Blackthorn
.
.
.
'I always see myself as a Camellia, and everyone see the same.
But with you, I turn into a single foxglove...'
.
.
.
Chapter 13
“Ayo putus.”
Jeno bahkan belum selesai dengan pertanyaannya saat Jaemin mengatakan kalimat kejam itu. Tanpa aba-aba, tanpa peringatan, dengan hanya satu kalimat, Jeno dibuat bungkam.
Atau mungkin ada tapi Jeno melewatkannya?
“Putus?” setelah sekian lama dalam keheningan, hanya itu yang bisa Jeno tanyakan.
“Ya, putus.”
“Tapi kenapa?” tanya Jeno akhirnya setelah sembuh dari rasa terkejutnya.
“Aku hanya merasa hubungan ini tidak akan berhasil. Jadi sebelum kita terlalu bergantung satu sama lain, sebelum semuanya menjadi terlalu sakit, lebih baik kita akhiri saja.”
“Tidak, bukan itu yang kutanyakan.”
“Kau bertanya alasanku dan aku sudah memberimu jawaban.”
“Tidak, aku bertanya alasanmu yang sebenarnya.” elak Jeno, “Kau tidak akan memiliki pemikiran seperti itu tanpa sebab. Jadi Jaemin, sayang, katakan semuanya padaku dan kita bisa membicarakan semuanya tanpa omong kosong putus seperti yang kau katakan tadi. Ya?”
Jeno putus asa, Jaemin mengetahuinya hanya dengan melihat mata yang selalu menatapnya penuh puja itu. Tapi meski begitu, nada suaranya tetap lembut dan penuh pengertian seperti biasa alih-alih marah karena keputusan sepihak Jaemin.
“Sayang, kita bicarakan, ya? Apa aku melakukan kesalahan? Atau ada sesuatu yang mengusikmu? Kau bisa mengatakan semuanya padaku, hm?”
Bujukan itu tak pelak membuat Jaemin hampir luluh tapi dia harus teguh pada keputusannya, jadi dia menepis pelan tangan Jeno yang sedari tadi menggenggam tangannya.
“Kau tidak melakukan kesalahan. Ini semua murni karena aku sendiri yang ingin mengakhiri hubungan kita.”
“Lantas kenapa? Pasti ada alasan di balik semua itu. Tidak mungkin kau bangun tidur lalu tiba-tiba mengambil keputusan untuk putus. Jangan konyol, Na Jaemin!” cecar Jeno tanpa sadar meninggikan nada suaranya.
Jaemin terhenyak. Ini bukan kali pertama dia dibentak, tapi dia tidak mengerti kenapa mendengarnya dari Jeno rasanya sangat berbeda. Dia merasa amat sangat sedih sekarang.
“Maaf. Aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya bingung.”
Jaemin menggelengkan kepalanya.
“Kau benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita? Baik. Aku akan mengikuti maumu, asalkan kau mengatakan alasannya. Aku hanya ingin memahamimu, Jaemin-ah.”
Jeno menunggu. Meski dengan perasaan yang campur aduk, dia tetap mencoba sabar. Tatapannya tak lepas dari kekasihnya yang terus menunduk. Dan hanya dengan begitu dia makin yakin kalau bukan hanya dia yang merasa berat dengan keputusan itu, Jaemin juga sama, karena itu dia menolak menyerah sebelum Jaemin mengatakan dengan jelas alasannya. Tapi pria itu masih kukuh menolak menjawab pertanyaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blackthorn (NoMin)
FanfictionSeperti Dahlia Hitam yang kau lemparkan padaku, kuberikan Salvia Merah padanya. Dengan Yarrow di tangan, aku bertanya, "Apa arti Hyacinth kuning yang kau pegang?" Main Cast : - Lee Jeno, Na Jaemin of NCT Dream Other Cast : Member of NCT, Aespa, Str...
