“Ini Hinata. Kalian sudah bertemu sebelumnya, kan?”
Pemuda bersurai pirang yang dipertemukan dengan seorang gadis cantik berambut ungu mengangguk. Dia sudah tahu siapa gadis itu–sedikit karakternya dan kenapa si gadis berada di kediaman Uchiha pagi-pagi sekali. Sebelumnya Tuan Fugaku sudah memberitahu Naruto perihal yang terjadi di pertemuan bersama klan Hyuuga–yang menurutnya si pirang berhak tahu sebab berhubungan dengan si gembul. Dan si pirang bisa mempersiapkan diri untuk bertemu Hinata yang katanya mau belajar menjaga Menma.
Si raven muda yang membawa Hinata beralih ke si gadis berambut ungu, “Ini adalah Naruto. Partnerku.” Untuk mengurus Menma, dia melanjut dalam hati. Membuat dua orang berbeda gender di dekatnya terkejut. Biar saja. Sasuke tidak perduli jika salah satu dari mereka salah paham. Toh, yang dimaksud benar–meski konteksnya berbeda.
Si pirang menunduk. Bukan untuk menyapa gadis ungu di sebelah si tuan muda, melainkan menyembunyikan raut wajah yang pasti jelas memperlihatkan kaget. Ditambah dentum organ di dada bertambah cepat karena ucapan tak di saring–asal nyablak–si raven muda. Mereka kan tidak berusaha menipu Hinata atau apa pun, kenapa malah mengatakannya begitu? Cukup diakui sebagai pengasuh dan meluruskan kesalahpahaman. Kalau begini, Naruto jadi takut berhadapan dengan gadis yang mengaku calon istri si tuan muda.
Sementara Hinata menatap lelaki bersurai pirang di depannya dengan kening berkerut. Partner? Sasuke mengakui partner? Mereka partner sungguhan? Tidak mungkin! Tak mungkin Sasuke memberikan kesempatan pada orang lain jika dia sudah memiliki partner. Ah, pasti ada pihak yang tidak setuju. Asumsi tersebut melintas di benak Hinata. Mungkin kedua orang tua si raven. Berarti kesempatannya menjadi Nyonya Uchiha masih besar.
Pupil unik yang semula terlihat terkejut kini memandang lelaki di depannya dengan sorot datar. Air muka si gadis ungu berubah. Dia akan mengambil hati orang-orang yang tak menyukai laki-laki itu dan menendangnya keluar dari sini. Hinata menyusun rencana dalam kepalanya. Dia akan membuktikan bila dirinyalah yang tepat menjadi pendamping Sasuke.
Bungsu Uchiha ini melirik si gadis ungu, “Kau datang ke sini karena keinginanmu. Jadi, jangan gunakan klanmu untuk merendahkan siapa pun di sini.” Katanya kini melihat sepenuhnya pada Hinata, “Statusmu cuma gadis biasa.”
Hinata tidak menyahut. Kesombongan yang sempat muncul mendadak hilang karena aura intimidasi yang ditunjukkan oleh si raven muda. Bahkan gadis ini dibuat tidak berkutik setelahnya. Well, Hinata memang berasal dari keluarga terpandang–sama dengan Uchiha–pun dia dikenal sebagai gadis yang berkelas dan dikagumi banyak orang. Menjadi pusat perhatian serta sering mendapatkan undangan dari pria-pria yang tertarik padanya–meski dia jadikan sebagai rekan bisnis biasa. Dia punya harga diri yang tinggi. Juga dia adalah teman seangkatan lelaki yang disukainya itu. Mereka berada di level yang sama, menurutnya. Namun, hawa yang ditunjukkan oleh Sasuke barusan tidak bisa dia lawan.
“Ajari dia.” Kata si raven muda kemudian berlalu. Keluar dari kamar. Meninggalkan kedua orang itu.
Ah, mereka berada di dalam kamar si gembul–yang baru selesai dimandikan dan di dandani oleh si pengasuh–yang masih berada di atas ranjang sambil bermain-main sendir. Si gembul sedang berada di masa belajar untuk merangkak. Meski belum berhasil, namun sesekali dia berhasil berpindah posisi.
Naruto tersenyum canggung. Masih merasa tak enak karena ucapan sang tuan muda yang membuat salah paham. “Mari, nona.” Katanya kemudian berbalik untuk melihat si gembul yang mesti di beri makan.
Bayi gendut menggemaskan minta di cubit itu di ranjang sedang bertelungkup dengan bokong yang naik dan kepala menempel di kasur. Sesekali berguling ke kiri atau ke kanan karena merasa bosan tak berhasil melakukan apa yang diinginkan. Tapi, Menma bukan baby yang gampang menyerah! Si gembul akan mencoba lagi dan lagi! Membuat sheet yang terpasang berantakan dan posisi awalnya berada di tengah, kini sudah berada di sudut kasur. Membuat senyum si pirang yang menghampiri mengembang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heart [3]
FanfictionKediaman Uchiha dibuat gempar ketika sesosok bayi berambut ravenㅡyang merupakan ciri khas keluarga berlambang kipas iniㅡmuncul di depan pintu rumah. Ditambah secarik kertas yang berisikan tulisan; Uchiha Menma. Anakmu, Uchiha Sasuke. Oㅡwow! Seisi ru...
![Heart [3]](https://img.wattpad.com/cover/115609972-64-k33534.jpg)