SPESIAL CHAPTER (CHAZEL X RANIYA)

5 3 0
                                        

~Happy reading~
💚💚💚



Beberapa tahun lalu, di sebuah gudang kontainer terbengkalai di pelabuhan ujung kota. Suasana malam itu sangat mencekam, hanya diterangi lampu sorot temaram dan bau mesiu yang menyengat.

Raniya, yang saat itu masih memimpin pergerakan awal Ranel, terpojok di balik tumpukan besi tua setelah baku tembak sengit melawan gerombolan kriminal. Napasnya memburu, tangannya dengan cekatan mengisi ulang peluru pistol taktisnya.

Sret. Klik.

"Jangan bergerak. Satu sentuhan di pelatuk itu, kepala lo bolong."

Suara dingin, berat, dan sangat asing terdengar tepat di belakang tengkuk Raniya. Dinginnya moncong pistol menyentuh pelipisnya. Raniya membeku, namun detik berikutnya dia malah mendengus remeh.

Raniya perlahan menolehkan kepalanya sedikit, menatap cowok jangkung berjaket taktis hitam dengan emblem agensi asing yang sangat ia kenal 'Chazelio', ketua agensi independen saingan yang dirumorkan paling kaku dan sedingin es batu.

"Chazelio? Ketua agensi sebelah?" cibir Raniya, matanya berkilat menantang meski pistol mengunci kepalanya. "Ngapain lo di wilayah misi gue? Mau nyuri data? Bilang aja kalau agensi lo miskin informasi!"

Chazel, dengan wajah datar tanpa ekspresi dan tatapan dewasanya yang khas, tidak menurunkan senjatanya sedikit pun. "Mulut lo berisik banget untuk ukuran bocah yang lagi ditodong pistol. Gue yang ngelacak buronan ini duluan, barbar. Jadi mending lo mundur, gue gak suka berbagi mangsa."

"Gak suka berbagi? Sama, gue juga males liat muka kaku lo!"

Tanpa aba-aba, Raniya menepis moncong pistol Chazel dengan lengannya, berputar cepat dengan gerakan taktis, dan langsung mengarahkan pistolnya sendiri tepat ke dada Chazel. Di saat yang sama, Chazel dengan refleks secepat kilat kembali mengunci pergerakan Raniya dengan senjatanya.

Mereka berdua berdiri dalam posisi saling menodong jarak dekat. Sama-sama terluka, sama-sama menatap tajam dengan ego setinggi langit, dan menolak untuk terlihat lemah di depan satu sama lain.

"Refleks lo lumayan juga... untuk ukuran cewek yang hobi ngamuk," gumam Chazel datar, menyembunyikan rasa kagumnya yang mendalam melihat keberanian Raniya.

"Gak usah sok muji gue, muka kulkas!" Ketus Raniya

Namun, ketegangan mereka terputus saat suara alarm gedung berbunyi nyaring. Bzzztt-BOOM! Musuh yang sebenarnya ternyata telah memasang bom waktu di sudut gudang untuk melenyapkan semua bukti. Langit-langit gudang mulai runtuh, kobaran api langsung meluas dengan cepat.

"Sialan, jebakan!" umpat Raniya. Di saat dia lengah menatap api, sebuah pilar besi besar di atasnya mulai retak dan jatuh tepat ke arahnya.

Raniya memejamkan mata, mengira hidupnya akan berakhir di sana. Namun, alih-alih peluru yang menembus kepalanya, Raniya justru merasakan tubuhnya didekap erat dengan sangat protektif dan ditarik paksa hingga mereka berdua terguling di lantai semen.

BRAKKK!

Pilar besi itu jatuh tepat di tempat Raniya berdiri tadi. Chazel membuang senjatanya sendiri ke sembarang tempat demi bisa menarik Raniya keluar dari maut, membiarkan punggungnya sendiri tergores serpihan besi demi melindungi cewek di bawahnya.

Raniya membuka mata dengan napas terengah-engah, mendapati wajah Chazel berada sangat dekat di atasnya.

"Lo... kenapa malah nyelametin gue, bego?!" tanya Raniya galak, suaranya gemetar menutupi rasa syok dan rasa bersalahnya melihat baju Chazel robek.

Chazel buru-buru bangkit, membuang muka dengan ekspresi kaku yang langsung terpasang lagi di wajahnya untuk menutupi rasa panik dan khawatirnya yang luar biasa. Dia membersihkan debu di jaketnya dengan kasar.

"Jangan kegeeran. Gue cuma gak mau repot-repot mindahin jenazah lo dari sini. Nyusahin jalur evakuasi gue," ketus Chazel, padahal tangannya yang terulur untuk membantu Raniya bangkit sedikit bergetar.

Raniya menepis tangan Chazel dengan gengsi tinggi, lalu bangkit berdiri sendiri sambil mendengus. "Dih, siapa juga yang kegeeran! Gue juga bisa bangun sendiri, gak butuh bantuan pahlawan kesiangan kek lo!"

Meskipun mulut mereka saling melempar kalimat ketus, mata mereka tidak bisa berbohong. Ada frekuensi yang sama di antara mereka. Di tengah kepulan asap malam itu, mereka akhirnya sepakat membuat aliansi rahasia untuk keluar dari gudang dan menumpas sisa musuh bersama-sama.

Pertemuan berdarah yang penuh ego dan gengsi itu justru menjadi awal dari komitmen mereka. Chazel akhirnya meleburkan agensinya ke Ranel murni karena dia ingin selalu berada di dekat Raniya untuk menjaganya, meskipun sampai detik ini, kalau mereka berdua sedang berinteraksi, yang keluar dari mulut mereka tetaplah omelan ketus dan ejekan tsundere yang sengaja dipasang sebagai benteng rahasia mereka.

TBC.

GAUSAH BACA, SKIPP AJAAAA...

janlup votment hehe
💚🌱💚

RANEL FAMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang