Chapter 3: Stop!!

1.9K 146 2
                                    

Happy Reading! Terima kasih buat vote dan commentnya!

_

Hayoung's POV

Apa-apaan pria ini aku tidak bisa melihat dengan jelas jika aku tidak memakai kacamata!

"tapi.."
"tidak ada tapi-tapian lepaskan saja aku tahu kamu bisa melihat tanpa kacamata!"
"maaf pak tapi saya tidak bisa melihat jelas bisa melihat jelas bila tidak ada kacamata!"

kemudian dia terdiam dasar orang ini sok kenal banget!! haahhh..... lebih baik aku pulang dan istirahat supaya aku bisa semangat memulai kerja besok daripada harus berdiam diri disini dengan orang yang terdiam memandangku ini (wah! aku ada fans sampai dipandangi terus hahaha).

Sehun's POV

sial! aku kira dia itu menggunakan kacamata untuk menyamarkan diri dariku supaya aku tidak mengenalnya sekarang apa yang harus aku lakukan! dan sekarang aku hanya bisa memandanginya tanpa bisa berkata apa-apa lebih baik aku menyuruhnya pulang saja!. ya! benar juga ide itu dan mungkin aku akan memulai membalas dendamku besok karena badanku sekarang masih sangat sakit karena badanku diseret sama orang aneh satu ini!

"Baiklah Oh Hayoung kamu diterima disini dan besok akan mulai bekerja, kamu boleh pulang dan besok kamu harus datang 7.00 tidak boleh terlambat!" kataku
"tapi, bukannya seharusnya masuk karyawan jam 9.00 ya pak?"
"kamu benar tapi kamu kan special jadi kami harus datang lebih pagi dari mereka"
"baiklah... pak sehun besok saya akan memulai pekerjaan saya sebagai assisten bapak" kemudian perempuan itu keluar dari ruanganku tanpa memberi bossnya ini senyum sama sekali, ck dasar tidak sopan.

"special? apa-apaan laki-laki itu! memangnya aku nasi goreng apa pakai special-special?!" dengarku dari dari luar pintu sepertinya dia orang yang berisik.
aku menggelengkan kepalaku kemudian kembali melakukan kerjaanku yang sempat tertunda.

pukul 19.00 KST

Hoam.. hari yang melelahkan banyak meeting dan banyak proyek yang harus aku kerjakan. Akhirnya sampai juga ke apartemenku dengan cepat aku naik lift yang tadi sudah hampir tertutup untungnya masih bisa masuk. aku melihat muka yang aku kenal di dalam lift itu.

Oh Hayoung

dengan baju casual sambil membawa seekor anjing ras pomerian yang sangat lucu (menurutku) dengan muka yang polos ingin sekali aku memeluknya. Kemudian aku tersadar dan melihat majikan dari anjing itu, mukanya sangat memyeramkan seperti anjing yang ingin menggigit orang lain. Tunggu dulu, bukannya seharusnya ekspresi anjing dan majikan itu terbalik ya?

Sudahlah lebih baik aku lupakan saja daripada nanti aku digigit oleh majikannya hiiii.... seram. aku hanya menunggu sampai lantai 6 dimana apartemen kami berada. tetapi kok rasanya lama sekali ya? apalagi di lift ini cuma ada kami berdua beserta anjing pom itu canggung sekali lebih baik aku diam saja dan menunggu lift tiba di lantai 6.

TING! akhirnya sampai juga, namun sebagai seorang gantleman aku menyuruhnya untuk keluar terlebih dahulu.

akhirnya aku sampai di apartemenku juga kemudian aku melewati pintu apartemen wanita aneh itu, seperti ada magnet yang menarikku aku sekarang berdiri di depan pintu apartemennya kemudian tangan kananku memegang daguku dan berfikir bagaimana kemarin aku masuk ke apartemen dia? apa jangan-jangan pin apartemen kami sama? bagaimana ini pin pintu di apartemen ini kan tidak bisa diganti!

dan di saat yang tidak terduga atau yang tidak diinginkan wanita aneh itu keluar dari pintu apartemennya dengan ekspresi yang sangat terkejut.

Hayoung's POV

The DoorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang