"Lo kenapa deh banyak diemnya? Kan udah gua umpan lambung berkali-kali tadi." Gerutu Dimas memukul tangan Sammy pelan.
"Gak kenapa-kenapa gua bingung pada ngomong bahasa kedokteran. 10 menit lebih lama disana gua bisa berbusa," sangkal Sammy. Kenyataannya ia bergeming, terpaku menangkap sosok indah yang menarik kesadarannya.
"Jadi gimana, lo mau nongkrong lagi di kantin? Atau kita main-main ke fakultas lain nih?"
Sammy berfikir sejenak, "Enggak deh Dim, gua balik aja. Lo masih mau di kampus? Apa mau ikut gua? Gua mau nengokin pacar pertama gua di bengkel."
"Belom selesai emang? Mas Mirza udah gak sanggup ngurus nenek-nenek penyakitan ya? Hahaha.." Dimas hanya menggoda Sammy yang selalu mengibaratkan koleksi motornya sebagai pacar-pacarnya.
"Ini gua mau sms Mas Mirza nanyain. Ikut gak lo? Gua bawa si stormtrooper jadi bisa boncengan kita." Sammy menjuluki Vespa Primavera miliknya dengan sebutan pasukan galactic empire pada film Star Wars dikarenakan kombinasi warna putih beraksen hitam dan gantungan kunci dari Vespa-nya.
"Tumben lo gak bawa motor Triumph lo? Gua mau cod (baca: cash on delivery) kamera sama angkatan 2010 kemarin chat whatsapp gua ngajak transaksi."
"Tadi dia curhat sama gua pagi-pagi masih ngantuk, yaudah gua bawa stormtrooper deh. Eh jangan lupa foto-foto sama anak-anak pas Distinguished Gentleman Ride kemaren lo kirim via e-mail ke Jape biar bisa dia edit," sahut Sammy.
Keduanya bersalaman lalu seperti sedang duel pedang yang menjadi gaya khas mereka saat bertemu atau berpamitan dan berjalan ke dua arah yang berbeda.
***
Text Message
Mon, 2 Nov, 15:13
Ke bengkel sini mas bro, darurat.
Membaca sms berbunyi darurat dari mekanik kesayangannya, Sammy bergegas ke parkiran fakultasnya untuk mengambil skuter miliknya dan segera menuju ke bengkel langganannya.
Di jalan sesekali ia tersenyum-senyum sendiri membayangkan kejadian tadi. Entah mengapa, Sammy tak pernah punya keberanian untuk menanyakan nomor ponsel perempuan yang ia suka. Dalam hati ia menantang takdirnya, kalau memang konsep jodoh itu benar adanya ia pasti akan bertemu lagi dengan Nadhira.
Berhati-hatilah dengan apa yang kamu minta..
*Bruak*
Ban depan skuter Sammy mencium trotoar, tubuhnya pun terangkat ke udara. Sebelum aspal menyambutnya, ia masih semoat menggunakan kakinya untuk menopang skuternya agar tak ikut tersungkur. Ia melihat ke sekeliling berharap tak ada yang wajah familiar yang melihatnya jatuh dengan muka paniknya. Terlebih karena alasannya termenung memikirkan wanita. Ia bergegas memeriksa skuternya, tak memikirkan celananya yang terkoyak karena terseret aspal.
Cinta Sammy pada motor-motornya memang terkadang berlebihan. Pernah di satu pagi Dimas menangkap basah Sammy sedang mengajak motor-motornya bicara sambil menawarkan kopi dan rokok bak sesajen. "Hai sayangnya akuuu.. Udah pada ngopi sama ngerokok belooom? Siapa yang mau ikut jalan-jalan hari ini?"
'Sinting nih sohib gua kelamaan jomblo. Kebanyakan diajak halusinasi sama Andhika sih,' batin Dimas.
Sammy duduk di trotoar berusaha mengatur nafasnya. Setelah merasa lebih baik, ia membakar sebatang rokok, naik ke atas skuternya, dan melanjutkan perjalanan ke bengkelnya pelan-pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Proxima Centauri
Romance(This story is private-ed, beberapa chapter mungkin tak tersedia jika belum following) "Aku tidak pernah merasa kalau jodoh itu benar-benar ada." "Aku yakin jodoh itu ada." Semesta selalu punya cara dalam memberi pelajaran pada manusia yang hidup di...
