CHAPTER 13
「 ✦ Proximity ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Malam mulai turun ketika Davian membuka pintu rumah. Dia terlihat lelah, dasinya sudah longgar, dan langkahnya sedikit berat. Meski demamnya sudah reda, efek sisa sakitnya masih membuat kepalanya sedikit pusing. Namun, tuntutan dari ayahnya untuk tetap bekerja di kantor membuatnya tak punya pilihan selain berangkat.
Davian menutup pintu perlahan dan menghela napas, melepas sepatu lalu melonggarkan kemejanya. Ia mengendus aroma masakan dari dapur, membuat perutnya yang sejak siang belum terisi merasa lapar.
Di ruang makan, Nayra sudah menata meja dengan makanan yang baru saja selesai dimasak. Sup hangat, tumis sayur, dan ayam panggang sederhana menghiasi meja. Ketika melihat Davian masuk, Nayra berdiri dan tersenyum kecil.
"Kamu udah pulang," ucap Nayra lembut.
"Aku udah siapin makan malam. Kamu pasti lapar, kan?"
Davian mendekat, tatapannya sedikit melembut meski raut wajahnya masih menampilkan kelelahan.
"Lo masak ini semua?" tanyanya, menatap meja makan.
Nayra mengangguk. "Iya. Aku pikir kamu pasti capek habis kerja, jadi aku masak sesuatu yang hangat."
Davian tidak menjawab, hanya menarik kursi dan duduk. Ia menatap makanan di depannya sejenak sebelum menoleh ke arah Nayra.
"Lo nggak ikut makan?"
"Iya, aku makan kok," jawab Nayra sambil duduk di kursi seberangnya.
Davian mulai makan perlahan. Suapan pertama membuatnya berhenti sejenak, lalu ia melanjutkan makan tanpa banyak bicara. Nayra sesekali mencuri pandang, berusaha mencari tahu apakah makanan yang ia buat sesuai dengan selera Davian atau tidak.
"Gue udah lumayan mendingan," ujar Davian tiba-tiba, memecah keheningan. "Cuma kepala masih sedikit pusing."
Nayra menatapnya khawatir. "Kalau gitu, kenapa kamu tetap pergi kerja? Kan kamu masih bisa istirahat di rumah."
Davian mendesah kecil, meletakkan sendoknya. "Bokap yang nyuruh. Gue nggak bisa nolak. Lo tahu kan, dia nggak suka alasan."
Nayra mengangguk pelan. "Tapi kalau kamu nggak jaga kesehatan, nanti malah sakit lagi."
Davian mengangkat bahu. "Gue udah biasa. Tapi, makasih buat makanannya. Ini enak."
"Syukurlah kalau kamu suka." Ucapan Davian membuat Nayra sedikit terkejut, lalu tersenyum kecil.
Setelah selesai makan, Davian menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap Nayra yang sedang sibuk merapikan piring di atas meja. Dia tampak ragu sejenak, lalu memanggil pelan.
"Nay," ucapnya, suaranya lebih lembut dari biasanya.
Nayra menoleh, sedikit terkejut dengan panggilannya. "Iya, kenapa?" tanyanya sambil menghentikan gerak tangannya.
Davian menarik napas, matanya menatap lurus ke arah Nayra. "Gue tahu selama ini gue nggak pernah baik sama lo. Tapi waktu gue sakit, lo udah tulus ngerawat gue, meskipun gue nggak layak dapet itu semua dari lo."
Nayra menggeleng kecil, mencoba menyangkal. "Kamu nggak perlu bilang gitu, aku cuma—"
Davian mengangkat tangannya, menghentikan Nayra bicara. "Dengerin dulu," potongnya.
"Gue pengen bilang makasih. Bener-bener makasih. Dan karena itu, gue mau balas kebaikan lo. Apapun yang lo mau, bilang ke gue. Gue bakal usaha kasih itu buat lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
Fiksi RemajaSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k652748.jpg)