Blackthorn
Chapter 20
Jaemin melihat kalender lamat-lamat. Kemarin teman-temannya membicarakan tentang ulang tahun Yeji Mei mendatang tepat setelah ulang tahun Jimin. Melewatkan ulang tahun Jeno. Jaemin yakin bukan karena lupa, tapi demi menghargai dirinya.
Dia melirik ke ujung ruangan dimana sebuah tas teronggok disana.
Besok benda di dalam tas itu akan menemukan pemiliknya.
Jaemin pikir karena hanya tinggal sehari sampai ulang tahun Jeno setidaknya akan ada satu orang yang akan membahas tentang itu. Tapi jangankan membicarakan topik itu langsung, bahkan di grup obrolan mereka tidak ada yang menyinggung topik itu sama sekali. Sampai sore itu saat mereka berkumpul di restoran hotpot, Ryujin menjadi yang pertama untuk membuka topik itu. Tapi bukan dengan cara yang disukai Jaemin.
“Sepertinya Jeno akan merayakan ulang tahunnya berdua dengan Haechan.”
“Kenapa kau bisa bilang begitu?”
“Lihat postingan SNS mereka!” Ryujin meletakkan ponselnya di tengah meja agar teman-temannya bisa melihat apa yang tadi ia lihat, “Mereka sama-sama memamerkan tiket ke Jepang dan foto di dalam pesawat.”
Jaemin membeku. Ada getir yang ia rasakan tapi dia tahu dia tidak bisa menunjukkan itu. Jadi dia menyembunyikan semuanya di balik ekspresi datarnya seperti biasa. Berpura-pura tidak terpengaruh disaat tatapan semua orang di meja itu terarah padanya. Mungkin mereka iba padanya atau mungkin sekedar penasaran dengan reaksinya, dia tidak mau tahu.
23 April
Jaemin sedikit menyesali kenapa tanggal itu jatuh pada hari minggu karena dengan begitu dia jadi tidak bisa menghindar dengan menyibukkan diri.
“Benar-benar tidak nyaman.” keluhnya sebelum menghubungi kepala pelayan untuk menyuruh sopir menyiapkan mobil. Setelah selesai bersiap, dia keluar dari kamarnya.
“Aku akan pergi sendiri.”
“Tapi Tuan Muda…”
“Jangan khawatir. Aku hanya akan berkeliling di sekitar sini.”
Sebenarnya kekhawatiran supir dan kepala pelayannya cukup beralasan. Hari ini adalah akhir pekan, jalanan jelas akan lebih ramai dibanding hari biasa jadi kemungkinan untuk terjadi kecelakaan akan lebih tinggi. Kalau dulu, mereka tidak akan sekhawatir ini karena ada Jeno yang selalu menemani Tuan Muda mereka, tapi sekarang pemuda dengan senyum teduh itu sudah tidak pernah datang.
Walaupun tahu bukan ranah mereka untuk ikut campur tapi kandasnya hubungan Jeno dan Tuan Muda mereka benar-benar sangat disayangkan. Meskipun tidak terang-terangan menunjukkannya, tapi mereka semua bisa melihat perubahan sikap Tuan Muda mereka. Jika biasanya putra tunggal keluarga Na itu seperti robot, sejak bertemu Jeno dia masih seperti robot, tapi sudah diperbarui dengan ditambahkan hati dan emosi manusia.
Saat itu rasanya senyum akan otomatis muncul di bibir mereka setiap kali melihat Tuan Muda mereka bersama Jeno. Seolah aura positif di sekitar pasangan itu menular pada mereka juga. Tapi sepertinya sekarang momen seperti itu tidak akan terjadi lagi mengingat Tuan Muda mereka sudah memiliki tunangan lain.
Kembali pada Jaemin yang sekarang mengemudikan mobilnya tanpa arah tujuan. Tapi memang itulah niatnya. Sejak awal tujuannya berkendara hanya agar pikirannya fokus pada hal lain, bukan tentang hari ini dan dia yang sekarang bersenang-senang di Jepang. Tapi dugaannya salah karena dia justru melamun saat terjebak lampu merah hingga dibom klakson oleh kendaraan di belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blackthorn (NoMin)
Fiksi PenggemarSeperti Dahlia Hitam yang kau lemparkan padaku, kuberikan Salvia Merah padanya. Dengan Yarrow di tangan, aku bertanya, "Apa arti Hyacinth kuning yang kau pegang?" Main Cast : - Lee Jeno, Na Jaemin of NCT Dream Other Cast : Member of NCT, Aespa, Str...
