.
.
Blackthorn
.
.
'Seperti Dahlia Hitam yang kau lemparkan padaku, kuberikan Salvia Merah padanya.'
.
.
.
.
Chapter 12
Jaemin meletakkan kembali ponselnya setelah membalas pesan dari Jeno. Sejak terakhir kali di Villa, mereka tidak pernah lagi bertemu secara langsung karena sama-sama sibuk. Selain karena sekolah, mereka juga harus bekerja -Jaemin dengan perusahaan ayahnya dan Jeno dengan kerja serabutannya. Jadi mereka hanya saling bertukar pesan atau melakukan panggilan telepon jika sempat.
“Ku perhatikan belakangan ini kau sering bertukar pesan dengan seseorang. Siapa?” tanya Haechan penuh curiga.
Jaemin yang ditanya begitu jelas terkejut karena tidak menyangka teman-temannya akan bertanya. Sama sekali tidak terpikir kalau mereka memperhatikan setiap perubahan darinya. Sedikit yang ia tahu sekhawatir apa Haechan dan yang lain padanya.
“Bukan apa-apa. Hanya pesan pekerjaan seperti biasa.” tepat setelah mengatakan itu ponselnya berbunyi lagi.
Haechan masih mengamati Jaemin dengan seksama dan dia makin curiga saat melihat perubahan ekspresi Jaemin. Sayangnya mereka hanya berdua, jadi tidak ada yang bisa ia ajak untuk berbicara tentang kecurigaannya.
“Kau tidak tersenyum saat menerima pesan tentang pekerjaanmu sebelumnya. Apa keuntungan yang kau dapat sebanyak itu?”
“Bisa kau bilang begitu.”
Jawaban itu makin membuat Haechan curiga. Dia percaya bahkan kalau Jaemin mendapat uang satu triliun dalam satu jam, dia tidak akan sesenang itu. Atau mungkin iya? Entahlah, Haechan hanya mencoba mencari analogi.
Disaat Haechan disibukkan dengan asumsi-asumsi di kepalanya, Jaemin justru sibuk membalas pesan dari pemuda yang entah sudah bisa disebut kekasihnya atau tidak.
Aku merindukanmu.
Berhenti bicara omong kosong. Membuatku ingin muntah saja.
Padahal aku jujur. Kita sudah lama tidak bertemu.
Aku benar-benar ingin memelukmu.
Tidak dapat dipungkiri, Jaemin tersipu karena pesan yang ia terima. Sebenarnya apa yang dirasakan Jeno juga ia rasakan. Setelah merasakan pelukan Jeno untuk pertama kalinya, dia seperti ketagihan dengan rasa hangat yang diberikan pemuda itu. Tapi jelas dia tidak bisa mengatakan itu atau harga dirinya akan jatuh. Jadi dia mencari cara lain agar bisa menemui pemuda itu dan dia tahu alasan yang tepat untuk itu.
Daripada kau, aku lebih merindukan Nana. Apa aku bisa ke apartemen mu? Aku baru ingat membeli banyak camilan dan mainan untuknya saat ke luar kota kemarin.
Jahat sekali, kau membuatku cemburu pada seekor kucing.
Sayangnya aku baru pulang sekitar tengah malam hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blackthorn (NoMin)
Fiksi PenggemarSeperti Dahlia Hitam yang kau lemparkan padaku, kuberikan Salvia Merah padanya. Dengan Yarrow di tangan, aku bertanya, "Apa arti Hyacinth kuning yang kau pegang?" Main Cast : - Lee Jeno, Na Jaemin of NCT Dream Other Cast : Member of NCT, Aespa, Str...
