[ E i g h t e e n ]

914 159 45
                                        

- Author POV's -

Jam pelajaran telah usai, waktu pun telah menunjukkan pukul satu siang. Adrienne melangkah dengan cepat kearah loker dengan diikuti oleh Hayley dari belakang.

"Kau tau dimana Harry?" Adrienne membuka lokernya kemudian menatap Hayley yang berdiri disampingnya.

"Tidak tau, memangnya dia tidak memberimu kabar?"

Adrienne memutar bola matanya pelan, "Tidak! Aku sudah mengirimnya pesan tapi hasilnya nihil."

"Kalau begitu coba kau telfon."

"Tidak diangkat."

Dari kejauhan tampak segerombolan lelaki tampan yang sedang bercanda.

"Pstt! Cepatlah, Niall dan teman-temannya sedang menuju kesini." Hayley menatap wajah Adrienne cemas.

"Uh, tidak usah cemas, Hayley. Mereka tidak akan menyakiti kita."

"Seriously? Sejak kapan kau menjadi seperti ini? Pasti otakmu sudah dicuci oleh Niall."

Adrienne segera menoleh kearah Hayley kemudian memelototkan matanya.

"Shut up."

"Hey." Zayn menghampiri mereka berdua yang masih berdebat didepan loker.

"Kalian sedang apa disini?" Kali ini Liam yang membuka suara.

Hayley menatap wajah Adrienne, memberi kode jika mereka harus meninggalkan tempat ini sekarang juga.

"Jangan terburu-buru." Louis memamerkan deretan giginya yang putih.

"Red hair, kau pulang dengan siapa?" Mata biru Niall menatap wajah Adrienne.

Adrienne sedikit gugup, "Ber..sama Hayley."

"Oh." Zayn mengangguk pelan kemudian melanjutkan menatap Hayley.

"Jangan menatapku seperti itu, menjijikan." Hayley sedikit mendorong tubuh Zayn.

"Kau pulang denganku." Zayn segera menarik tangan Hayley sehingga menjauhi Adrienne.

"Lepaskan tanganku bodoh! Aku bisa pulang sendiri, aku tidak butuh tumpanganmu!" Teriak Hayley disepanjang koridor. Adrienne hanya berdiam diri, dikepung oleh tiga lelaki tampan.

"Uh, sepertinya Zayn menyukai temanmu." Kata Liam sambil memainkan ponselnya.

"Baiklah, aku dan Liam harus pulang. See you brother, Adrienne." Louis melenggang santai disepanjang koridor, Liam mengikuti dari belakang dan kemudian melambaikan tangannya kearah Niall dan Adrienne yang masih terpaku.

"Ba..baiklah, sebaiknya aku harus pulang juga." Adrienne menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Niall masih berdiri santai didepan Adrienne, "Tidak ingin pulang bersamaku?"

"Ah, sepertinya tidak. Aku harus ketoko buku terlebih dahulu."

"Benarkah? Baiklah, aku juga ingin kesana. Tidak ingin kesana bersamaku?"

Bagaimana aku menolaknya? Adrienne melirik arah sekitar koridor yang sudah tampak sepi.

"Kau mau kan?" Niall kembali bertanya.

"Okay."

*

Adrienne sedari tadi melangkahkan kakinya kearah rak-rak buku yang berjajar rapi ditoko. Niall tertinggal dibelakang segera menyusul Adrienne dengan berlari kecil, kemudian menjajarkan posisinya dengan Adrienne.

"Cepat sekali jalannya." Niall melirik Adrienne yang sedari tadi sibuk memilih buku.

"Kau saja yang lamban."

Roleplayer - Nh [ Slow Update babe ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang