S2 Karma (2)

421 23 4
                                        



***

Keesokan harinya, Alex sudah bersiap di balik meja resepsionis. Seorang lelaki membawa koper datang mendekat ke arah Alex, disana dia tersenyum puas.

"Bagaimana liburan anda kali ini tuan?" tanya Alex sembari mencatat data tamunya,

"Sangat berkesan, lain kali saya akan datang dengan bekal lebih banyak" ucap tamu berkepala plontos itu,

Alex hanya tersenyum, paham betul maksud tamunya, dan memberikan selembar kertas padanya.

"Mungkin anda tertarik.." mata Alex seakan memberi kode-kode,

"Tentu, saya akan membawa lebih banyak" lalu tamu itu pergi dari penginapan, menuju dermaga dan naik ke atas kapal.

Alex kembali sibuk dibalik meja, mengurus berbagai berkas yang menumpuk. ada beberapa pegawainya, yang keluar masuk mengambil alat-alat untuk diving dan satu lainnya mengambil peralatan untuk hiking. Lelaki tampan itu masih berkutat dengan bisnis kecilnya itu, hingga tanpa sadar sebuah panggilan menggema di telinganya. Bobby datang bersama dengan dokter Zen, melambaikan tangan dengan senyum lebar. Alex mengayunkan tangannya, menyuruh mereka masuk ke dalam penginapan.

**

mereka bertiga duduk di sofa, sembari menikmati secangkir es teh di atas meja. Dokter Zen beberapa kali menghela nafas, lalu menggelengkan kepalanya, tersirat keraguan yang muncul dibenaknya.

"Ada apa dok?" tanya alex,

"Apa kau hari ini kosong? atau mungkin ada waktu sejenak.."

"ada apa ? rasanya hari ini aku tidak sekosong itu, tapi aku akan menyempatkan waktu jika itu hal penting"

"aku ingin kau menemui seseorang.. "

alis alex mengkerut, dia penasaran tapi juga muncul rasa cemas di hatinya. namun ia hanya mengangguk pelan, tak memberi jawaban pasti. Bobby mengalihkan pembicaraan, dia memberi laporan tentang bisnis gelap mereka.

"Keuntungannya terus meningkat.. tapi kita juga harus deal dengan aparat"

"mereka minta berapa, supaya tidak merecoki bisnis kita" ucap Alex Sinis,

"mungkin 2 digit, bagaimana?"

"berikan saja.. kita hanya akan memastikan semua berjalan mulus, "

"Helipad yang ada, sepertinya harus ditambah deh.. " tambah laporan bobby,

"Kenapa?"

"Banyak tamu dari pulau seberang yang ikut, mereka membawa banyak uang.. "

"Suruh mereka menginap disini, jika ingin menikmati surga di pulau ini" tegas Alex,

"Benar, benar.." Dokter Zen menambahi,

bobby hanya mengangguk mengerti, sembari mencatat semua yang dikatakan Alex. laporan yang harus disampaikan sangat banyak, pagi yang cukup membuat alex sibuk. namun sesekali matanya terculik oleh sinar indah yang terpantul pada cincin yang ia pakai, tak pernah terlepas dari jarinya.

****

Hal yang berbeda terlihat di dalam tempat penginapan Arsen, dimana dia termenung sendiri di ruang tamu sembari menatap lurus pada lautan yang luas. pasir putih itu seakan melambai padanya, namun ia masih tak bergeming. wajahnya pucat, matanya kosong, seakan tak sanggup lagi melanjutkan kehidupannya. Jun melihat dari belakang, miris, namun tak mampu berbuat apapun. dia berjalan ke arah arsen, duduk disampingnya sembari memberikan segelas air hangat. mereka hanya diam, saling menunggu suara siapa yang akan memecah keheningan. namun tamu yang tak diinginkan datang, Danielle dan Kevin datang dengan bahagia yang terpancar begitu cerah, mereka duduk disamping Arsen dengan santainya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

You are my doll || GeminiFourth ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang