Ini adalah cerita dari ibuku.
Ibuku membeli sebuah rumah dengan harga terjangkau di daerah Kalibata, Jakarta Selatan. Saat itu aku baru saja berumur beberapa bulan. Sudah banyak yang tahu kalo rumah itu berhantu, namun ibuku tidak memperdulikannya. Ya, Ia adalah orang yang pemberani.
Saat itu, tanteku sedang berkunjung ke rumah. Hari sudah gelap dan mereka menonton televisi di ruang tamu. Ketika aku terlihat sudah tertidur dengan lelap, ibuku membawaku ke kamar. Tetapi, sesampainya dikamar, aku terbangun dan kemudian menangis kencang. Ibuku terkaget dan segera menggendongku, mencoba meninabobokan aku agar segera kembali tertidur. Tetapi, tangisanku tidak mau berhenti. Aku menangis sekencang-kencangnya.
"Yan, kok si Cilla nangis terus ya?" tanya ibuku sambil mencoba menyusui aku dengan botol susu, berharap agar aku menjadi lebih tenang. Tetapi, tangisanku tak kunjung reda. Tanteku mendatangi ibuku dan mencoba menggendongku, membawaku kembali ke ruang keluarga dimana keluargaku yang lain juga sedang berkumpul. Di situ, perlahan aku mulai tenang kembali. Aku mulai tertidur dan mereka kembali membawaku ke kamar agar aku dapat tidur dengan nyenyak.
Ibuku menaruhku di kasur dengan perlahan, tetapi kemudian aku terbangun kembali. Tiba-tiba aku menangis dengan sekencang-kencangnya untuk yang kedua kali. Semua terdiam. Mereka sadar, ada sesuatu di kamarku. Sesuatu yang sedang mengancam aku. Ibuku kemudian menggedongku, dan aku terdiam. Suasana hening sejenak, hanya isak tangisku yang terdengar. Ketegangan merasuki seluruh kamar hingga membuat bulu kuduk merinding.
BRAKKKKK
Tiba-tiba sapu lidi yang berada di atas lemari terjatuh. Semua terkaget dan menjadi waspada. Tak lama, TV yang berada di kamarku menyala dengan sendirinya.
"Hey, kalo berani sama emaknya, jangan anaknya!" Bentak ibuku dengan kesal. Wah, berani sekali. Tetapi suasana menjadi hening dan aku bisa tertidur pulas tidak lama kemudian.
Karena malam semakin larut, akhirnya semua memutuskan untuk beristirahat. Suasana rumah semakin mencekam. Di ruangan kamar yang gelap, tiba-tiba ibuku terbangun dan mulai membuka mata perlahan. Diujung kaki tempatnya berbaring, terlihat sebuah bayangan. Seperti seseorang berdiri menatap ibuku dengan tajam. Semakin lama, semakin jelas, seorang wanita dengan rambut hampir menutupi wajahnya.
Tetapi, tidak ada perasaan takut sama sekali. Seakan wanita tersebut datang untuk menampakkan diri hanya untuk memberitahu bahwa ia ada di sana, dan ia menampakkan diri dengan damai. Tak lama kemudian, wanita itu menghilang dan ibuku kembali tertidur dan semua itu seakan terasa seperti mimpi..
Mimpi yang sangat nyata.
notes :
Rumah di Kalibata yang kami tinggali ini memang terkenal angker. Tetapi karena sudah sangat lama, entah rumah ini sudah di demolished atau masih adapun saya tidak tahu. Saya hanya mendengar cerita dari ibu saya dan keluarga saya pun sudah berhenti menceritakan kisah ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo's Life
ParanormalKisah dimana kehidupanku sebagai yang mereka panggil "Indigo's Child", dimana anak Indigo memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa lainnya. Bagaimana mengatasi rasa takut dan petualangan melintasi dunia seberang. Disertakan deng...
