[ F i v e ]

1K 182 33
                                        

13.00 Siang.

- Niall POV's -

Aku sangat senang hari ini. Tim futsal-ku memenangkan lomba antar sekolah yang lumayan bergengsi, dengan skor tipis yang hanya berbeda 1 gol dan kami dapat memenangkan lomba tadi. Dan bisa kau tebak? Akulah yang membuat tim futsal sekolah menang. Bisa kau bilang aku adalah seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan untuk membantu mereka.

"Kita harus merayakan kemenangan ini, Niall." Liam mengangkat piala dengan senyuman lebar diwajahnya.

"Tentu saja, Liam. Kita harus mengadakan pesta untuk merayakan kemenangan kita." Sambung Louis dengan kedipan matanya yang mempesona bagi kalian, kaum wanita. Tidak bagiku.

"Party? Boleh juga. Aku sudah lama tidak menggoda gadis-gadis cantik." Zayn melirik kearahku. Kenapa dia? Aha, dia adalah partnerku dalam hal menggoda gadis-gadis cantik.

"Ah Zayn, kau tau saja aku sedang merindukan suara gadis-gadis yang selalu menyerukan namaku." Aku mendorong bahunya pelan sambil tertawa.

"Adakan pestanya dirumahku, malam ini." Sambungku lagi sambil terus berjalan.

"Aha! Aku mencintaimu Niall." Louis segera merogoh ponselnya, dan memainkan jarinya di-touchscreen dengan cepat.

"Sebarkan keseluruh penjuru sekolah, Louis." Liam berlari pelan menyusulku.

"Louis, pastikan Red hair juga datang ke-party kita." Aku menoleh menatap Louis mengeluarkan seringaian khas Niall Horan yang tampan, kau tidak percaya? Semua gadis yang melihat seringaianku akan klepek-klepek termasuk dirimu yang sedang membaca ini, jangan munafik babe.

"Haha, tentu saja Niall. Akan ku-undang Harry juga, pasti dia akan mengajak Adrienne." Jawab Louis santai.

Red hair, kau lihat saja apa yang akan terjadi jika kau datang kepestaku malam ini.

- Adrienne POV's -

"Tidak Harry, aku tidak mau kerumah Niall. Kau tau kan? Dia selalu jahat kepadaku." Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat saat tau saat Harry mengajakku kerumah Niall untuk berpesta.

"C'mon Adrienne, aku sangat ingin kesana." Sambung Hayley, teman dekatku disekolah.

"Ayolah, kau tenang saja. Aku akan menjagamu, aku berjanji." Jari Harry membentuk huruf V, ditambah wajah puppy face-nya yang membuatku tidak konsentrasi.

"Tidak Hayley. Tidak Harry. Aku tidak akan kerumah lucifer blonde itu! Kalau kalian mau pergi silahkan pergi saja berdua, aku tidak ikut." Aku memperhatikan wajah Hayley yang cemberut melihat jawabanku, sementara Harry masih sibuk dengan kentang gorengnya dengan lahap. Lelaki ini, benar-benar seksi.

"Uh, kau yakin membolehkan aku pergi bersama Harry?" Hayley menggodaku, dia tau jika aku menyukai Harry. Damn!

"Um...Bo..Boleh, silahkan saja." Aku grogi, ya ampun bisa-bisa aku ketauan jika sikapku terus-terusan seperti ini didepan Harry.

"Aku akan bertanya kepadamu sekali lagi, Adrienne. Apakah kau yakin memperbolehkan aku pergi bersama Harry?" Mata Hayley lagi-lagi melirikku dengan sangat-sangat menyebalkan.

Ugh fine, kau tidak boleh pergi berdua bersama pangeranku!

"Baiklah, aku ikut." Jawabku lesu. Sementara Harry langsung tersedak kentang goreng dan langsung meraih soda, langsung meminumnya dengan cepat. Kau terkejut, Styles?

"Kau serius? Kalau begitu aku jemput kau jam 7 malam. Bersiap-siaplah, Anderson. Aku duluan ya, bye." Harry segera berlalu dari hadapanku dan Hayley.

Roleplayer - Nh [ Slow Update babe ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang