"Aku tak apa Har, aku ingin pulang"
"Baiklah ayo"
Ia meraih tanganku dan menggandengku sampai ke mobilnya, ia juga membukakan pintu mobilnya untukku.
Suasana pun menjadi hening sampai kami tiba di rumahku.
"Masuklah" kataku membuka pintu depan.
"Kau tinggal sendiri?" tanya Harry
"Iya"
Harry melihat lukisan-lukisan yang kupajang di ruang tamu.
Aku memang suka melukis di waktu-waktu tertentu disaat aku sedang mood.
Melukis membuat semua isi pikiranku seakan hilang dalam sekejap.
"Ehm, anggap saja rumah sendiri, aku akan ganti pakaian dulu sebentar" kataku.
"Oke" jawabnya.
Aku pun langsung pergi ke kamarku dan mengganti baju, aku menggunakan legging dan kaus longgar.
Aku menggunakan baju seperti itu agar belajar menjadi nyaman. Rambutku kubuat messy-bun.
"Shay, dapur dimana? aku haus" Harry bertanya sambil mengintip ke dalam kamarku.
"Astaga kau ini! Tak bisakah kau mengetuk terlebih dahulu? Jika saja tadi aku sedang telanjang bagaimana?" kataku kesal.
"Jika kau telanjang? Um, mungkin aku akan langsung menyantapmu?" katanya sambil menaikan sebelah alisnya.
"Ew. Kau disini untuk mentutorku, ingat?"
"Iya iya, ya sudah ayo kita mulai" kata Harry.
Sebelum dimulai, tak lupa aku membuatkan minum untuk Harry.
"Um, jadi kita mulai darimana?" tanyaku.
"Bab 3, aku akan menjelaskan semuanya, kau hanya perlu mendengarkanku, oke?"
"Oke"
Harry menjelaskan pelajaran dengan serius, well, sepertinya kali ini ia tidak terbawa pikiran kotornya itu.
"Sudah cukup aku menjelaskan, sekarang kau kerjakan ini" kata Harry sambil menjulurkan kertas berisi soal-soal.
"Okay" aku langsung mengerjakan soal yang diberikan Harry.
Saat mengerjakan soal, bisa kurasakan Harry memandangiku.
"Shay" katanya tiba-tiba
"Kenapa?"
"Kau sengaja menggodaku ya?"
"Huh? Menggoda? Maksudmu?" Kataku kebingungan.
"Kau tak memakai bra kan?"
Shit. Aku lupa tidak memakai bra.
"Memangnya kau tau darimana?"
"Sedari tadi kau menulis, payudaramu itu terlihat dari belahan kaos mu yang longgar itu" katanya.
Sontak aku kaget dan langsung menutup dadaku dengan tanganku.
"Mengapa kau tak bilang daritadi?!" tanyaku setengah berteriak.
"Hahah.. lagipula aku menikmatinya" kata Harry sambil tersenyum miring menunjukkan lesung pipinya yang manis itu.
"Tapi kan itu tak pantas"
"Santai saja, aku kan sudah pernah melihatnya, bahkan meremas dan menghisapnya, kau tak lupa kan? Atau kau mau lagi?" Katanya menggoda.
"Ish. Tak bisakah kau tak berpikiran seperti itu sebentar saja?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Highschool Kink
Fanfiction"C'mon babygirl, i just wanna make you feel good" -H "But you're my teacher" -S ⚫Write in Bahasa⚫ THIS BOOKS CONTAINS HARASSING WORD, SEXUAL SCENE, AGE GAP, AND EXPLICIT CONTENT. BE A WISE READER PLEASE. READ WITH YOUR OWN RISK! IF YOU ARE UNDERAGE...
