SPESIAL CHAPTER (ZELO X AISYAH)

14 3 2
                                        

~Happy reading~
💚💚💚


Hari yang cerah menemani kita semua yang sedang sendirian, sama hal nya dengan Aisyah yang sedang makan tongseng bekicot hari ini.

"Bagi dong~" Pinta zelo dengan puppy eyes nya.

Aisyah mendelik, "iyuhhh, najis anjing, " Aisyah menoyor zelo tapi tangannya bergerak memberi satu sendok bekicot.

"Hilih, ujung-ujungnya tetep dikasih," Ujar Kania merotasikan bola matanya.

Aisyah hanya melirik Kania sinis sambil tetap memakan tongseng bekicot dengan nasi merah dan kerupuk seabrek dengan bau semerbak harum melati.

"Hoekkk hoekkk," Rika datang dengan menutup mulutnya. "Anjing bau apa ini cok, hoekkk."

"Bekicot, lo mau? Ada banyak nih." Aisyah menyodorkan tongseng bekicot nya yang harumnya hmm, enak!

"Hoekkkkk, ga tahan gue mau muntah," Rika berlari keluar memuntahkan isi perutnya.

Neila yang baru saja lewat terkejut dengan Rika yang muntah-muntah di depan markas.

"Lo apain Rika sampe muntah-muntah?" Tanya Neila menutup pintu markas lalu duduk tenang di samping Kania.

Aisyah dan Kania mengedikkan bahu nya tanda tidak tau.

"Emang lo ga nyium bau diruangan ini?" Tanya zelo.

Neila menggeleng, "gue abis pakek inhaler di kedua hidung gue," Neila menunjukkan kedua hidungnya tertutup inhaler kecil.

"Anjir, kaga panas tuh? Lo napas pakek apa anjir? Pantat?" Ujar Kania.

"Pakek ketek, ya pakek mulut lah babi."

Aisyah tetap melanjutkan makanya dengan tenang, Zelo hanya bisa pasrah dengan kelakuan absurd Kania dan Neila.

Raniya masuk, membawa seogoh boneka beruang besar, sebesar gajah dengan tangan bercakar harimau dan mata tajam setajam elang.

"Eh bujuk buset, apaan tuh? Ikan?" Tanya Yaya yang terkejut keluar dari belakang markas.

Raniya meletakkan boneka itu di samping Aisyah, "ini namanya pupung, dia yang bakal nemenin kalian kerja."

"Hah!?" Kompak mereka.

Raniya menepuk jidat Kania, "Pupung itu gambar hewan buatan gue sama Vano, karna gue suka ya gue suruh aja dibikin boneka."

"Sshhh, Ya gak segede ini juga kali keran," Kania mengusap jidatnya yang sakit.

"Keranda mayat? Gue belum mau mati Kania, ucap nama gue dengan bener!" Raniya menjewer kuping Kania.

"Aduhhh aduhh, keran air kakkk, astaga, anjing sakit!"

Neila yang penasaran lompat ke arah boneka dan-

"ANJING COK, BERAT!" Boneka itu bicara, Neila bangun menatap boneka itu.

Plak.. Bughh

Tamparan dan pukula Neila layangkan, "Kak bonekanya bicar kakkkkk, ambil piso sekarang cepet!"

Raniya menepok jidatnya sekarang, mengangkat Neila untuk menjauh dari Pupung, "bangun lo."

RANEL FAMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang