"Aku kira kamu baru kesini abis seminar proposal? Terus kamu bisa kenal Putri darimana?" tanya Sammy.
"I can't wait to meet this furbaaall! Waktu itu aku sama Nia ke kedainya dia terus kenalan deh," jawab Nadhira sambil mengelus-ngelus Chewie di pangkuannya.
"Biasanya si Chewie suka songong ke orang-orang yang baru ia kenal. Sama kamu langsung manja banget dia," ujar Sammy melihat kucingnya yang terus mendengkur keenakkan.
Tiba-tiba handphone Nadhira berbunyi, ia melihat layarnya lalu meminta izin kepada Sammy untuk mengangkat teleponnya. Sammy penasaran kenapa Nadhira harus menerima teleponnya di teras, tapi merasa ia masih bukan siapa-siapa Nadhira, ia tak mau mempermasalahkannya.
"Nadhira kemana Sam?" tanya Putri yang baru saja selesai mencuci piring dan membuat dessert di dapur. Ia ingin Nadhira mencicipi Oreo cheesecake buatannya karena tahu dari Sammy kalau Nadhira suka sekali dengan Oreo.
"Ngangkat telepon Put, di teras," jawab Sammy datar. Putri akhirnya beranjak ke arah teras menghampiri Nadhira. Ia melihat Nadhira duduk di kursi teras dengan raut wajah sedikit resah.
"Kenapa Nad? Sammy gak ngapa-ngapain lo kan?"
"He won't hurt me. Bukan Sammy Put," jawab Nadhira lirih. Nadhira tidak menyebutkan hal lainnya, tapi Putri melihat matanya seperti ia butuh tempat untuk mencurahkan hatinya.
"I'm a good listener, Nad. Cake, nice weather, all we need is tea and we can have a proper sisterhood talk," ujar Putri berusaha membuat Nadhira lebih nyaman untuk menceritakan keluh kesahnya. Putri menyendok sedikit potongan kue ke mulutnya dan menyodorkan sendoknya kepada Nadhira. Nadhira akhirnya mulai tersenyum dan mencicipi kue buatannya.
"Enak banget! Kok lo tahu sih gua suka Oreo?" tanya Nadhira.
"Awalnya Sammy minta ajarin buat bikin cheesecake ini. Tapi emang dasarnya dia gak bakat di dapur, air direbus sama dia aja bisa gosong, hasil kuenya jadi absurd banget. I gave him a point for trying and made it myself for you instead," jawab Putri terkekeh.
Sammy, pikiran Nadhira dipenuhi oleh eksistensinya. Tatapannya yang teduh dan menghangatkan jiwa. Tingkah kikuknya yang mengundang gelak tawa. Segala kejutan dan kata-kata manisnya yang tak pernah gagal mengembangkan senyum manis Nadhira. Ia suka segala sesuatu tentang Samudra. Ia membenci dirinya yang belum bisa memberikan seutuh hatinya. Tak terasa bulir air mata mulai turun dari pelupuk matanya.
"I wanna love him so bad, Put."
"I know you do sweetheart."
"Kenapa sih orang ini gak mau pergi dari hidup gua? Why am i keep answering his calls and replying his texts?"
"Hati memang susah ditebak Nad. Gua aja pernah mikir walaupun Jape ngeduain gua, i couldn't bring myself to hate him. Bagaimanapun mantan lo sempet ada di hati lo untuk sekian lama. Lo butuh waktu untuk restart dan membersihkan segala sesuatu tentang dia dari sistem lo."
"Awalnya semua baik-baik aja sama dia, i was happy, was. And then one day, dia memutuskan untuk jenuh sama gua. Terus sekarang dia minta balik lagi. Logika gua selalu milih Samudra, saat ini hati gua pun begitu. Tapi kalau gua ketemu dia, mendadak hati dan logika gua gak berfungsi."
"Give it time. If you can love a wrong person that much, imagine how much you can love the right one. Dicintai dan mencintai orang yang tepat itu menyenangkan Nad," ujar Putri tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Proxima Centauri
Romance(This story is private-ed, beberapa chapter mungkin tak tersedia jika belum following) "Aku tidak pernah merasa kalau jodoh itu benar-benar ada." "Aku yakin jodoh itu ada." Semesta selalu punya cara dalam memberi pelajaran pada manusia yang hidup di...
