Sudah dua hari Fayyadh bekerja sebagai barista di kafe. Sedikit, ia memang pernah belajar meracik kopi pada seniornya waktu kuliah, dan kini pun ia mendapatkan bimbingan dari rekan kerjanya. Bersyukur karena rekan-rekan kerjanya menerima Fayyadh dengan baik. Adapun, waktu kerjanya juga tidak memberatkan bagi Fayyadh, hanya lima jam, mulai jam 10 hingga jam 3 sore di hari Ahad – Jumat. Hari Ahad sengaja dibuka karena pengunjung ramainya di hari tersebut. Mungkin karena hari libur.
Fayyadh yang sedang diajarkan menggunakan mesin kopi oleh rekannya sedikit terkejut kala Selli tiba-tiba muncul di balik meja bar sambil memanggil namanya. Penampilan perempuan itu terlihat lebih santai dibanding pada saat wawancara, tapi model jilbabnya masih sama – mengikat di leher, dan jujur saja, Fayyadh terganggu akan itu, sebab baju yang dikenakan Selli selalu pas body.
"Aku mau kamu pindah di bagian kasir aja," kata Selli yang sukses membuat Fayyadh kaget, begitupun dengan temannya yang sedang mengajarnya menggunakan mesin kopi. Jika ia dipindahkan ke kasir, artinya ia juga yang akan mengelola keuangan yang masuk?
"Kenapa? kamu ragu?" Selli menaikkan keningnya. Meski umurnya memang sepantaran dengan Fayyadh, tapi perempuan itu terlihat lebih berpengalaman soalan pekerjaan seperti ini.
Fayyadh menggelengkan kepalanya, kemudian berujar dengan mantap. "Jika memang dipercayakan, insyaa Allah aku bisa."
Selli tersenyum. Ia suka dengan kepercayaan diri Fayyadh. "Aku suka dengan kepercayaan diri kamu," katanya terus terang.
"Terima kasih," sahut Fayyadh, kemudian perempuan itu berlalu dari hadapannya tanpa permisi.
Helmi – yang tadi membantu Fayyadh kembali mendekat. "Fayyadh, kamu harus tau aturannya di kasir."
Kerutan di kening Fayyadh muncul. "Apa emang?"
"Iya, betul, tapi gak semua pelanggan dicatat." Helmi menyampaikannya dengan berbisik-bisik.
"Maksudnya?" kerutan di kening Fayyadh semakin terlihat.
"Tuh si Endi, yang di kasir, dia disuruh sama Selli ... semisal dalam sehari ada dua puluh pelanggan, yang dicatat cuma lima belas orang. Yang lima orang itu, uangnya disisipin buat Selli, atau semisal yang bayarnya cash, semua disetor ke Selli tanpa harus mencatat pemasukan itu," jelas Helmi. Selli memang menekankan kepada karyawan kafe kakaknya untuk tidak memanggilnya ibu karena dirinya masih kuliah.
Mendengar penjelasan Helmi barusan membuat Fayyad berpikir keras. Ini baru penyampaian dari sesama karyawan, jadi ia tidak perlu menerapkannya dulu, tapi bagaimana jika besok atau lusa, atau lebih cepatnya nanti, Selli memintanya bekerja seperti itu? Apakah ia akan mematuhinya? ah sulit sekali Fayyadh melakukannya. Semoga saja itu hanya berlaku kemarin-kemarin, dan semoga kini ia tidak diminta untuk melakukan hal yang bertentangan dengan prinsipnya itu, yakni jujur. Semoga saja.
***
Alfian, Azriel, Rizki, dan Alim sedang asyik bercanda di teras sekret saat seorang perempuan turun dari ojek tepat di depan pagar. Sontak mereka menoleh lalu saling pandang. "Siapa itu?" tanya Azriel.
"Anggota baru mungkin," kata Rizki menebak.
"Bukan deh kayaknya. Aku gak ada liat dia kemarin." Alfian mengamati perempuan yang masih berdiri di depan pintu pagar itu. Ia terlihat mengamati papan yang tertempel di pagar bertuliskan 'Titik Koma'. Setelahnya, perempuan dengan setelan kemeja planel dan celana levis longgar, serta rambut panjang yang terurai itu mendekat ke arah mereka. "Assalamu'alaikum," sapanya.
Serempak mereka menjawab salam perempuan yang sudah berdiri di depan mereka secara lengkap. "Cari siapa yah?" Rizki mewakili teman-temannya bertanya.
Terlihat perempuan itu sedikit kikuk, tapi kemudian ia memperkenalkan diri. "Hmm ... perkenalkan, Kak, aku Raila yang daftar di titik koma. Kemarin waktu penerimaan anggota nggak sempat datang, soalnya ada urusan mendadak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rambu; (SELESAI)
Teen FictionDi Bentala yang luas ini, kita hidup tidak sekadar hidup, ada tujuan yang hendak kita capai, melalui rambu-rambu yang mesti kita taati dan patuhi. Bagi Fayyadh, hidup adalah permainan yang hanya memberikan satu kali kesempatan, maka ia harus memenan...
