Setelah cup cake dan ice teanya sudah diambil Prilly ia menghidangkannya dimeja.
"Ini enak loh Li! Ini buat kamu?"
"Lagi? Kamu mau makan semuanya juga!"
"Tentu saja, cewek itu punya bagian untuk makanan penutup. Kamu tau kan!" Jawab Prilly dan kata2 Prilly membuat Ali tersenyum.
"Sekarang kamu lebih suka makanan daripada bunga?"
"Nggak juga! Owh ya, bagaimana bunganya? Bunga Vampir?"
"Bunganya hilang."
"Hilang???" "Lalu bagaimana? Kamu bilang bunga itu sangat pentingkan?"
"Iya sih! Tapi sekarang kamu gak perlu mikirin bunga itu lagi.. mmmh,, gimana kalau kita beli beberapa kue coklat lagi?" Ali menjawab santai untuk mengalihkan perhatian sedangkan Prilly mengangguk menerima tawaran Ali.
"Ali aku mau cheese cake!" Ucap Prilly tertawa.#
Usai makan dari Cafe mereka pulang.
"Ali. Kita mau makan apa yah besok? Mmmh. Gimana kalau kita bakar ikan?" Tanya Prilly merangkul lengan Ali.
"Nggak ada akhir untuk selera makan kamu yah? Lihat tuh pipi kamu..."
"Ihh Ali jangan bilang gitu? Pipi aku kenapa?" "Hhh ini ada apa? Lukisan kuno yg bergantung disini... kemana perginya??" Tanya Prilly kaget karna Rumahnya sudah bersih tak ada barang2 kuno milik para Vampir, ia melihat Ali, Raka dan Reka namun mereka hanya diam.
Prilly akhirnya melihat Ali tajam
"Kalian pergi saja dulu." Ucap Ali pada Raka dan Reka, lalu Raka dan Reka mengangguk berjalan pergi, tapi Reka terhenti disamping Prilly "Prill,, loe hati2 yah! Loe harus bisa jaga diri."
"Maksud loe apa? Kalian mau pergi?"
Reka tak menjawab dan hanya berlalu pergi.
"Mereka mau pergi kemana sih,Li?"
"Prill... sekarang bunga itu sudah nggak ada, nggak ada alasan untuk kita tinggal lebih lama lagi."
"Aku bakal nyari bunga itu lagi, aku emang gak lihat bunga itu lagi, tapi aku bakal bantu kamu nyari lagi Li. Mungkin bunga itu ada ditempat lain."
"Nggak Prill! Ini bukan sesuatu yg bisa kamu lakuin!"
"Jadi yg tadi itu hanya untuk ini? Kamu tadi udah buat aku bahagia dan sekarang kayak gini?"
"Bukan itu maksud aku.."
"Lalu gimana sama aku? Sekarang kita akan mengakhiri semua setelah kita dekat." "Kamu bilang kamu bakalan jagain aku! Kamu... akan selalu melindungi aku!"
"Dari pertama kamu udah sendirian Prill dan aku cuma manfaatin kamu."
"Itu bohong kan! Berhenti berbohong, Li?" Bentak Prilly.Ali menatap Prilly mendekatinya yg tengah terisak menangis. Ia meletakkan tangannya dikepala Prilly, Prilly memejamkan matanya tiba2 tanda dilehernya menghilang dan ia jatuh pingsan.
Ali telah membuat Prilly menghapus semua kenangan bersama Ali bahkan mungkin Prilly tak akan mengingat awal mula mereka bertemu. Ali membawa Prilly kekamarnya supaya Prilly bisa beristirahat.
"Kamu sekarang bebas Prill. Jika ini untuk melindungi kamu, aku bakal nglakuin apapun untuk nyembuhin bekas luka kamu. Karna sebenarnya kamu adalah yg terpenting buat aku "Bunga itu Kamu Prill" Bunga hati aku, mungkin kamu tak akan ingat tapi kalung itu tanda bahwa aku akan selalu dekat dengan hati kamu...Cinta." ucap Ali sungguh2 ia mengusap pucuk kepala Prilly lalu mencium bibirnya dengan lembut. Cuupph.
Ali mencium Prilly lama, terasa ia tak ingin meninggalkan Prilly sendiri. Namun Ali bertekad ia akan trs memperhatikan Prilly dari kejauhan ia tak ingin terjadi apapun dengan Prilly mengingat jorjan yg semakin kuat#ini belum selesai yah gays nantinya Happy Ending kk! yah mungkin Ali Pergi dulu ini ceritanya...
