.
.
Blackthorn
"Ditengah hamparan Petunia, kau datang membawa Anyelir Merah. Kontras, tapi aku menyukainya."
.
.
Chapter 10
“Kalian tahu? Jeno ternyata alergi bulu binatang.”
Informasi itu membuat Jaemin yang tadinya mendengarkan obrolan mereka dengan setengah hati menjadi sepenuhnya fokus.
“Benarkah?”
Minjeong mengangguk, “Dia bisa bersin bahkan hanya dengan berada di sekitar kucing atau anjing, kalau terlalu lama berdekatan dengan mereka tanpa minum obat, kulitnya akan memerah dan gatal.” papar Minjeong mengatakan hal yang sama persis seperti yang Jeno katakan padanya.
Mendengar itu Jaemin baru sadar tentang Jeno yang selalu menggunakan masker setiap kali dia datang untuk mengunjungi Nana. Mungkinkah Jeno yang selalu mengenakan sweater berkerah tinggi juga karena alasan yang sama? Untuk menutupi reaksi alergi di tubuhnya?
‘Apa mungkin ini alasan gadis itu memeriksa leher Jeno saat itu? Lalu alasan kenapa Nana ada pada gadis itu memang benar karena Jeno sudah tidak tahan lagi tapi alasannya bukan karena terbebani melainkan karena tidak tahan terus-menerus mengalami reaksi alergi?’ kepala Jaemin mulai dipenuhi dengan dugaan-dugaan lain yang kalau memang benar, maka dia sudah bersalah pada Jeno.
'Sial!' umpatnya. Dia jadi ingin menemui Jeno sekarang dan bertanya alasan kenapa dia melakukan itu.
“Kalau dia punya alergi tapi masih tetap melakukan sesuatu yang akan memicu reaksi alerginya, apa artinya itu?”
Pertanyaan Jaemin sedikit membuat heran teman-temannya karena tidak biasanya dia ikut bergabung dalam obrolan kalau topiknya berkaitan dengan Jeno, tapi Haechan tetap menjawab, “Apa lagi? Tentu saja karena Jeno menyukainya. Dia tidak ingin membuat Minjeong kecewa karena itu dia melakukannya.”
Haechan menjawab demikian karena berpikir pertanyaan Jaemin itu masih tentang Jeno dan Minjeong. Sama sekali tidak sadar kalau apa yang ia katakan baru saja mengatakan secara tersirat kalau Jeno tidak menyukai Minjeong.
Tapi bukan itu yang menjadi fokus Jaemin, jawaban itu justru membuat Jaemin makin penasaran. Dia benar-benar ingin tahu Jeno melakukan itu karena memang ada maksud tertentu atau karena dia memang bodoh.
...
Besoknya, Jaemin tidak menunda-nunda untuk pergi menemui Jeno. Buktinya jam masih menunjukkan pukul delapan pagi tapi dia sudah berdiri di depan pintu unit apartemen pemuda itu. Dia bahkan tidak ingat untuk memberitahu Jeno tentang kedatangannya.
Jeno sendiri sedang duduk mendengarkan acara musik dari televisi sambil memikirkan sikap Jaemin yang aneh belakangan, terutama dengan pesan terakhir yang dikirim Jaemin semalam. Belum lagi setelah pesan itu ia terima, tidak ada satupun pesan atau telepon darinya yang mendapat respon. Sikap Jaemin yang aneh itu sempat membuatnya berniat untuk mengunjungi Jaemin di rumahnya, tapi dengan pemuda itu yang sulit dihubungi, Jeno jadi mengurangkan niat. Dia takut saat dia datang dan teman-teman Jaemin berkumpul, sudah jelas itu akan menyulitkan Jaemin. Meski dia bisa bertanya pada satpam sebelum masuk, dia tetap tidak mau mengambil resiko.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blackthorn (NoMin)
FanfictionSeperti Dahlia Hitam yang kau lemparkan padaku, kuberikan Salvia Merah padanya. Dengan Yarrow di tangan, aku bertanya, "Apa arti Hyacinth kuning yang kau pegang?" Main Cast : - Lee Jeno, Na Jaemin of NCT Dream Other Cast : Member of NCT, Aespa, Str...
