6

146 16 2
                                        



Pada akhirnya mereka semua diizinkan datang ke acara gender reveal Joohyun yang dilaksanakan di salah satu restoran resort tepi pantai milik keluarga Na.

“Dia benar-benar totalitas mempersiapkan acara ini, bayangkan kalau saja kita tidak minta untuk diundang, maka satu restoran besar ini hanya digunakan untuk melayani empat orang.” komentar Yeji.

“Apa yang kau harapkan dari Tuan Muda Na? Hal seperti ini tentu saja bukan perkara sulit.” balas Ryujin sambil menunjukkan gelang tali berwarna biru yang ia pakai, “Aku lebih penasaran dengan kejutan yang ia siapkan.”

Yeji juga melihat gelang melingkar di pergelangan tangannya, gelang yang sama dengan milik Ryujin hanya berbeda warna. Benda itu diberikan oleh Jaemin sesaat setelah mereka datang bergantung pada tebakan masing-masing tentang jenis kelamin anak kakak Jeno. Gelang sederhana yang terbuat dari tali dengan pengait emas itu khusus dipesan Jaemin untuk acara ini.

 Gelang sederhana yang terbuat dari tali dengan pengait emas itu khusus dipesan Jaemin untuk acara ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Kira-kira kaya gini gelangnya, tapi warna biru-pink)

Acara dimulai tidak lama setelah kedatangan Joohyun dan suaminya, diawali dengan makan malam bersama dan disusul dengan pemotongan kue tiga tingkat berwarna putih yang disiapkan oleh pelayan hotel.

Jaemin bisa melihat wajah antusias Joohyun dan Taesung bahkan teman-temannya saat pisau di tangan pasangan itu perlahan bergerak membelah kue tinggi itu mulai dari puncak sampai dasar. Tapi antusiasme itu secara cepat berubah menjadi kernyitan bingung pasalnya apa yang mereka lihat tidak sesuai dengan yang mereka bayangkan. Seperti yang umum diketahui pada acara gender reveal yang menyertakan kue, saat dipotong biasanya kita bisa langsung tahu jenis kelamin bayinya tergantung pada warna kue atau krim di dalamnya, tapi kue itu tidak menunjukkan apa-apa.

“Jaemin-ah…” Hyunjin tidak jadi bertanya begitu melihat ekspresi penuh senyum sahabatnya itu.

“Lihat ke belakangmu, Noona.” pinta Jaemin yang membuat mereka semua berbarengan melihat ke arah yang ditunjuk Jaemin. Tepatnya pada jendela besar yang mengarah ke balkon restoran yang entah sejak kapan sudah ditutupi oleh gorden berwarna hitam gelap.

Jaemin memberi tanda dan gorden besar itu perlahan terbuka dan menampilkan suasana di luar hotel yang jauh berbeda dari saat mereka datang tadi. Lampu-lampu yang tadi menyinari pelataran resort sudah mati digantikan dengan lampu-lampu berwarna merah muda dan biru yang dililitkan pada setiap pohon palem.

Saat Jaemin mengajak mereka ke balkon, mereka masih dikejutkan dengan kolam air mancur di tengah halaman resort yang kini membiaskan cahaya berwarna merah muda dan biru yang menyala bergantian.

Seolah belum cukup, puluhan titik cahaya mulai bermunculan ke langit malam dan melakukan banyak atraksi yang memukau. Dimulai dari membentuk lambang hati kemudian sepasang tangan yang memasangkan cincin dilanjutkan dengan buket bunga lalu setelah membentuk lambang hati sekali lagi, titik-titik cahaya itu perlahan membentuk siluet bayi yang duduk dan dengan begitu semua orang tahu kalau yang mereka tunggu-tunggu akan datang sebentar lagi. 

Blackthorn (NoMin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang