Hayoung's Pov
1 Januari 2016 merupakan tanggal bersejarah bagiku karena akhirnya penderitaan yang diakibatkan kedua orangtuaku yang super overprotective itu akhirnya terlepas juga!
selama 25 tahun aku memimpikan saat-saat seperti ini tinggal di apartemen sendiri tanpa ada yang mengganggu dan melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan pembantu yang dibayar orangtuaku aku ingin mulai belajar untuk menjadi lebih mandiri!Fighting!.
Perkenalkan namaku Oh Hayoung, umurku 25 tahun dan mulai hari ini aku pindah untuk tinggal sendiri tanpa ada pembantu dan orang lain. Akhirnya aku bisa pergi dengan teman-temanku tanpa ada ganggun dari bodyguard yang terus menjagaku, bayangkan bagaimana rasanya jika pergi dengan teman-teman yang semuanya cewek kemudian ada bodyguard cowok yang terus manjagaku sehingga kami tidak pernah leluasa ngobrol dan menggossip. bila ada teman cowok yang ikut aku tidak boleh ikut dan masih banyak hal lain yang terlalu banyak untuk disebutkan.
Mulai hari ini semuanya akan berubah hahahaha... tetapi aku harus tetap menjalankan "misi" yang kedua orangtuaku berikan kepadaku dan semoga hal itu akan berjalan lancar supaya mereka tahu kalau aku bisa hidup mandiri dan tidak perlu bantuan bodyguard ataupun pembantu yang selalu mengikutiku kemana saja sampai-sampai aku tidak mempunyai waktu untuk diriku sendiri karena harus ada orang di sekitarku. coba bayangkan bagaimana rasanya menjadi diriku.
Akhirnya semua selesai juga
"capek, akhirnya semuanya selesai tanpa ada masalah dan semua barangsudah disusun di tempatnya, akhirnya mandi juga aku takut nanti lalat akan pingsan kalau dekat denganku hahahaha...."
aku tertawa dengan santainya aku membawa baju-baju yang akan kugunakan setelah selesai mandi. Saatnya mulai untuk konser tunggal untuk diriku sendiri yahoo!.
Namun, ketika aku sedang mandi ada suara pintu apartemen yg terbuka, aku sangat takut namun aku mengingat kalau yang mengetahui kode pintu itu hanya orangtuaku dengan hanya melilitkan handuk di sekitar tubuh dan rambutku Kemudian aku berlari dan keluar kamar mandi sambil berteriak
"MAMA PAPA AKHIRNYA DATANG JUGA AKU MERIND-"
kata-kataku terpotong ketika yang aku liat bukanlah kedua orangtuaku melainkan seorang pria dengan menggunakan baju formal yang mungkin berumur 2-3 tahun diatasku yang melihatku dengan ekspresi bingung dan terkejut begitu pula ekspresi yang aku perlihatkan dan tentu saja aku refleks untuk berteriak dan dengan sigap aku menendang pria itu seperti yang sering aku lakukan tempat bela diriku.
perubahan ekspresinya sangat jelas dari yang awalnya bingung hingga sangat terkejut dan mungkin kesakitan(?).
kemudian yang aku tidak perkirakan adalah dia pingsan dan jatuh di depanku dan menimpaku.
dia pria yang lebih tinggi dan berat bagaimana caranya supaya aku dapat mengangkatnya? sebelum itu aku lepas dari dia dulu kemudian... oh ya! daripada mengangkat dia yang berat dan tinggi lebih baik aku menyeretnya saja hahaha... toh orangnya juga tidak tau kan dia lagi pingsan tapi... sebelum itu sepertinya aku harus mengenakan baju terlebih dahulu terlalu berbahaya kalau hanya pakai handuk bisa-bisa handuk ini lepas. Aku ke kamar memakai baju kemudian mulai menyeretnya.
setelah 10 menit menyeretnya badan terasa sakit sekali padahal jarak sofa dari tempat dia jatuh cuma 3 meter serasa menaik karung beras ( padahal belum pernah mencoba mengangkatnya) inginnya kujatuhkan saja namun kasihan dan akhirnya sampai di sofa fiuh.. akhirnya aku bisa melihat jelas wajah dari pria itu dan aku hanya dapat berkata kalau dia sangat tampan dan tidak bisa diungkapkan dengan kata lain.
tapi yang masih ada di pikiranku adalah bagaimana cara dia mengetahui pin rumahku yang seharusnya hanya diketahui oleh aku dan orangtuaku hmmm... orang yang sangat mencurigakan atau jangan-jangan dia stalker.
namun ketenanganku saat melihat "pemandangan baru" terganggu dengan bunyi bel dari pintu rumahku kemudian ada bunyi lain yang sangat membuatku cemas yaitu bunyi pin apartemenku yang dibuka yang tentu saja itu dari orangtuaku!!
bagaimana ini!? apakah aku harus menaruhnya di lemari? apakah harus kutaruh di teras? mungkin tong sampah juga cocok! (hahaha) sudah la mungkin yang paling aman kuseret ke kamarku semoga orangtuaku tidak membongkar isi apartemen ini setelah kuseret dan kutaruh di lantai aku langsung lari menghampiri kedua orangtuaku yang menunggu di ruang tamu.
"hayoungah..., kamu dari mana? mama dan papa panggil dari tadi kok baru muncul?" kata ibuku. "eee..., tidak ma tadi aku baru selesai mandi dan baru mengenakan pakaian masa hayoung harus berlari tanpa mengenakan baju hehehe..." aduhh bodoh! kenapa aku gugup tadi semoga mereka tidak tahu kalau aku membohongi mereka.
"bagaimana apartemen barumu? sudah merasa nyaman disini?" kata ayahku. "sudah pa disini sangat tenang dan nyaman pemandangan dari teras kamarku juga sangat bagus"
uppss.. aduh! kenapa aku harus mengatakan hal itu nanti kalau mereka ingin ke teras kamarku dan melihat ada pria disana, mau taruh dimana mukaku?! atau mungkin aku akan dimarahi habis-habisan! ya Tuhan tolong selamatkan hambamu ini! aku takut orangtuaku salah paham dan memunculkan masalah yang besar.
"hhmm... baguslah kalau begitu, papa juga mau lihat kamarmu" nah kan. bagaimana ini sepertinya sisa waktuku hanya tinggal beberapa jam lagi bye2 semuanya T_T.
aku harus cari alasan "tapi pa aku sudah lapar papa dan mama mau aku masakkan sesuatu"kataku kemudian ibuku berkata
"kamu bisa masak? sejak kapan?"
" sejak... dulu lah masa mama tidak tahu sih hehehe..."
jawabku dengan gugup padahal aku baru belajar masak dari 2 hari yang lalu setidaknya aku bisa menggoreng telur tidak gosong seperti dulu
"tapi kayaknya aku kangen masakan mama, jadi mama yang masak ya please....". setidaknya aku bisa mengulur sedikit waktu terimakasih Tuhan.setelah selesai makan masakan yang dibuat oleh mamaku keringat di pelipisku mulai muncul lagi aku sangat ketakutan bagaimana tidak, aku tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh ibu dan ayahku selanjutnya semoga mereka tidak jadi ke kamarku!.
"ahhh.. apartemenmu sangat bagus papa sudah tidak ragu lagi memang tempat ini sangat cocok buatmu dan untuk menjalankan misi kita" kata ayahku.Tak lama kedua orangtuaku pulang ke rumah mereka setelah mereka merasa aku akan aman untuk tinggal disana. untungnya mereka tidak masuk ke kamarku kalau tidak mau diataruh dimana mukaku ini kalau terlihat ada pria mungkin mereka tidak akan pernah melepas ataupun mengeluarkan aku dari rumah mereka atau mungkin aku tidak pernah akan ditinggal sendirian selamanya. Aku mulai memasuki kamarku dan pria itu hilang bahkan tidak ada jejaknya sama sekali.
"Apakah dia hantu? atau halusinasiku?" kataku dengan muka terkejut dan aku mulai ketakutan....author's note
ini adalah cerita pertama saya dan pertama kalinya post dan masih sangat amatir dalam bidang membuat cerita dalam tulisan karena lebih sering membuat cerita dalam bentuk khayalan/ imajinasi hehehe.. maaf bila banyak kesalahan dalam penulisan dan ceritanya sulit untuk dimengerti ini pure 100% dari imajinasi sendiri!!
Happy Chinese New Year!! for everyone who celebrate it! Terima kasih buat vote dan commentnya ya!

KAMU SEDANG MEMBACA
The Door
FanfictionPintu yang menghubungkan hidup mereka untuk menjadi sesuatu yang tak terduga maaf gaje baru pertama kali tulis cerita maaf kalau banyak penulisan yang salah atau typo