Chapter XIII: I Dare You

22.1K 2.1K 207
                                        

"Yah gitu sih mainannya," Nydo sewot.

"Kita udah hampir tiga tahun bareng-bareng serumah, masa' masih ada yang ditutupin. Ayolah ayolah.." Jape sedikit merayu dengan mencolek-colek dagu Nydo.

"Yaudahlah ya.. Gua udah rela rahasia gua kebongkar," Nydo cuma bisa pasrah.

"Kan bisa dare kalo gak mau truth? But trust me my friend, you better choose the truth." Dimas sepertinya sudah menyiapkan rencana busuk.

"To? Ga? Sam? Ndien? You're in?"

Semua hanya mengangguk menyerah. Putri sudah membawa botol sirup kosong dari dapur dan meletakanya di atas meja. Saat Putri siap-siap memutar botolnya, Dimas terus menginterupsinya.

"Bentar! Bentar! Bentar! Sam tukeran tempat duduk sama gua! Eh enggak, gua disana aja deh! Iya puter Put. Eh ntar dulu, ntar dulu! Hahahaha.." Padahal tadi Dimas paling semangat, tapi kenapa tiba-tiba jadi gugup sendiri?

"Udah siap?" Putri bertanya kepada semua peserta dan bersiap memutar botolnya.

"Eh bentar, ini peraturan truth or dare-nya gimana?" Lagi-lagi Putri diinterupsi, kali ini oleh Nydo.

"Oh iya, ini botol kan gua puter. Terus nanti kemana ujung botol ini nunjuk, dia yang dapet kesempatan milih siapapun yang mau dia tantang truth or dare. Gitu Do, udah ngerti?"

"Hmm.. Ya ya.. Yaudah lanjutin Put."

Baru bergerak sedikit, Dimas menginterupsinya lagi.

"Eh ntar dulu, ntar dulu!"

"Dimas! Gua lempar nih botol!" Putri sewot.

Akhirnya tidak ada lagi yang menginterupsi Putri. Begitu ia memutar botolnya, Dimas langsung bersembunyi di balik punggung Nydo. Semuanya langsung deg-degan menunggu ujung botolnya berhenti menunjuk siapa.

"Aaaaaaa! Aaaaaa! Aaaaa! Siapa itu siapa!" Dimas teriak-teriak menunjuk botolnya seperti baru lihat kuntilanak.

"Dimas! Muka Zac Efron nyali Si Cecep. Turunin aja tuh mohawk, naikin belakangnya tiga helai kayak dia." Sumpah rasanya mulutnya Dimas mau Putri sumpal pakai botol. Akhirnya botolnya berhenti berputar.

"Lah, gua?" Kunto menunjuk dirinya seperti tak percaya.

"Lo mau tantang siapa To?" Andien langsung antusias.

"Sammy deh."

*deg*

"Lah kenapa gua To? Gara-gara tadi langsung cuci tangan abis lo cium ya To? Yah jangan sedih To."

"Truth or dare, Sam?" Putri langsung menodong Sammy.

"Truth. Man up dong." Sammy sok-sok menantang.

Semuanya tidak bersuara, dalam hati mungkin mereka berharap Kunto menanyakan hal-hal yang masih misterius di kehidupan Sammy. Perasaannya pada Andien contohnya.

"Oke. Nantangin lo Sam?" Kunto berkata sinis.

Semua yang ada di ruangan deg-degan menunggu pertanyaan Kunto.

***

"Sammy lebih sayang sama papi atau mami?"

Proxima CentauriTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang