MY HOME (PART 2)

18 4 0
                                        

Happy Reading


(23) Hasil dari tindakan 🫵

   Di Pagi berikutnya Gyuvin terbangun, ia berjalan dengan gontai menuju dapur, langkahnya berat dan wajahnya yang hanya menampilkan ekspresi datar jelas memperlihatkan kekesalannya yang belum mereda, ia mengambil segelas air dan tepat sebelum meninggalkan dapur suara dari obrolan Taerea dan Matthew menghentikan langkahnya.

"Maksudmu?" tanya Matthew menatap Taerea tak percaya

"Aku tak ingin menuduh tapi... saat melihat Yujin yang bersikeras menyingkirkan kue itu... aku jadi sedikit berpikir buruk, saat itu aku tak sengaja melihat dia menaburkan sesuatu pada kuenya, tapi... saat itu aku pikir itu hanya sekedar hiasan," ujar Taerea tampak meremat tangannya gugup, Matthew tampak menghela napas dan segera menatap ponselnya.

Gyuvin menyimpan gelas di genggamannya dengan keras mengalihkan perhatian keduanya pada Gyuvin yang tampak menegang menahan amarah.

"Dimana kuenya?" tanya Gyuvin yang lantas membuat Taerea dan Matthew menatapnya bingung

"Maksudmu?" tanya Taerea namun Gyuvin segera kembali ke arah dapur dan mengeledah seisi ruangan

"DIMANA KALIAN MENYIMPAN KUENYA?" seru Gyuvin yang kini tengah meneliti seisi dapur.

"Di bawah wastafel di dalam kantung keresek hitam," jawab Taerea yang lantas segera di temukan oleh Gyuvin.

Gyuvin menyimpan kantung berisi kue itu di atas meja dan segera berlari ke kamarnya. Tak berselang lama ia kembali keluar dengan stelan  pakaian yang berbeda, dan segera mengambil kantung itu lalu pergi tanpa sepatah katapun.

Taerea dan Matthew saling memandang bingung namun di sisi lain mereka pun tak dapat berbuat apapun, hal yang tak dapat mereka pungkiri saat ini hanyalah....

"Dia tampak menyeramkan saat marah," gumam Matthew yang lantas di setujui oleh Taerea yang masih duduk berhadapan dengannya.

.

.

.

Gyuvin pergi tanpa di ketahui kemana dan untuk apa, Matthew dan Taerea hanya dapat menjelaskan bagaimana keadaan Gyuvin sebelum benar-benar pergi meninggalkan asrama pada pagi itu. Handphone nya tak aktif dan tak ada kabar yang mereka dapatkan membuat mereka hanya dapat menyimpan rasa khawatir.

"Jadi bagaimana?" tanya Hao menatap seluruh member dengan tatapan bingung. Mereka harus segera pergi namun tak mungkin jika tanpa Gyuvin.

"Kalian duluan saja, kita bagi dua tim," jawab Taerea yang tampak cukup masuk akal untuk keadaan mereka saat ini.

"Jadi siapa yang akan tinggal?" tanya Hanbin dan Jiwoong,Taerea dan Yujin segera mengangkat tangannya dan memilih untuk tinggal dan menunggu Gyuvin tiba.

"Baiklah, kalau begitu kami duluan... kalian bersiap lah Lyan akan segera tiba dan jika Gyuvin sudah datang segeralah susul kami," ujar Teo yang segera memimpin seluruh member yang akan berangkat terlebih dahulu

Suasana hening seketika, Jiwoong kembali ke kamarnya begitupun dengan Yujin sedangkan Taerea yang sejak awal telah selesai bersiap hanya duduk di sofa depan tv sambil memainkan Smartphonenya.

Cukup lama menunggu Gyuvin akhirnya tiba, ia bergegas masuk dan langsung membuat Taerea terdiam menatap ekspresinya yang tak biasa.

"Mana yang lain?" tanya Gyuvin dengan datar

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 18 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MY HOME Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang