My Home
🥀
(17) Selalu Menjadi Yang Kedua
🥀
Di pagi hari saat suasana ruangan latihan tampak begitu ramai seorang trainee datang dan meminta izin untuk menemui salah satunya temannya, hingga akhirnya mereka bertemu dan dia hanya bisa menatapnya tanpa sepatah katapun.
"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Taerea menatap mata sang sahabat yang kini mulai berlinang air mata
"Min-kyu... sudah tiada," ucapnya dengan lirih yang lantas membuat Taerea mematung seketika. Tearea lantas tersenyum dan tertawa canggung menatap sahabatnya yang menangis semakin menjadi.
"Eey, jangan bercanda aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu, kami bahkan berencana untuk membuat kejutan ulang tahun untuk Seung Min... becanda mu sungguh keterlaluan Han," jawab Taerea namun ia hanya menggelengkan kepala dan kembali menangis.
Taerea mulai terbawa suasana dan menangis, ia mulai berpikir keras tentang kemungkinan besar bahwa temannya di hadapannya kini tengah bercanda padanya dengan menipunya.
Hanbin yang memperhatikan dari kejauhan mulai merasa keanehan dari suasana kedua orang yang kini hanya saling menunduk dengan bahu yang mulai bergetar, Hanbin memutuskan untuk menghampiri keduanya dan akhirnya di buat bingung dengan kondisi keduanya saat ini.
"Kalian kenapa?" tanya Hanbin yang lantas mendekati Taerea dan memeluknya erat ia dapat merasakan tubuhnya semakin bergetar dan isak tangisnya semakin terdengar.
"Hyung....," lirih Taerea yang lantas membuat Hanbin semakin memeluknya erat.
Sakit... suaranya terdengar sangat sakit, apa yang terjadi? Ingin rasanya Hanbin bertanya namun ia tau saat ini bukanlah saat yang tepat untuk ia bertanya, ia hanya dapat berusaha untuk menenangkan keduanya karena tak ada siapapun selain ia dan mereka berdua.
.
.
.
"Apa yang terjadi?" tanya Jiwoong dan Gunwook yang baru saja tiba
Mereka menatap Hanbin yang tampak kewalahan dan dengan segera Jiwoong menghampiri Han yang kini duduk di hadapan Hanbin dan Taerea, Gunwook masih terdiam di tempatnya dan segera tersadar saat Hanbin memanggil namanya.
"Hyung, ada apa ini?" tanya Gunwook yang lantas membuat Hanbin menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
"Tenanglah... lalu cerita kan pada ku apa yang terjadi, agar aku bisa mengerti,"j Jiwoong semakin mengencangkan pelukannya pada Han hingga akhirnya tak perlu waktu lama untuk membuatnya tenang.
Han menatap Taerea yang masih berusaha mengontrol tangisnya dan kembali memandang sekitarnya, ia menghela nafas kecil dan dengan gugup ia kembali menatap Taerea.
"Pihak kepolisian berhasil menemukannya kemarin, dan tadi pagi... menurut hasil identifikasi jasad itu... benar Min-kyu," lirih Han yang kembali membuat tangisan Taerea pecah.
Hanbin tampak terkejut mendengarnya hanya ada satu Min-kyu yang ia kenal di agensi ini dan Min-kyu yang ia kenal adalah sahabat baik Taerea, sekarang ia mengerti apa yang terjadi.
Jiwoong dan Gunwook saling memandang satu sama lain keduanya sama-sama terkejut dengan berita yang baru saja mereka dengar hingga akhirnya teriakan Hanbin mengalihkan lamunan keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HOME
Hayran Kurgukalian adalah rumah kedua bagiku, rumah di mana aku bisa tersenyum, tertawa dan merasa bebas namun juga tempat di mana aku bisa merasakan takut dan menangis
