part 6

1.3K 72 4
                                        

"Uufff... Jalal!! Kalau bukan karena lelaki satu itu, aku tidak akan kena sidang paripurna seperti sekarang ini. Daddy nggak main-main kalau marah. Tenggelam saja sudah, daripada kena damprat habis-habisan. Aura daddy lebih menyeramkan dibanding film hantu taman lawang," Jodha masih merutuki nasibnya.

Bharmal sedari tadi hanya menatap tajam ke arah anak gadisnya. Sementara Jalal malah terlihat santai, "aarrrgghh... ingin rasanya aku buang pria ini hidup-hidup ke laut biar dikoyak hiu-hiu lapar," gerutu Jodha dalam hatinya.

Rencana licik Jalal tak pernah terpikir sedikit pun oleh Jodha. Jalal sengaja menjebaknya. Mengirim pesan singkat pada ayahnya agar datang ke apartemen anaknya.

#flashback

"Apa yang kau rencanakan?!" tanya Jodha penasaran.

"Menikahimu, tentu saja... sebentar lagi kau akan menyandang nama Nyonya NASUTION," ucap Jalal sambil tersenyum licik.

"Sebenarnya aku yang mengirim pesan singkat pada daddymu, Mr. Bharmal Handoko, agar beliau datang ke apartemenmu ini," ucap Jalal. Mata Jodha pun langsung melotot.

"Heii... Kau kenal daddy? Bagaimana bisa??" tanya Jodha penasaran.

"Tidak perlu terkejut seperti itu. Kau lupa siapa aku? Aku bisa dengan mudah mendapatkan informasi APAPUN," Jalal menekankannya pada kata 'apapun'. Suaranya terdengar bangga. Sedangkan Jodha memijat pelipisnya, mendadak pusing.

"Jadi kau sudah tahu semua tentangku?" suara Jodha terdengar mulai histeris, "lalu mengapa kau menjebakku, Jalal??!!" tanya Jodha lagi. Jalal hanya tersenyum sambil mengerlingkan sebelah matanya ke arah Jodha.

"Tentu saja, agar daddymu menikahkan kita secepatnya. Ayahku juga sudah setuju dengan rencanaku melamar anak gadis sahabatnya," ujar Jalal.

"Whattt?? Ayah Jalal dan daddy bersahabat?? Mati kau, Jodha. Celaka tiga belas kalau begini ceritanya. Sabar, Jodha, sabar... pria seperti Jalal memang perlu ditimpuk kepalanya pakai sapu biar pemikirannya lurus lagi," gerutu Jodha dalam hati.

#flashback end

"Jelaskan sekarang pada daddy, Jodha," suara Bharmal yang menggelegar membuat bulu kuduk Jodha merinding.

"Dad, ini semua tidak seperti daddy pikirkan. Dia menjebakku," Jodha memelas, berharap daddy berpihak padanya.

"Benarkah? Jangan bohong pada daddy! Kau pikir daddy tidak mengawasi gerak-gerikmu, Jodha? Dan kau anak muda, siapa namamu," Bharmal mengalihkan perhatiannya ke arah Jalal. Jodha hanya bisa menunduk pasrah.

"Jalal, Om, Jalaluddin Akbar Nasution," jawab Jalal santai.

"Hmm, jadi kamu anak Humayun Nasution? Pantas saja kelakuanmu sama seperti ayahmu," Bharmal mencibir. Jodha pelan-pelan mengangkat wajahnya. Nada bicara Daddy seperti membelanya. "Yess daddy ku sayang, aku padamu... Jangan biarkan putrimu yang cantik ini jatuh ke tangan pria ini," ujar jodha dalam hatinya.

"Hmm jadi... Kapan kamu bawa ayahmu kemari untuk melamar putriku? Dan segera tentukan tanggal pernikahannya," ucapan Bharmal membuat Jodha tersedak air liurnya sendiri. Ia sama sekali tidak mengira bahwa daddynya akan memutuskan seperti ini.

"Uhukk... Dad..aku..ti...," Jodha berusaha menjelaskan tapi...

"Secepatnya, Om," ucap Jalal memotong ucapan Jodha.

"Diam kau, Jalal," ucap jodha kesal dan Jodha pun langsung melempar wajah Jalal dengan bantal kecil yang dari tadi dipangkunya.

"Jodha, jaga sikapmu!!" ucap Bharmal tegas. Sementara Jalal tersenyum penuh kemenangan dan seolah berkata, "see, aku menang telak darimu."

HIMMEL HEAVENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang