Andien menunggu kedatangan Sammy dengan resah, sudah seminggu lebih ia berusaha untuk tak bertemu dengan Sammy. Ia selalu menolak ajakan Putri ke Kotak Amal. Hari ini Putri berkata untuk tidak ke Kotak Amal karena Nadhira ada disana, diperingatkan seperti itu Andien justru geregetan. Ia sudah tak bisa menahannya, seberapapun ia berusaha melawan ia tak bisa menutupi rindunya kepada Sammy.
Tak sabar, Andien akhirnya menunggu Sammy di pelataran depan kosnya. Ia tak mau menunggu lama untuk melihat wajah kikuk lelaki yang begitu ia rindukan. Senyumnya mulai mengembang melihat mobil hitam masuk ke area parkiran kosannya. 'Mungkin Sammy pinjam mobil Dimas,' batinnya.
Ia pun bergegas menghampiri dan buru-buru membuka pintunya, "Hai katanya ada yang order uber taxi?" ujar Dimas saat Andien membuka pintu mobilnya. Andien pun kaget melihat Dimas, bukan Sammy yang menyambutnya di dalam mobil.
Andien duduk di jok penumpang bertanya-tanya, akhirnya bertanya pada Sammy langsung.
Sherandien Santika: Kenapa Dimas yang jemput gua?
Samudra Alfaruq H.: Maaf ya Ndien, i'd love to, but Dimas deserved a chance.
Sherandien Santika: But, i miss you.
Samudra Alfaruq H.: I miss you too, i'll see you as soon as we're ready to let go of each other's feeling.
Sherandien Santika: :)
Dimas terlihat kecewa pada Andien yang mendiamkannya. Tak sadar diperhatikan oleh Andien yang tersenyum ke arahnya. "Red Foo, apa kabar? Kapan ngeluarin single baru?" ujar Andien menggoda Dimas merujuk pada kejadian di Malang Town Square beberapa hari lalu.
"Jangan bilang lo udah liat?" tanya Dimas malu. Andien adalah orang terakhir yang ia harapkan melihat video tersebut.
"Every single second of it," ucap Andien terkekeh. "Kok mau sih Diiim disuruh-suruh Sammy kayak gitu?" tanyanya lagi.
'If only you knew Ndien,' Dimas berkata dalam hati. "Gak papaaa kan mau bikin Andien ketawa.." ujar Dimas menggoda Andien di sebelahnya.
***
"Kita gak pernah ya jalan berdua doang?" seru Andien.
"Hehe iya Ndien, you ready for our first time of many?" tanya Dimas percaya diri.
Entah mengapa Andien tersipu-sipu mendengar pertanyaan Dimas. Pelan-pelan, ia mulai memberi kesempatan pada Dimas. "Kemana aja Dim yang belom pernah, mau nyoba sesuatu yang baru!" serunya.
Entah mengapa Dimas menangkap kata-kata Andien seperti sebuah kode. 'Sesuatu yang baru' kata Andien. "Yaudah nurut setir gua belok kemana aja ya," ucap Dimas menutup mata dengan telapak tangannya.
"Dimaaaaas!" teriak Andien spontan memegang setir.
"Hahahaha.. You should see your face," Dimas terkekeh.
"Ih Dimas mah, malah ketawa lagi."
"Gak papa daripada bikin Andien nangis."
Andien tersenyum mendengar pernyataan Dimas. Memang Dimas yang selalu ada ketika Andien bersedih, Dimas dengan spontanitas dan tingkah minusnya selalu membuat Andien ceria, ia baru menyadari itu. Selama ini, memang Dimas yang selalu ada untuknya. 'Makasih ya Dim.'
KAMU SEDANG MEMBACA
Proxima Centauri
Romance(This story is private-ed, beberapa chapter mungkin tak tersedia jika belum following) "Aku tidak pernah merasa kalau jodoh itu benar-benar ada." "Aku yakin jodoh itu ada." Semesta selalu punya cara dalam memberi pelajaran pada manusia yang hidup di...
