May 2016 - The Sweetest Prevention

3.4K 410 27
                                        

       Saat ini masing-masing dari mereka sudah terbaring di dalam tenda menggunakan sleeping bag dengan posisi Kania di paling pinggir sebelah kiri—dari arah masuk tenda—diikuti Raya, Reza, Jeremy, Lupus, Bugi, dan Sakti.

       Kania tidur di paling pinggir dengan Raya yang sudah pasti tidur di sebelahnya karena memang Kania yang meminta seperti itu. Sedangkan Reza tidur bersebelahan dengan Raya atas usul yang diutarakan oleh Bugi dengan alasan 'for old times' sake' Raya pun tidak keberatan, karena menurut Raya sama saja siapapun yang tidur di sebelahnya.

       Lain lagi dengan Sakti, dia memilih posisi terjauh karena tidak kuasa melihat Kania yang terlihat begitu menggemaskan seperti kepompong karena memakai sleeping bag.

       Raya yang sedang memasang earphone di telinganya bersiap untuk pergi ke dunia mimpi diiringi musik seperti biasa, menjadi terhenti aktivitasnya karena Reza tiba-tiba memasangkan satu kabel earphone yang dia pegang ke telinga kiri Raya, sedangkan kabel yang lainnya sudah terpasang di telinga kanan Reza.

       Selagi mencari lagu yang pas, Reza bertanya kepada Raya dengan suara yang cukup pelan namun masih dapat didengar oleh wanita itu agar tidak mengganggu yang lainnya.

       "Kenapa kalau mau tidur harus denger lagu, Ray?" tanya Reza yang penasaran karena selama mereka menjadi volunteer tiga tahun belakangan ini, Reza memperhatikan kebiasaan Raya sebelum tidur adalah mendengarkan lagu melalui earphone yang dipasang di telinganya.

       "Enggak tau, kebiasaan aja dari kecil suka dinyanyiin gitu kalau sebelum tidur. Terus pasti kening gue dicium sama nyokap atau bokap pas gue udah mulai tidur," jelas Raya.

       "Udah segede ini masih?" tanya Reza sembari memiringkan wajahnya menghadap Raya kemudian menaikkan satu alisnya.

       "Kadang," jawab Raya mengakui sambil terkekeh kemudian berkata, "terus sekarang keponakan-keponakan gue juga ketularan deh sebelum tidur pasti minta dinyanyiin sama dicium keningnya soalnya Kak Nathia juga nerapin gitu ke anaknya."

       "Kenapa?" tanya Reza, lagi, penasaran.

       "As a prevention from having a nightmare. Tapi beneran loh, gue selalu mimpi indah kalau dicium di sini sebelum tidur," ucap Raya sembari menunjuk ke arah keningnya dengan tangan kanan yang dikeluarkan dari dalam sleeping bag.

       Reza hanya mengangguk dengan senyum tipis yang tersungging di bibirnya mendengar pengakuan Raya yang menjelaskan tradisi keluarganya. Kemudian dia memutuskan untuk memutar lagu The Smiths yang berjudul Asleep dari ponselnya.

       "Denger deh Ray, enak buat jadi lullaby," ucap Reza.

Sing me to sleep
Sing me to sleep
I'm tired and I
I want to go to bed

       "The Smiths?" tanya Raya.

       "Lo tau?" tanya Reza yang sekarang memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Raya.

       Bukannya menjawab, dengan mata yang menatap lurus ke atap tenda, Raya bersenandung pelan, "I was happy in the haze of a drunken hour but heaven knows I'm miserable now~" lalu Reza ikut bersenandung pelan, "I was looking for a job and then I found a job and heaven knows I'm miserable now," sambil terus memperhatikan wajah Raya yang dari samping terlihat banyak rambut yang menjuntai di pipinya, ingin rasanya Reza merapikan dan mengusap pipi wanita yang ada di hadapannya tersebut. Tapi apa daya, Reza masih belum mempunyai cukup keberanian.

       Tiba-tiba Raya memiringkan tubuhnya menghadap Reza, mata mereka bertemu untuk kesekian detik, lalu keduanya secara bersamaan berkata, "Heaven knows I'm miserable now!" diikuti tawa pelan dari mereka berdua yang menyebutkan judul lagu The Smiths yang beberapa waktu lalu mereka berdua senandungkan bersama.

       Tangan kiri Raya kini di tempatkan di bawah kepalanya sebagai sandaran, sedangkan tangan kanannya menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan tawa yang keras supaya tidak berisik dan mengganggu teman-temannya yang mungkin sudah terlelap.

       Merasa diperhatikan akhirnya Raya berhenti tertawa, melepaskan tangan kanan yang menutupi mulutnya, kemudian mengalihkan pandangannya ke wajah Reza yang sangat dekat dengan wajahnya. Meski dengan penerangan yang sangat minim di dalam tenda, Raya dapat melihat ke kedua iris Reza yang kecoklatan sedang memperhatikan Raya dari jarak yang sangat dekat ini.

       Keduanya saling menatap dengan lekat cukup lama, entah apa yang ada di benak keduanya, hingga Reza yang bagai terhipnotis dan tidak tahu mendapatkan keberanian dari mana, mulai mendekatkan wajahnya perlahan—menghapus jarak di antara wajahnya dan Raya.

       Raya merasakan sesuatu yang lembut dan cukup hangat menempel beberapa detik di keningnya. Kemudian Reza menjauhkan wajahnya, sambil tersenyum malu Reza berkata, "As a prevention from having a nightmare. Sweet dreams, Raya." Lalu kembali memutar lagu Asleep dari The Smiths.

Sing me to sleep
Sing me to sleep
I'm tired and I
I want to go to bed

Sing me to sleep
Sing me to sleep
And then leave me alone
Don't try to wake me in the morning
'Cause I will be gone

       Meski lirik lagu mengatakan 'tinggalkan aku sendiri... karena aku akan pergi..' tapi dalam lubuk hati Reza yang terdalam, dia tidak ingin wanita di sampingnya meninggalkannya dan ia juga tidak mempunyai sedikit pun niat untuk pergi dari sisi Raya, agaknya malam ini merupakan malam terbaiknya selama tiga tahun terakhir di hidupnya. Atau, bisa dibilang tujuh tahun terakhir hidupnya? Atau juga sejak saat pertama kali Reza dipertemukan dengan Raya saat mereka duduk di bangku SMA?

       Siapa sangka setelah tujuh tahun, akhirnya Reza dapat dekat dengan Raya seperti ini. Jangankan berharap untuk tidur di sebelah Raya dan mencium keningnya. Berharap untuk mengajaknya mengobrol empat mata saja Reza tidak berani. Yes, he's just a coward when it comes to love. Clueless-silly-shy-stupid-awkward-kind of man.

       Sepertinya Reza akan berterima kasih sekali dengan Jeremy yang mengadakan acara perpisahan ini, sehingga Reza dapat mendekatkan lagi benang merah yang ada di antara Raya dan dirinya.

#######

"No, it's not like any other love. This one is different - because it's us." The Smiths, Hand in Glove.

"I'm not a man you think I am. Give in to lust, give up to lust, oh heaven knows we'll soon be dust. I could have been wild, I could have been free. But, Nature played this trick on me." -The Smiths, Pretty Girls Make Graves.

nnrslnty
29 Jan 2016

LIONHEARTEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang