"Non.. Non Firaa. Bangun non, sudah sampai"
"Huaaahh emhh ohh yahh Pak sudah sampai ya? Emm aku terlalu nyenyak tertidur. Jam berapa Pak?
"Hahaha si Non lucu. Jam 19:15 non"
"HAH??!! KENAPA BAPAK GAK BILANG DARITADI?" kataku kaget, ya bagaimana tidak kaget bayangkan! Sekarang sudah malam. Dan oh damn Papa pasti menghukumku. Oh Tuhan.
"Non bukan nya bangun daritadi. Memang nya kenapa non?" tanya Pak Irul dengan mengerutkan dahi nya
"Emm Pak. Aku takut..." kataku tertunduk lesu
"Oh Bapak ngerti. Tidak kok non, tidak akan kena marah. Percaya sama bapak!"
"Bener Pak? Pak Irul sedang tidak bercanda kan?"
"Iya kok Non. Sekarang non masuk dulu saja"
"Emm tapi kalalu Papa marah. Fira bakal marah sama Pak Irul" kataku sedikit mengancam hehe jahat banget ya aku^^
"Iyaa cepet masuk takut nanti nambah malam"
"Siap Pak" kataku sembari hormat. Layaknya seorang anggota hormat kepada komandan.
"Haha dasar non Fira" kata Pak Irul sedikit tertawa.
Aku pun dengan rasa dag dig dug tidak karuan memasuki rumah ku yang rata-rata biru, padahal aku suka pink! Emm ya aku mengerti mereka lebih menurutkan kata Fera dibanding aku. Ya aku tahu itu.
Oh shit! Ada mereka-Papa,Mama,Fera- di ruang keluarga sedang menonton tv. sembari tertawa begitu lepasnya. Em andai aku ada di posisi mereka. Betapa bahagia nya hidupku. Sungguh miris!
Dan.. Oh damn
"Fira" suara berat seorang lelaki memanggil namau ya siapa lagi kalau bukan Papa. Ya kalau sudah begini aku pasti bakal kena marah Papa.
"Em iya Pa?"
"Kamu tahu sekarang jam berapa?
"Jam setengah delapan malam Pa" jawabku gemeteran
"Kau tahu ini sudah malam? Mengapa kau mengulang kesalahan mu? Kau habis darimana? Jam segini baru pulang?" kata Papa mengintrogasi. Hemm sudah kuduga.
"Aku dari rumah Zhifa Pa"
"Apa kau tidak berbohong? Kau tidak bermain dengan Fadil kan? Asal kau tahu, Fadil itu milik Fera. Bukan milikmu!"
"Tidak Pa. Aku benar, aku tidak berbohong"
Tiba-tiba ada telepon masuk ke handphone Papaku.
"Hallo... Oh zhifa iya ada apa? Oh sudah kok.. Oh gitu ya... Emm makasih ya.... Iyaa"
"Oh ya tadi Zhifa sudah memberi tahu Papa kalau kau tadi kerumah nya. Yasudah kau sekarang mandi dan kerjakan pr mu!"
Aaaaahhh syukurlah. Oh Zhifa kau memang sahabat ku yang palingggggg baiiikkk..
"Iya Pa. Terimakasi"
Aku pun bergegas menuju kamarku. Aku merebah kan sebentar badan ku. Lalu aku mandi dengan air yang sudah dihangatkan oleh Bi Ajeng. Lalu aku langsung BBM Zhifa.
Fira Novandra Fauzan:
PING!!!
Zhifa Astiwi Maulana:
Apasayanggg
Fira Novandra Fauzan:
MAKASI BANYAK YA LO EMANG SAHABAT GUE YANG PALING BAIK SEDUNIA... sumpah mungkin kalo lo gak telpon Papa. Mungkin gue uda kena marah
Zhifa Astiwi Maulana:
IYA SAMA-SAMA GUE TAU KOK GUE ITU BAIK HAHAHA... Iyaa gue juga ngerti, mangkannya gue telpon Papa lo
Fira Novandra Fauzan:
Sumpah gue seneng bangettt. Pokoknya makasik banyakkkkk
Zhifa Astiwi Maulana:
Iya siii bawel amat haha. Oh yaa Fir ada salam
Tiba-tiba bbm ku bunyi oh ada dua notif dari Zhifa dan wow Adam Levine eh ralat Zilham Anggara Maulana invited your BBM. OMG EUMZ AHH YEE apasi Fir wkwk. Ya gue langsunh acc la yaa. Oh iya Bm dari Zhifa belum ku balas. Segera ku balas Bbm dari nya.
Fira Novandra Fauzan:
Siapa Zhif? Waalaikumsalam
Zhifa Astiwi Maulana:
Yang tadi invite bbm lo!
Deg! Benarkah? Oh god
Eh tiba-tiba Bang Ilham ngebm. Emm bbm Zhifa biarkan saja lah ya. Maaf ya Zhif hehe.
Oh damn mengapa Fadil BBM pada waktu yang sama dengan Bang Ilham. Emm balas yang mana dulu ya? Em Bang Ilham saja lah. Fadil kan punya Fera.
Zilham Anggara Maulana:
PING!!!
Fira Novandra Fauzan:
Iyaa?
Zilham Anggara Maulana:
Kau masih mengingatku?
Fira Novandra Fauzan:
Ya tentu saja!
Zilham Anggara Maulana:
Ya bagus lah! Emm apa bbm dariku mengganggu aktivitas mu?"
Oh tidak tentu saja tidak! Bbm dari mu tidak mengganggu aktivitas ku. Justru membuat aku bahagia hehe
Fira Novandra Fauzan:
Oh tidak kok. Tenang saja
Zilham Anggara Maulana:
Apa kau tidak mengantuk? Ini sudah terlalu malam
Fira Novandra Fauzan:
Ya aku sudah merasakan kantuk
Zilham Anggara Maulana:
Lebih baik kau tidur. Agar bisa beristirahat. Selamat malam peri kecil! Mimpi indah.
Oh damn 'peri kecil' sebutan yang indah.
Fira Novandra Fauzan:
Emm yaa aku akan tidur. Selamat malam kembali. Terimakasih Bang Ilham.
Read
Oh god! Rasa nya hari ini bakal jadi best day ever! Hari pertama aku kembali kesekolah, bermain kerumah Zhifa. Bertemu dengan Bang Ilham. Tidak kena marah Papa. Dan mendapat sebutan baru 'peri kecil'. Oh sungguh indah nikmatmu Tuhan.
Aku pun berniat untuk tertidur namun. Ah siapa lagi coba yang telepon malem-malem. Tidak tau waktu!
Fadil calling's
Elaaah males banget. Tapi yaudah deh angkat saja.
"Hallo"
"Fir lo kemana aja"
"Ada"
"Gue kangen sama lo"
"Jadi lo telepon gue malem-malem yang gak penting?! Ganggu tau gak. Gue ngantuk mau tidur"
"Tapi Fir"
Tuttt.
Ah kukifa ada apa. Eh tapi tadi aku jahat banget ya. Emm maaf ya Dil. aku begini karena aku tahu Papa lebih setuju kamu dengan Fera dibanding aku. Maaf.
Duh kok jadi merasa bersalah begini ya. Emm lebih baik aku tidur saja dan merasakan mimpi indah.
Baru saja aku akan terlelap. Handphone ku berbungi lagi. Huftt pasti Fadil. Ah biarkan saja. Aku akan tidur saja.
Selamat malam^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Merindukanmu
General FictionFadil Adam Rizik. Satu lelaki yang bisa membuat seorang Fira jatuh cinta sejak dulu hingga sekarang. Namun dunia berkata lain, bahkan dunia tak berpihak kepadanya. Lelaki itu hanya diperbolehkan untuk adiknya, Fera. Fira dan Fera. Kakak-adik kemba...
