Shay POV
Aku berjalan ke arah ruangan Mr.Styles, saat melewati lorong berbelok tiba-tiba ada wanita yang menabrakku.
"Hey, watch out. Bitch!" katanya dengan kasar.
"Maaf? Apa yang kau bilang barusan?" enak saja dia mengatai ku, dia sendiri yang menabrakku.
"Oh, kau pasti anak baru itu ya, huh dasar tak tau diri!"
"Hey seenaknya saja kau berbicara" balasku kesal.
"Ew, dasar jalang." katanya lagi.
Aku langsung pergi dan tak memperdulikannya lagi.
"Hey Shay!" suara Calli mengagetkanku.
"Tadi kau sedang apa dengan si pembawa masalah itu?" tanyanya.
"Maksudmu perempuan aneh yang hobinya marah-marah itu?" aku balik bertanya.
"Iya, dia itu Brittany, siswi paling terkenal di sekolah ini, kau jangan dekat-dekat dengannya, dia itu suka seenaknya dan pembawa masalah." jelas Calli
"Oh, baiklah"
"Ngomong-ngomong, kau tidak pulang?"
"Aku disuruh ke ruangan Mr.Styles karena aku terlambat masuk ke kelasnya."
"Oh begitu, ya sudah, kau hati-hati ya, Mr.Styles kan sangat galak. Bye!"
"Iya iya, bye!"
Aku melanjutkan berjalan ke ruang Mr.Styles.
Knock knock
"Masuk" kata seseorang dari balik pintu sana.
"Um, permisi Mr.Styles"
"Oh kau, duduk" katanya lagi.
Mr.Styles menggulung lengan kemejanya, aku baru tahu kalau dia memiliki banyak tato.
"Kau tau kan apa salahmu?" tanya Mr.Styles.
"Aku terlambat?"
"Benar sekali"
"Tapi kan aku hanya terlambat beberapa menit saja" belaku tak terima.
"Tetap saja kau terlambat"
"Jadi, apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?"
"Santai saja, aku hanya ingin kau duduk disini dan kau tak usah melakukan apa-apa" katanya sambil menepuk-nepuk pahanya.
"Uh, apa maksudmu? Aku harus duduk dipangkuanmu?"
"Yup, benar sekali"
"Tapi kan"
"Jika kau tak mematuhiku, maka aku akan mengurangi nilaimu"
Terpaksa aku mematuhi perintahnya. Aku duduk di pangkuannya. Awkward.
Tangannya mulai bergerak memegang pinggangku.
"Um, Mr.Styles, apa yang kau lakukan"
"Shttt... Just relax"
Tangan kanannya hinggap di pahaku lalu meremas-remasnya. Ia juga menaruh kepalanya di leherku dan menghirup aroma tubuhku.
"Ahh" tanpa sadar aku melenguh.
Entah apa yang kurasa, nikmat dan takut mungkin? Tapi ini tak benar, ini tak boleh dilakukan!
Ia mulai menciumi leher jenjangku.
"Um, no Mr.Styles, please no! Apa yang kau lakukan" protesku.
"Oh ayolah, aku tau kau menginginkanku bukan?" bisiknya di telingaku dengan nada menggoda.
Entah mengapa aku seperti tak memiliki tenaga untuk bangun dan pergi dari pangkuannya.
"Aku tau selama pelajaran tadi kau mengamati bibirku kan? Tadi juga kau melenguh" bisiknya lagi.
Oh tidak apa yang terjadi. Aku mulai terangsang.
"Ta-tapi.."
"Lagi pula ini hukumanmu karena kau terlambat"
"Ti-tidak, aku tak ma-mau" kataku terbata-bata menahan nafsu.
"C'mon babygirl, i just wanna make you feel good"
~~~~~
A/N
Gantung hohohh..
-Sya
KAMU SEDANG MEMBACA
Highschool Kink
Fanfiction"C'mon babygirl, i just wanna make you feel good" -H "But you're my teacher" -S ⚫Write in Bahasa⚫ THIS BOOKS CONTAINS HARASSING WORD, SEXUAL SCENE, AGE GAP, AND EXPLICIT CONTENT. BE A WISE READER PLEASE. READ WITH YOUR OWN RISK! IF YOU ARE UNDERAGE...
