CHAT ROOM
Naraya Rinjani: Rezaaa, kamu kira-kira kelar wisuda besok jam berapa?
Reza L: Rayaaa, hmm jam 4an sih harusnya udah kelar, kenapa, Ray? Kamu datengkan?
Naraya Rinjani: aku gak tau nih Za bisa dateng apa enggak, soalnya tadi tiba-tiba aku disuruh temenin Mbak Wiwit buat ngurus acara Yayasan besok. Harusnya sama Mbak Nuri, tapi dia cuti hamil... Maaf banget ya Rezaaa :'
Reza L: kamu acaranya sampai
jam brp emang?
Naraya Rinjani: bisa sampai jam 7an gitu :'''
Lima menit kemudian baru Reza membalas.
Reza L: hmm...
Raya menunggu lagi sepuluh menit, berharap Reza membalas dengan kata-kata yang lebih panjang, tidak sekedar 'hmm'.
Hingga menit kelima belas Raya menunggu, Raya mengirim pesan kepada Reza.
Naraya Rinjani: Reza marah ya? Maafin aku ya Zaaa aku gak bisa nolak permintaan Mbak Nuri soalnya...
Sepuluh menit tidak juga ada balasan dari Reza meskipun dia sudah membaca pesan dari Raya.
Naraya Rinjani: Reza jangan marah pleaseee.. hari Minggu kita seharian pergi deeeh... ya ya yaaa...
Lagi-lagi pesan Raya hanya dibaca tanpa dibalas oleh Reza.
Reza cukup kecewa karena bisa dibilang 'hari besarnya', hasil perjuangannya selama empat tahun lebih di perguruan tinggi pada akhirnya terbayarkan juga. Mulai besok akan resmi ada tambahan S.H dibelakang namanya. Tapi Raya---orang yang justru paling diharapkannya datang setelah orang tuanya---malah mendadak berhalang hadir. Saking spesialnya, orang tua Reza juga sudah mereservasi meja untuk empat orang (mereka berdua, Reza dan Raya) di salah satu restoran di hotel berbintang di Jogja agar mereka bisa makan malam merayakan hari kelulusan Reza.
Setelah beberapa menit mempertimbangkan, akhirnya Raya memutuskan untuk menelepon Reza—karena sepertinya akan percuma jika Raya mengirimkan pesan kepada Reza terus-menerus.
Pada dering ketiga akhirnya telepon Raya diangkat oleh Reza.
"Hallo, Za?"
"Hm?"
"Reza jangan marah. Maafin aku, pleaseeee."
"Iya."
"Beneran enggak marah?"
"Hmm."
Raya tidak tahu harus berbuat apa, pasalnya ini baru pertama kalinya Reza bersikap dingin seperti ini.
"Rezaaaa."
"Hmm?"
Raya memutar otak, memilih kata apa yang sekiranya dapat meluluhkan Reza.
"Jangan marah dong, kalau marah gantengnya hilang loh."
"Biarin."
"Kamu lebih ganteng dari Upi beneran!"
"Emang."
"Apa kabar Reza Linggawarman?"
"Biasa aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
LIONHEARTED
Chick-Lit"This is the real life -- we don't always get what we want and the destiny can be so heartless, sometimes." ______ "The hardest part when it comes to love; heart thinks faster than brain." ______ From urbandictionary.com, LIONHEARTED; ...
