Bab 12 (Remaja vs Pemuda)

7 0 0
                                        

Raila sudah beberapa kali mendapati pamflet seminar yang pematerinya adalah Fayyadh. Namun, baru kali ini ia melihat laki-laki itu membawakan materi secara langung, dan harus ia akui bahwa kemampuan Fayyadh membawa materi luar biasa. Apa yang laki-laki itu sampaikan jelas dan tidak membosankan untuk disimak. Siswa-siswi yang berasal dari kelas 12 SMA terlihat sangat antusias memperhatikan Fayyadh di depan yang tengah menjelaskan.

"Tau nggak, Adik-Adik, bahwa dalam Islam itu tidak ada istilah remaja? yang ada hanya pemuda, dan peran pemuda dalam Islam itu sungguh luar biasa. Tau di usia berapa Alfatih menaklukkan konstatinopel? di usianya yang masih dua puluh satu tahun, yang jika dilihat dari usia remaja. Ia berada pada usia remaja akhir. Di usia tujuh belas tahun ia menikah. Usia remaja pertengahan yah?"

Pembahasan Fayyadh semakin menarik bagi Raila. Dirinya yang bukan peserta saja merasa sangat perlu menyimpan di memorinya apa yang Fayyadh ucapkan.

"Nah, mungkin adik-adik bertanya, kenapa dalam Islam tidak mengenal kata remaja? Sebenarnya, bukan hanya Islam yang tidak mengenalnya, tetapi juga dunia. Dunia tidak mengenal istilah remaja. Nanti di awal abad dua puluh, baru istilah remaja itu dikenal. Seorang psikolog Muslim, bernama Malik Badri mengatakan bahwa Islam hanya mengenal dua fase pertumbuhan manusia, yaitu sebelum dan sesudah akil baligh. Mengapa? Kita kembali ke pengertian remaja menurut WHO, remaja diartikan sebagai masa peralihan atau masa transisi, di mana masa peralihan atau transisi tersebut berada pada usia dua belas sampai dua puluh satu tahun. Sembilan tahun masa transisi itu."

Fayyadh berhenti sejenak, kemudian menatap satu persatu peserta seminar yang terlihat menunggu kelanjutan penjelasannya. "Apa yang dilakukan dalam sembilan tahun itu sebagai remaja? Dalam psikologi perkembangan, remaja mempunyai tugas perkembangan yang mana jika disimpulkan merujuk pada pencarian jati diri. Yah, usia remaja yang kita kenal saat ini adalah usia di mana seseorang baru mencari jati dirinya, hobinya apa? minatnya di mana? apa kemampuannya? dan apa yang hendak ia lakukan di masa yang akan datang. Sedangkan, para pemuda Islam di usia yang kita kenal sebagai usia remaja saat ini telah melakukan pencapaian-pencapaian yang luar biasa di usianya tersebut. Yah, contohnya Muhammad Al-Fatih tadi. Ada juga Imam Malik yang pada usia tujuh belas tahun sudah dikenal sebagai ulama dan telah diberikan izin untuk memberi fatwa. Banyak lagi contoh-contoh sahabat Rasulullah yang capaian-capaiannya sangat gemilang di usianya yang tergolong remaja."

"Jadi, usia remaja yang dianggap sebagai usia pubertas tersebut diambil dari psikologi barat, yang mana di usia tersebut, emosi seseorang dilihat belum stabil, sehingga ia dinilai belum matang dalam suatu peran tertentu. Adapun, dalam Islam, bertentangan dengan pandangan tersebut, sebab Islam melihat usia yang dianggap remaja itu adalah usia penuh keemasan bagi seseorang untuk mencapai suatu capaian-capaian yang memukau dunia. Di Indonesia sendiri, kita bisa membaca sejarah bagaimana para pemuda berperan penting dalam kemerdekaan bangsa, sampai ada hari yang diperingati sebagai hari sumpah pemuda. Memang harus diakui bahwa mendengar kata pemuda dan kata remaja itu kesannya berbeda."

Yap. Raila yang masih menyimak membenarkan itu. Baginya, mendengar kata remaja membawanya pada bayangan anak sekolahan umuran SMP hingga SMA yang terlihat mencoba hal-hal baru, jika membuatnya senang maka ia geluti, jika membuatnya rumit, maka ia mencari kesenangan lain. Terlihat juga bayangan anak SMP hingga SMA yang terlihat bingung dengan apa yang ada di depannya, mau ke mana? mau jadi apa? dan sebagainya, bahkan anak SMP hingga SMA yang sudah masuk kuliah, ada yang belum tahu mau mengambil jurusan apa nantinya, cita-cita dan mimpinya belum ia temukan. Berbeda kala ia mendengar kata pemuda, terbayang olehnya mereka yang dengan semangat tinggi memperjuangkan suatu cita dan mimpi, bukan cita dan mimpi pribadi, tetapi cita dan mimpi sebuah bangsa, tentunya bagi pemuda islam tergambar semangatnya memperjuangkan cita dan mimpi umat. Memperjuangkan tegaknya Islam di muka bumi.

Rambu; (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang