.
.
Blackthorn
.
.
Minggu ini adalah hari terakhir pengecekan dari pihak Mingyu dan Jaemin sebelum besok pelaksanaan pembukaan kafe baru mereka, walau sebenarnya tidak banyak yang perlu mereka periksa karena persiapan sudah dilakukan dari jauh-jauh hari. Selama itu Jaemin dan Jeno juga bersikap profesional dan tidak terpengaruh oleh masalah pribadi terutama Jaemin yang sejak beberapa hari lalu merasakan sesuatu yang aneh tentang Jeno.
Tapi Jeno justru dibuat terkejut ketika Jaemin menahannya untuk pergi selepas kegiatan mereka selesai, padahal biasanya anak itu yang akan lebih dulu menghilang dari tempat.
“Kau ikut denganku.” jawabnya saat Jeno bertanya.
“Kemana?” alih-alih memberi jawaban, Jaemin justru langsung berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Jeno yang masih kebingungan, tapi meski begitu Jeno tetap mengikuti Jaemin karena merasa penasaran.
“Jeno benar-benar seperti kerbau di cucuk hidung. Jaemin bahkan tidak perlu mengatakan alasannya dan dia ikut begitu saja seperti terhipnotis.” komentar Wonwoo yang juga ada disana dan tanpa sengaja melihat adegan antara dua kaula muda itu.
“Aku bahkan yakin kalau Jaemin mengatakan Jeno harus ikut untuk dijual organnya, Jeno masih tetap akan ikut.”
Wonwoo melirik kekasihnya sinis, “Memangnya Jaemin psikopat?!” sentaknya sebelum melangkah pergi.
.
.
.
.
“Mall? Kenapa kau mengajak ku kesini?”
“Ulang tahun Minjeong, kau diundang, kan?” Jaemin mengatakan itu sambil melepaskan sabuk pengaman, “Kita beli hadiah bersama.”
“Kenapa?” Jeno turun dan berjalan mengikuti Jaemin.
Jaemin mengernyit melihat Jeno yang tersenyum ke arahnya kemudian sadar kalau apa yang dia katakan tadi bisa saja menyebabkan kesalahpahaman, “Maksudku aku ingin tahu apa yang akan kau berikan padanya. Jaga-jaga kalau kau memberinya barang murahan.”
Jeno terkekeh. Sama sekali tidak merasa tersinggung apalagi terhina karena dia tahu begitulah cara Jaemin bicara, bukan berarti pemuda itu bermaksud buruk.
“Sebenarnya aku sudah menyiapkan hadiahnya.” aku Jeno saat mereka berdua memasuki toko barang ternama asal Paris.
“Apa?”
“Rahasia. Tapi tenang saja, itu bukan barang murah.” Lalu tanpa diduga Jaemin berhenti dari kegiatannya memilih barang, “Kenapa? Kau tidak percaya padaku?”
“Sebenarnya kau tidak perlu membeli yang sangat mahal, selama itu bukan barang murahan apalagi palsu. Minjeong juga tidak akan suka kalau keuanganmu terbebani karena membeli hadiah untuknya.” Jaemin mengatakan itu semua tanpa sekalipun melihat Jeno, jadi dia sama sekali tidak sadar kalau sedari tadi pria itu sedang menahan tawa. Sampai akhirnya tawa itu terlepas baru lah Jaemin berbalik dengan ekspresi bingung.
“Kenapa kau tertawa? Apa kau sudah jadi gila?”
Jeno tidak langsung menjawab karena dia masih tertawa selama beberapa saat, “Kau benar-benar berpikir aku semiskin itu, ya?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Blackthorn (NoMin)
FanfikceSeperti Dahlia Hitam yang kau lemparkan padaku, kuberikan Salvia Merah padanya. Dengan Yarrow di tangan, aku bertanya, "Apa arti Hyacinth kuning yang kau pegang?" Main Cast : - Lee Jeno, Na Jaemin of NCT Dream Other Cast : Member of NCT, Aespa, Str...
