.
.
.
.
"You are the greenest of all green.
As pure as white camellia.
And yet here I am, stand still like candytuft enjoying the rain of red roses petal you give."
.
.
.
Blackthorn
.
Chapter 12
.
.
.
Jeno menghembuskan nafas lega setelah berhasil kabur dari para orang tua yang berusaha mengenalkan anak mereka padanya dengan alasan pergi ke toilet. Dia pikir setelah ditanyai media, perhatian tidak akan lagi tertuju padanya tapi dugaannya salah. Bebas dari wartawan dia justru dikelilingi oleh kolega Ibu dan Ayahnya. Dia bersandar di sisi wastafel lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Jaemin. Dia sejak tadi mencari keberadaan kekasihnya itu tapi tidak berhasil, jadi dia pikir Jaemin tidak datang ke acara ini. Tapi niatnya ia urungkan saat seseorang yang membuatnya spontan mendengus kesal masuk ke kamar mandi.
Dia kembali mengantongi ponselnya lalu beranjak dari sana.
“Aku salut kau bisa kabur dari mereka, padahal aku sedang mencari cara untuk membawamu keluar dari lingkaran mereka.”
“Aku tidak butuh bantuan, terutama darimu.” Jawab Jeno tak acuh.
“Tapi Noona memintaku mengawasimu.”
“Lucu sekali mengetahui kau masih menganggapnya saudarimu.”
Jaehyun menghembuskan nafas mendengar tanggapan itu. Meski bukan pertama kalinya tapi dia masih tidak habis pikir dengan sikap yang ditunjukkan adik bungsunya itu padanya, “Aku tidak peduli tentang pendapatmu, aku hanya mengikuti apa yang Noona perintahkan.”
Anak kedua keluarga Jung itu mendekati Jeno lalu menepuk pundaknya, “Berdirilah bersamaku jadi aku lebih mudah mengawasimu.”
“Sudah kubilang aku tidak butuh. Kalau kau takut pada Noona, aku akan memberitahunya kalau kau menjagaku dengan baik, jadi tidak usah khawatir dan menjauh dariku.”
“Kalau itu memang maumu, akan ku lakukan. Tapi jangan ragu untuk datang padaku kalau kau berubah pikiran.” ucap Jaehyun lugas, “Lalu sebelum kau pergi aku ingin memberitahumu sesuatu, saat kau keluar nanti, kau tidak akan bisa lari lagi dari mereka apalagi menggunakan alasan yang sama. Kecuali kalau kau ingin dicap sebagai tukang buang air kecil.”
“Banyak bicara!” ketus Jeno lalu beranjak dari sana.
Jaehyun menggelengkan kepala lalu mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Joohyun, “Adikmu menolakku.”
“Astaga… anak itu benar-benar. Tapi meski begitu kau harus tetap mengawasinya, tidak peduli meski Jeno mengatakan sesuatu yang menyakitimu. Ini pertama kalinya dia disorot publik, aku khawatir dia tidak nyaman.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Blackthorn (NoMin)
FanfictionSeperti Dahlia Hitam yang kau lemparkan padaku, kuberikan Salvia Merah padanya. Dengan Yarrow di tangan, aku bertanya, "Apa arti Hyacinth kuning yang kau pegang?" Main Cast : - Lee Jeno, Na Jaemin of NCT Dream Other Cast : Member of NCT, Aespa, Str...
