14.

129 16 12
                                        


"You said you are a foxglove, yes you are. But we have different point of view. Yours is all about negativity, and mine is full of admiration."

.

.

.

.

.





Blackthorn










Chapter 14























“Bagaimana Jaemin? Ada perkembangan?” tanya Minhyung suatu hari saat dia berkunjung ke kafe Mingyu bersama Haechan.

Jeno menjawab dengan gelengan, “Dia masih menolak saat ku hubungi.” Tatapannya lalu beralih pada Haechan, “Lalu kau masih berniat merahasiakan apa yang kau bicarakan dengan Jaemin waktu itu?”

“Aku tidak bermaksud menyembunyikannya, seperti yang sudah kubilang, aku hanya merasa itu harus dijelaskan sendiri oleh Jaemin kalau ingin masalah kalian selesai sampai akarnya.” bela Haechan, “Yang bisa kukatakan hanya perasaan Jaemin tidak pernah berubah. Jadi sebagai sahabat Jaemin, kuharap, tidak, ku mohon padamu agar tetap sabar menunggu.”

“Tanpa kau minta pun aku akan melakukannya.”

“Lalu Joohyun Noona bagaimana? Kapan dia melahirkan?” Tanya Minhyung mengganti topik karena tidak enak dengan wajah Jeno yang mulai terlihat masam. Anak itu ikon kafe ini, bisa bahaya kalau Mingyu kehilangan pelanggan karena salah satu daya tarik tempat itu kehilangan pamornya.

“Perkiraan dokter minggu ini. Jadi semalam Taesung Hyung atas bujukan saudara kembar Noona membawanya ke rumah sakit untuk jaga-jaga. Padahal Noona bilang dia belum mengalami kontraksi.”

“Lebih baik begitu. Akan lebih bahaya kalau Noona tiba-tiba kontraksi saat tidak ada orang di rumah.”

“Aku akan berkunjung nanti. Boleh, kan?” tanya Haechan.

“Datang saat Noona sudah melahirkan saja. Sekarang tidak ada yang bisa dilihat selain wanita berperut besar yang suka marah-marah.”

“Kau baru saja menjadi musuh semua wanita hamil, kau tahu? Salah-salah kau dimasukkan kembali  ke rahim  salah satu dari mereka.”

Mark tertawa sedangkan Jeno memberinya tatapan seolah Haechan adalah orang aneh.

Jeno melihat sekeliling lalu beranjak, “Aku kembali bekerja dulu. Panggil aku kalau kalian butuh sesuatu.”

Haechan terus memperhatikan Jeno saat pemuda itu melayani meja lain.

“Jangan melihatnya terus, ada aku di sebelahmu.” Tegur Minhyung.

“Aku tahu, Hyung sebesar ini mana mungkin aku tidak sadar. Aku melihatnya karena penasaran alasan dibalik apa yang ia lakukan sekarang. Awalnya kupikir dia melakukannya untuk menyembunyikan identitas tapi dia masih melakukannya bahkan setelah identitasnya dikenal publik. Bukankah bisa dibilang dia sedang membahayakan dirinya sekarang? Bagaimana kalau paparazzi menemukannya disini tanpa penjagaan?”

“Aku juga memikirkan hal yang sama. Tapi saat kutanya dia hanya bilang tempat bersembunyi yang paling aman adalah tempat para musuh paling mungkin berkeliaran.”

Blackthorn (NoMin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang