Suasana makan malam di kediaman Madara Uchiha kali ini terasa sangat hangat. Kedua tokoh utama beserta si bayi gembul dan pemilik rumah duduk di kursi, mengelilingi meja makan. Tersaji miso soup, ikan goreng yang disiram saos asam manis, ayam teriyaki, sawi putih yang direbus dan acar timun di atas meja. Oh, tak lupa semangkuk kecil yang sudah kosong, bekas bubur bayi juga ada di sana. Waktu makan malam saat ini dilatari celoteh riang dari si gembul yang juga tengah menyantap makanannya.
“Mam! Mam! Mam!” Kedua lengan gempal milik Menma bergerak-gerak; terangkat ke atas dan sesekali memukul meja sembari mulutnya tak berhenti mengulang kata yang sama.
Naruto mengusap mulut si gembul menggunakan tisu lalu menyendok lagi bubur yang dia masak sebelumnya yang segera dilahap Menma dengan girang. “Ha’i-ha’i. Menma-chan lapar sekali, hm? Tidak cukup satu ya ....” katanya berkomentar melihat wajah riang si bayi.
Iya. Si gembul yang sedang duduk miring di pangkuan ibunya tadi sudah menghabiskan satu mangkuk bubur bayi. Sekarang adalah mangkuk keduanya. Nafsu makan Menma sepertinya mengalami peningkatan setelah sakit. Mungkin karena selama di rumah sakit yang dikonsumsi hanya ASI, makanan instan, bubur buatan rumah sakit dan sesekali makanan yang dibawa oleh sang nyonya. Apa si gembul merindukan masakan ibunya, ya?
Sang Uchiha senior tertawa kecil. “Ternyata, dia punya nafsu makan yang besar.”
Naruto ingat, sewaktu pertama kali datang ke kediaman Madara, Menma juga makan banyak. Padahal sudah diberi makan sore hari—yang hari itu dia mesti berusaha menyuapi si gembul yang sedang merajuk—tapi, malah mencomoti makanan ayahnya saat makan malam. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang buruk. Malah menunjukkan si bayi memang mempunyai nafsu makan yang besar ketika berada di rumah kakek buyutnya. Segaris senyum terbit di bibir si pemuda pirang. Syukurlah.
“Iya. Menma-chan suka makan ya ....” Naruto meletak sendok yang dipegang kemudian mencubit pelan pipi gembil kemerahan Menma yang mengundang celoteh semangat dari si bayi.
“Abubuh! Abuh!”
“Ha’i, habiskan dulu yang ada di dalam mulutmu baru bicara,” sahut si pemuda pirang sembari membersihkan semburan bubur dari mulut si gembul.
Karena gemas, Naruto menjawil hidung mancung bayi gempal di pangkuannya yang kembali mengundang tawa girang.
Tentu saja kegiatan si pirang dan si gembul menjadi pemandangan yang menyenangkan untuk dua Uchiha berbeda generasi yang berada di ruangan yang sama. Melihat Menma yang ceria juga perhatian dari Naruto yang diberikan sepenuhnya pada si bayi membuat dua pria itu seakan menyantap makanan manis, penuh gula yang dibalur penyemangat. Keduanya tak dapat menyembunyikan senyum sewaktu memerhatikan Naruto dan Menma. Interaksi alami antara seorang ibu dan bayinya.
Entah mengapa kedua retina hitam milik dua pria yang menyandang marga sama tiba-tiba saling bersinggungan. Membuat mereka segera menghapus senyum yang terpatri dan mengalihkan tatapan. Seketika wajah semringah yang sempat tampak berganti ekspresi datar yang biasa ditunjukkan oleh Uchiha.
Madara berdeham. “Lihat, Sasuke. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau membuat cicitku masuk rumah sakit lagi,” katanya. Sengaja menyindir si pemuda raven yang duduk di sebelahnya.
Sasuke tidak menjawab, tetapi sudut bibirnya berkedut. Tentu sindiran secara langsung itu sangat memojokkan dirinya. Si raven sudah amat sangat menyadari kesalahannya. Siapa pula yang mau memasukkan putranya sendiri ke rumah sakit kalau tidak sakit? Mulai sekarang dia akan menjaga dan merawat si gembul sebagaimana yang pernah diajarkan oleh Naruto. Tapi, kalau memang bayi gempal tersebut butuh tenaga medis, pastinya Sasuke akan membawanya ke rumah sakit.
Contohnya, imunisasi.
Kan dia bukan orang gila yang akan menghamburkan uang hanya karena memanggil dokter ke rumah untuk mengimunisasi Menma. Meski dirinya mau saja melakukannya. Tapi, Sasuke masih waras dan dapat berpikir logis juga rasional. Nanti malah Menma yang dicap punya ayah sakit jiwa. Masa bayi tampan itu punya ayah gila. Keturunan Uchiha pula. Pastinya mencoreng harkat serta martabat seorang Uchiha Sasuke.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heart [3]
FanfictionKediaman Uchiha dibuat gempar ketika sesosok bayi berambut ravenㅡyang merupakan ciri khas keluarga berlambang kipas iniㅡmuncul di depan pintu rumah. Ditambah secarik kertas yang berisikan tulisan; Uchiha Menma. Anakmu, Uchiha Sasuke. Oㅡwow! Seisi ru...
![Heart [3]](https://img.wattpad.com/cover/115609972-64-k33534.jpg)