Happy Reading
🚘
(21) Lagi 🚙
🚘
Matahari semakin naik dengan berbagai kendaraan semakin memenuhi jalan raya. di salah satu jalan tepat di depan lampu merah. Gyuvin, Yujin dan Jiwoong termenung di dalam mobil, mereka kembali memikirkan tentang informasi yang baru saja ibu Haejun berikan.
Di kursi belakang Yujin mendekap sebuah berkas di pelukannya dengan erat seolah hal itu adalah hidup dan matinya. Jiwoong sudah memastikan dan dia berkata bahwa itu adalah berkas yang sempat hilang saat penyelidikan di mulai.
Di tengah keheningan yang terjadi di antara mereka sebuah hal tiba-tiba saja terjadi, seseorang di sebuah mobil di samping mobil mereka tiba-tiba saja mengetuk kaca mobil yang sengaja Jiwoong tutup. Jiwoong menatapnya bingung saat seorang laki-laki di dalam itu menyuruhnya untuk menurunkan kaca mobilnya hingga Jiwoong dan Gyuvin saling memandang sesaat, namun kemudian Jiwoong menuruti permintaan itu tanpa berdiskusi lebih lanjut dengan Gyuvin maupun Yujin.
"HYUNG!" Seru Gyuvin dan Yujin bersama tepat setelah sebuah pistol di todongkan tepat di depan wajah Jiwoong.
Tanpa menunggu lama Gyuvin segera menginjak dalam pedal gasnya hingga sesuatu yang tak ia harapkan benar-benar tak terjadi di depan wajahnya, ia terus berusaha mengendalikan kemudi nya dengan kecepatan yang semakin tinggi.
Yujin melepas berkas di pelukannya dengan segera menggengam tangan Jiwoong yang mulai terasa dingin, Jiwoong bahkan masih tampak terpaku meskipun kini Gyuvin tengah mengendalikan mobil yang mereka tumpangi seperti orang gila.
"Hyung sadar lah...HYUNG KAMI MEMBUTUHKAN MU," ujar Yujin mulai ketakutan saat dilihat mobil itu terus mengejar mereka dari belakang, dan Gyuvin yang tampak semakin menggila bahkan tak henti menekan klakson untuk membuka jalan.
Jiwoong menghela napas dan segera menutup kembali kaca mobil yang masih terbuka lebar, ia balik menggengam tangan Yujin yang mulai berkeringat dan satu tangan lainnya untuk menepuk bahu Gyuvin untuk membuatnya tersadar dari rasa paniknya.
"Tengang lah semua akan baik-baik saja... Gyuvin-ah mau bertukar?"
Gyuvin menggelengkan kepalanya ia mulai sedikit tenang sekarang, namun hal itu tidak berlaku bagi kecepatan mobil yang ia kendarai yang masih melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Tetaplah tetang... aku akan mencoba menelepon Lyan Hyung dan... Yujin-ah akan ada kemungkinan aku tak bisa menghubungi Lyan Hyung, bisa bantu aku hubungi yang lain... siapapun itu," ujar Jiwoong yang lantas di patuhi keduanya.
Gyuvin mulai berkendara melewati jalan-jalan kecil yang bertujuan untuk mengecoh mereka yang masih mengikutinya bahkan Gyuvin tak segan untuk berkendara di depannya area sekolah yang saat itu ramai oleh anak-anak yang baru saja keluar dari area sekolah. Ia di teriaki sudah pasti, namun hal itu justru benar-benar membantu untuk memperlambat pelaku.
Yujin mengenggeledah tas bawaannya dan dengan segera menekan tombol untuk memulai video call group yang lantas membuat Jiwoong menatapnya takjub.
"Yujin-ah... aku bahkan tak terpikir sampai ke sana?" Ucap Jiwoong dengan tatapan bangga
Satu persatu mulai mengangkat panggilannya tanpa kecuali Hanbin yang kini tengah memiliki jadwal pribadi sebagai Mc di sebuah acara musik, Hao yang tampak tengah berada di luar serta Matthew dan Gunwook yang tampak duduk bersebelaha di sofa depan tv.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HOME
Fanfictionkalian adalah rumah kedua bagiku, rumah di mana aku bisa tersenyum, tertawa dan merasa bebas namun juga tempat di mana aku bisa merasakan takut dan menangis
