Hazel sama sekali tidak memperkirakan bahwa ia akan terjaga semalaman suntuk. Meskipun mendapat jatah ranjang kosong di kamar rawat kelas satu itu, pemandangan di mana Julian tengah tertidur lelap ternyata lebih menarik dari apa pun. Ia memang memantapkan hati untuk menjaga adik kelasnya itu-hebatnya ia benar-benar menjaganya sampai pagi. Jadi, ia sangat bersyukur karena bisa melihat keadaan Julian semakin membaik.
Sambil menarik napas pelan mengasihani mata pandanya, ia melirik ke arah Julian yang terduduk manis di ranjang. Pemuda itu sudah bangun dan sedang menatap ke luar jendela. Hazel tersenyum miring, dilihat dari mana pun Julian terlihat lebih manusiawi karena semalam porsi tidurnya cukup.
"Ngapain lo ngeliatin gue mulu?"
Hazel tersentak dan lantas menggaruk kepalanya kikuk. "Gue nggak ada kerjaan," jawab Hazel sekenanya.
Julian melirik ke arahnya, pemandangan di luar jendela sudah tak menarik. "Ke sekolah sama belajar pagi ini, itu kerjaan lo."
"Gue bolos aja. Udah telat juga."
Julian mendengus.
Hazel beranjak ke sisi nakas dan mengambil baki makanan yang sama sekali belum disentuh Julian. Melihat beberapa menunya-nasi lembek, sup bakso dan semur tahu. Kelihatannya memang cukup meyakinkan, tapi soal rasanya, Hazel bertaruh lidahnya hanya akan merasakan kehambaran.
Tangan Hazel dengan cekatan membuka plastik yang membungkus paket sarapan tersebut. Nasi putih nan lembek itu ia aduk bercampur dengan kuah dari bakso. Julian yang melihatnya ingin muntah. Belum memakannya saja, ia sudah membayangkan bagaimana perutnya bergolak.
"Nih, gue suapin." Hazel menyendok secuil nasi di pinggiran sendok stainless itu. Ia sudah sangat tahu rasanya makanan rumah sakit, jadi ia memilih menyuapinya sedikit demi sedikit. Hebatnya, Julian dengan senang hati menerima suapan itu. "Gue ngobrol sama Kiki tadi malem," lapornya.
"Oh, ya?" Julian menjawab sambil mengunyah.
Hazel mengangguk. "Dia nyuruh gue nggak masuk hari ini." Ia menjeda sebentar untuk menyendok lagi, dan menyuapkannya pada Julian. "Keadaan belom aman, katanya."
Julian masih mendengarkan dengan tenang sampai tiba-tiba Hazel menyuapkan bakso bulat untuk dirinya sendiri. Julian tidak bisa menahan mulutnya untuk tidak terbuka-kejadian barusan mau tak mau mengindikasikan bahwa mereka baru saja melakukan indirect kiss.
Akan tetapi, Hazel terlihat tidak memedulikan itu dan menyuapkan lauk lain ke mulutnya.
"Bayu ada di pihak lo, setidaknya kita punya sekutu yang kuat," lanjut Hazel. "Kata Kiki-ini dugaan Ren, ya-kalau yang nyabotase penelitian itu si Gilang."
Julian tiba-tiba tersedak makanannya.
Hazel berinisiatif memberikan segelas air putih. Lalu membersihkan sebagian makanan yang Julian semburkan ke selimutnya menggunakan tisu. Ia melirik Julian yang masih terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya. "Masih mau dilanjutin nggak?"
"Lanjut."
Hazel menyendokkan bakso bulat langsung ke mulut Julian, pipinya langsung menggembung dan ia mendelik tak terima pada Hazel. Rasa baksonya memang aneh, hambar. Ia sebagai maniak bakso tidak terima dengan rasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUN TO HIM [COMPLETE]
RomanceKarena sebuah kecelakaan nahas, Julian Marvel mengalami kesialan karena ruhnya harus bertukar tubuh dengan seorang pemuda tak dikenalnya. Beberapa hari saling mengenal, Julian baru tahu kalau ruh penempat raganya adalah pemuda yang bersekolah di sek...
![RUN TO HIM [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/42252232-64-k389965.jpg)