“Aku kembali bukan untuk mengulang kisah lama namun aku datang untuk memperbaiki semua” --- Aldrin Cartwheel
***
Backsound : Photograph - Boyce Avenue feat Bea Miller (Original by Ed Sheeran)
***
Semenjak pertemuan mereka di coffee bean beberapa hari yang lalu, Kila dan Aldrin kembali dekat. Mereka bertukar nomor ponsel dan sering kali mereka berdua saling memberi kabar.
Seperti sore ini, mereka sudah membuat janji berdua untuk pergi ke sebuah dermaga.
Kila mengendarai Mercedes Benz nya yang sudah lama tidak ia gunakan lagi. Sementara Kira sedang bersama Raka di kediaman Auriga.
Aldrin mengambil alih kemudi ketika Kila sudah sampai di rumahnya. Pria itu tersenyum menyambut Kila. Tatapan sayu nya kini sudah tidak terlihat. Aldrin yang dulu kembali. Matanya berbinar dan penuh dengan binar-binar kebahagiaan. Hal yang sama juga ada pada mata indah Kila.
Dan inikah?
Inikah reaksi alami jika dua hati yang terpaut kembali bersatu setelah perpisahan panjang.
Kila duduk di bangku penumpang, jemarinya mengetuk pelan pinggiran jendela selaras dengan dentuman lagu yang ia putar di radio.
“Kira mana?”
Kila menoleh ke arah Aldrin. Dari samping ia bisa melihat potret diri Aldrin yang begitu tampan dengan rahang kokoh.
“Dia bersama Raka”
Aldrin mengangguk mengerti dan kembali memfokuskan diri menyetir.
“Kemana saja dua tahun ini?” , kini Kila yang mulai membuka suara. Pertanyaan yang ia pendam dari awal pertemuannya kembali dengan pria ini akhirnya terucap juga.
“Kuliah di Bern dan bekerja di salah satu penerbit major disana. Kau tahu itu kan”
“Aku tidak pernah melihatmu selama disana.” , ucap Kila sambil menyelipkan helaian anak rambut yang mencuat dari ikatan.
“Karena kamu tidak pernah benar-benar mencariku” , Aldrin tersenyum getir. Sejujurnya ia sangat menghindari pembicaraan yang seperti ini.
Dia datang untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu bukan untuk membahas ataupun mengulang masa lalu itu.
Aldrin sudah memikirkan semuanya, ia datang kesini untuk berjuang kembali mendapatkan kepercayaan dari Kila. Perlahan ia akan memperbaiki semua.
“Maaf--”
“Maaf karena aku egois. Maaf karena aku tidak bisa memilih. Dan maaf untuk kesalahan-kesalahan yang aku buat. Andai bulan desember kala itu aku langsung menjawab iya mungkin ini semua tak akan terjadi” , ucap Kila.
“Jangan pernah membahas mungkin . Kamu sendiri tidak bisa menjamin kan ini semua tidak akan terjadi jika kamu menjawab iya. Semua tetap akan menjadi misteri. Tidak usah membahas segala kemungkinan. Yang lalu biarlah berlalu”
Aldrin meraih jemari Kila, kaitan yang cukup kuat tercipta antara keduanya.
“Aku mencintaimu. Selalu” , lirih Aldrin.
Mercedes benz Kila berhenti di rerumputan luas yang menghadap ke laut lepas.
Aldrin melepas kaitan itu dan keluar dari mobil terlebih dahulu. Ia tahu Kila mendengar gumamannya. Aldrin hanya takut dengan jawaban Kila nanti. Dia baru saja berkomunikasi kembali dengan Kila, jangan sampai kecerobohannya kali ini merusak semua usaha yang baru akan ia mulai.

KAMU SEDANG MEMBACA
Wildest Dreams
Romansamimpi terliar seorang Priskila Andromeda adalah mengharapkan sang mantan kekasih kembali ke pelukannya setelah dua kali ia menaburkan luka pada pria itu. • Sequel of BACK TO DECEMBER• copyright © 2015, AxeliaTata