampe ke tulang!" Erang Kepin sembari mengelus pantat teposnya. Udah tepos makin tepos ga tuh... Wkwkwk
•
•
•
POV SEPULANG SEKOLAH
“Spadaa!!”
“Anak ganteng dan baik hati ini pulangg!”
Teriaknya dari pintu masuk, ia mengira penghuni mansion itu masih sepi karna setelah acara membolos tadi argala tidak meiliki niat untuk masuk kelas sama sekali dan berakhir pulang saja. Tapi yang ia pikirkan salah buktinya sekarang semua mata tertuju padanya.
“Baby boy, sepertinya kau terlalu cepat pulang?” ucap salah satu dari mereka.
“Babi! Babi! Sembarangan lu kalo ngomong!” sungutnya.
“Lagian lu siape?”
“Kenapa dirumah gua!”
“Perkenalkan aku DAFID NAVENDRA adik dari ayahmu!” ucapnya ramah.
“Gamau kenalan! Ga minat!”
“Baby ingat tinggalkan bahasa gaulmu saat di kediaman!”
“BABI! BABI! Gua Li… Argala!” untung nggak keceplosan bisa di depakk dari mansion kalo ketawan ini mah.
“Not BABI,but a Baby!”
“Sama aje!”
“it’s not same babe”
“STOPPP!!”
“Cukup! Gua mau ke kamar” Ucapnya sebelum melenggang pergi begitu saja dari hadapan mereka.
Setelah kejadian dibawah tadi ia memutuskan untuk berganti pakaian dan pergi mencari makan karna ia malas bertemu manusia yang selalu memanggilnya BABI BABI itu.
Tapi namanya juga hari kesialannya setelah makan pun sekarang berganti ajang kejar kejaran lagi. Tapi kali ini bukan dengan anggotanya sendiri melainkan orang yang tak ia kenali. Siapa sangka setelah memasuki jalan yang lumayan sepi ia dikejutkan dengan segerombolan remaja yang mungkin telah menunggunya lewat sehingga terjadi ajang kejar-kejaran antara Argala dan entah siapa mereka.
CKITTT….
BRUGG…
Suara sepeda motor yang jatuh menyentuh aspal setelah menabrak gerobak cakue sehingga gerobak itu terguling di tengah jalan, mereka yang mengejar Argala menjadi terhenti karna kehilangan jejaknya.
“aghhhh!”
“Gerobak sialann!!”
Geramnya setelah kehilangan jejak Argala mana masih harus mengurus gerobak yang ia tabrak tadi,tentu saja dia yang menabrak masa Argala.
00.02
02-12-2024
#
foto atasnya erorrr😭😭
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGALA NAVENDRA
Fantasia"Gua masih hidup? " "Kok ga sakit badan gue? " "Gue dimane dah?" "Siapa yang bawa gua kesini? " alisnya menyatu saat menyadari suatu hal. "Siapa yang bayar cok!!" Tanyanya pada diri sendiri saat otaknya mulai bekerja kembali tanpa menyadari hal ter...
