[ T w e n t y - e i g h t ]

458 69 14
                                        

Double update nih! Please, hargain ceritanya dengan cara vote dan comment :)
Buat cerita itu gak mudah, vomments please?
Thank you :) xx

*

Dear diary,

Aku sudah tidak tahan lagi.
Apakah aku racuni Dad saja? Oh tidak Adrienne, kau bukan psikopat!
Mom harus menceraikan Dad, itu satu-satunya jalan yang terbaik.

But, i love my dad so much. God, pls help me.

*

- Harry Pov's -

Aku meraih ponselku yang berada diatas meja. Yang benar saja? Aku disuruh Dad menemani Kendall 24/7, benar-benar hal yang membosankan. Kendall selalu sibuk merawat dirinya dan juga selalu sok care terhadapku.

"Kendall adalah gadis yang baik untukmu, teruslah bersamanya jika kau ingin perusahaanmu tetap terus berjalan." Kata-kata Dad selalu terngiang dikepalaku, begitu berpengaruhnya Kendall tehadap perusahaanku? Sehingga aku harus terus bersamanya dan kemudian meninggalkan Adrienne?

Sekarang, disini, ditempatku duduk, aku hanya bisa meratapi nasibku yang memang benar-benar sial.

"Jangan dekat-dekat gadis berambut merah itu lagi jika kau ingin perusahaanmu terus meningkat." Kata-kata kedua yang selalu Daddy ucapkan kepadaku, aku tahu siapa yang dimaksud 'gadis berambut merah' oleh Daddy, siapa lagi kalau bukan Adrienne? Mengapa Adrienne disangkut pautkan dengan perusahaanku? Sungguh pertanyaan yang sangat kuinginkan jawabannya dari Dad.

Tentu saja tanpa Kendall disisiku dan Adrienne disisiku perusahaanku akan tetap berjalan dengan sendirinya, hey! Aku ini adalah lelaki yang pintar dan menarik, aku pasti bisa menarik perhatian instansi-instansi besar. Daddy selalu saja meremehkanku.

Entahlah, saat ini aku benar-benar merindukan sesosok gadis berambut merah dengan senyumannya yang begitu khas teukir diwajahnya. Aku merindukan suara gelak tawanya, merindukan pelukannya dan juga uhm, ciumannya. Aku tidak munafik.

"Apa sebaiknya aku mengirim pesan kepadanya?" Hatiku bertanya-tanya.

"Tapi bagaimana jika tidak dibalas? Bagaimana jika dia sudah menghapus nomor ponselku? Argh, sialan."

"Tetapi, apa salahnya mencoba? Baiklah, calm down Harry." Aku segera membuka password yang berada diponselku, membuka pesan dengan cepat, kemudian jariku menari-nari dikeypad.

To: Adrienne Anderson

Sayangku|

Ah tidak tidak.

Roleplayer - Nh [ Slow Update babe ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang