SC 81 Ekstra Part 🤭

1K 25 2
                                        

"Dekati dia jika dia mau"

🍥🍥🍥🍥

















































Bissmillahirahmannirahim

























Untuk pembaca setia SC mau Ana bikin ekstra Partnya. Jadi Ana udah buat nih sesuai yang di inginkan pembaca setia SC. Dan jangan lupa juga untuk membaca dua cerita Ana yang baru publis yaitu 'Asmara Cinta Dan Sejak Awal Kamu Takdir ku'

😊😊



























































Ceklek

" Assalamualaikum Ummi hiks hiks hiks"seorang anak laki-laki baru saja pulang ke rumah dalam keadaan menangis sesegukan membuat wanita cantik yang merupakan ibunya sedang memasak itu menghampiri putra kecil nya yang sedang menangis

"Ya Allah Arash sayang, ada apa? Kenapa kamu menangis? " tanya ummi nya lalu memeluk putranya

"Ummi hiks hiks" Anak laki-laki yang namanya Arash hanya bisa menangis dalam pelukan sang ibu tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya

Ummi nya melepaskan pelukan nya lalu menyeka air mata putra nya kemudian mengecup dahi sang putra.

"Lihat ummi, katakan kenapa kamu menangis?"

Arash yang kedua matanya sudah bengkak itu pun menatap dengan ekspresi lucu pada ummi nya

"Teman-teman Arash bilang kalau Arash nggak punya adik" jawab Arash dengan polos nya

Mia yang mendengar jawaban putranya hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan. Apa yang harus dia katakan pada putra nya itu, yang bisa memberikan jawaban yang pas hanyalah suaminya yaitu Ardan

"Ummi kenapa diam"

Mia menatap putra nya"Ummi hanya berfikir, jika Arash ingin punya adik maka Arash harus minta pada Abi sayang"

"Minta pada Abi? Tapi kata teman Arash, Arash harus minta sama ummi soalnya kata teman Arash ummi kan yang mengandung" ujar Arash

Mia terdiam sejenak seperti nya dia harus menelpon suaminya agar Ardan langsung yang berhadapan dan menjawab semua pertanyaan putra mereka.

"Begini sayang memang benar ummi yang mengandung tapi untuk adik itu harus ada em em bekerja sama dengan Abi sayang"jawab Mia dengan Hati-hati

"Kalau begitu ayo kita ketemu sama Abi ummi"Ajak Arash tidak sabaran

"Sayang, sekarang waktunya tidak tepat, kita tunggu Abi pulang ke rumah ya. Kan Arash tau kalau Abi itu sedang kerja" Mia memberikan pengertian pada putra nya yang berusia 8 tahun itu

Mendengar itu bukannya senang Arash malah menangis entahlah tidak biasanya Arash menangis seperti ini. Putra nya itu selalu menurut jika di berikan pengertian namun sekarang berbeda.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 03, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

sujud cintaku Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang