SELAMAT MALAM READERS, SEMOGA BAPER DAN TERHIBUR YAAA..
HAPPY READING GUYS..
***
Sepeninggalan suaminya Anna tak melepaskan ponselnya dari genggamannya. Baru saja mobil Bimo keluar dari pekarangan rumahnya, tapi Anna sudah langsung merindukannya kembali. Dan dia harus menunggu empat hari. E.m.p.a.t hari! Lama sekali! rutuk Anna dalam hatinya.
Satu jam.
Dua jam.
Tiga jam.
Empat jam.
Delapan jam.
Sepuluh jam.
Selama itu Anna tidak melepaskan ponsel dari genggamannya. Tiap detik di melihat layar ponselnya. Meskipun dia tahu kalau Suaminya tidak akan menelponnya kurang dari tujuh jam.
Dan penantiannya akhirnya tidak sia-sia saat nomer luar negri menelponnya. Dalam nada sambung pertama Anna langsung menerima telpon itu karena dia yakin yang menelpon sudah pasti suaminya.
Hanya percakapan singkat dia dan Suaminya itu sudah cukup mengobati rasa rindunya yang baru di tinggal beberapa jam saja. Aneh, perasaan rindu ini sebelumnya belum pernah Anna rasakan jika Bimo pergi keluar kota dalam beberapa hari. Tapi kali ini, rindu ini menyiksanya.
Selesai bercakap singkat di telpon, Anna bergegas keluar dari kamarnya dan melangkah menuju dapur mencari Mbak Asih. Seharian ini dia memang belum makan, karena rasa mual tiba-tiba menyerangnya. Itupun terjadi dengan tidak biasa, biasanya Anna hanya akan merasa mual di pagi hari saja. Tapi hari ini sepanjang hari dia merasa mual dan perutnya merasa tidak enak.
"Mbak!" Suara Anna memenuhi seisi ruang makan dan dapur.
Hening.
Anna mengernyit, menyapukan pandangannya kesekeliling. Dan dia tidak menemukan pelayan rumah tangganya itu. Akhirnya mau tak mau, dia harus membuat teh itu sendiri. Sampai di dapur Anna mencari toples yang berisi teh mint yang biasa di minum olehnya. Setelah menemukannya dia menyeduh tehnya sendiri. Dan menikmatinya dengan cemilan asin yang juga di bawanya di tepi kolam renang.
Anna menoleh pada ponselnya yang dia simpan di sampingnya. Lalu meraihnya dan mencari kontak sahabatnya 'Firly'. Dia butuh teman mengobrol saat ini. Karena entah kenapa rumah ini terasa sangat sepi sepeninggalan suaminya.
Anna : Fir, lo dimana? Lagi ngapain?
Kembali Anna menyimpan ponselnya setelah mengirim pesan singkatnya pada sahabatnya itu. Hanya menunggu hitungan menit, balasan dari Firly dia terima.
Firly : Di rumah, lagi bete nih. Keluar yuk?
Anna : Hmm.. hayu deh. Tapi lo jemput gue ya Fir. Males bawa mobil nih.
Firly : Oke babe, tunggu aku 30 menit lagi, gue sampe.
Setelah menerima pesan yang terakhir dari Firly Anna mengangkat kakinya dari dalam kolam renang. Lalu bergegas melangkah ke kamarnya untuk bersiap-siap. Seperti yang sudah di katakannya, Firly datang setengah jam kemudian. Sambil sedikit berlari Anna keluar dari rumahnya.
"Non Anna, mau kemana?" ucap Mbak Asih saat berpapasan di ruang tamu. Terlihat di tangannya dua keranjang yang berisi belajaan. Berarti tadi Mbak Asih tidak ada untuk pergi belanja.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Last Happiness (TELAH TERBIT)
RomanceSequel Of The Story 'My Possessive Hero' Masalah itu datang silih berganti dalam kehidupan rumah tangga Anna dan Bimo. Apakah Anna akan berhasil menerobos dinding kekuatan cinta itu? Jika ternyata ia yang akan berjuang sendiri disini? Tanpa Bimo yan...
