"Things we lose have a way of coming back to us in the end, if not always in the way we except" - Unknown
***
Backsound : Adera - Melewatkanmu
***
"Priskila"
Gadis cantik berambut ginger itu menoleh ketika sudah berhasil mengunci apartemennya.
"Sore Delilah"
Kila berjalan menghampiri tetangganya itu. Bunyi ketukan sneaker yang di pakai gadis itu menggema di lorong apartemen.
"Apa kamu sibuk?"
"Aku akan pergi menemui editor. Ada apa Delilah?"
"Sebenarnya aku ingin menitipkan Jason padamu. Aku ada panggilan darurat dari Rumah Sakit. Brayson masih di kantor dan pengasuhnya sedang cuti"
"Aku bisa membawa Jason pergi denganku"
"Kau yakin? Apa tidak apa-apa?"
"Tenanglah Delilah. Aku hanya akan membahas beberapa bab dan itupun juga di coffee shop"
"Oh Tuhan.. terimakasih Kila."
Delilah menyerahkan Jason pada Kila. Tidak lupa memberikan botol susu dan keperluan Jason lainnya. Balita itu tampak tenang di gendongan Kila. Terkadang juga menggerutu dengan bahasa aliennya. Jason adalah bayi tampan dengan bola mata biru pekat. Bayi satu tahun yang sangat manis dengan pipi chubby-nya.
"Aku pergi dulu. Terimakasih Kila"
Delilah mengambil jas dokternya dan pergi meninggalkan Kila di lorong itu.
"Hey.. siapa bayi tampan itu?" , Raka berjalan menghampiri Kila dengan setelan jas armani serta pakaian branded. Sangat pas di tubuh pria itu.
"Namanya Jason. Ibunya menitipkan padaku. Delilah seorang dokter dan sore ini dia dapat panggilan mendadak"
"Oh. Hey boy.. kau manis sekali" , Raka mencubit pelan pipi gembul Jason dan di hadiahi sebuah gerutuan alien oleh bayi itu.
Raka terkekeh dan melingkarkan tangan di pinggang Kila mengajaknya untuk segera berangkat.
Raka duduk di bangku kemudi, "sudah siap?"
"Tentu"
Mobil Raka melaju membelah jalanan sore kota Swiss. Banyak pejalan kaki dan orang-orang yang bersepeda sore. Jason berdiri di pangkuan Kila. Jemari kecilnya mengetuk jendela. Mengisyaratkan pada Raka untuk membukanya.
"Tidak boleh Jason. Itu berbahaya."
Jason menggerutu dan kembali duduk. Menggigit jempolnya dan tertidur.
"Apa dia tidur?"
Kila menoleh pada Raka dan mengangguk. "Sepertinya dia marah padamu"
"Kurasa juga begitu" , kekeh Raka.
"Nanti kamu masuk dulu ke Coffee shop. Aku akan mengambil uang tunai di bank di depan cafe itu"
***
Aldrin duduk membelakangi pintu masuk di Coffee Shop Blitz. Ia menyalakan laptop dan memesan black coffee.
Aku duduk di meja nomer 3 - Al
Aldrin menaruh ponselnya dan kembali menekuri file-file di depannya. Jemarinya dengan lincah berpindah dari satu tombol ke tombol lainnya. Sesekali ia melihat jam tangannya. Masih pukul empat kurang lima belas menit.

KAMU SEDANG MEMBACA
Wildest Dreams
Romancemimpi terliar seorang Priskila Andromeda adalah mengharapkan sang mantan kekasih kembali ke pelukannya setelah dua kali ia menaburkan luka pada pria itu. • Sequel of BACK TO DECEMBER• copyright © 2015, AxeliaTata