January 2017 - A Kiss As a Graduation Gift (2)

2.2K 265 12
                                        

       Sekarang Raya sudah duduk di ayunan yang ada di halaman belakang bersama Reza yang kini mengganti pakaiannya dengan kaus hitam betuliskan; 'THE STROKES' serta celana pendek yang juga berwarna hitam. Mereka berdua sedang menikmati sejuknya angin malam dan kue tiramisu yang tadi Raya bawakan. Sedangkan orang tua Reza sudah masuk ke dalam kamar mereka.

       "Ray," sapa Reza untuk memecah keheningan di antara dirinya dan Raya.

       "Hm?" balas Raya singkat.

       "Makasih ya surprise-nya, it really means a lot!"

       "Iya," ucap Raya tak acuh.

       "Kok kamu jawabnya irit banget sih, Raay?" tanya Reza.

       "Gantian."

       "Yaaah, maafin deh, yayayayaya aku janji deh enggak gitu lagi," ucap Reza memohon sambil menggoyang-goyangkan lengan baju kiri Raya.

       Raya sebenarnya hanya bercanda, Reza tidak tahu kalau Raya sudah menahan tawanya.

       "Hm," gumam Raya, lanjut mengerjai Reza.

       "Semalem emang aku kayak gini ya?" tanya Reza.

       Raya menengok kearah Reza dan berkata, "You don't say!"

       "Maafin, pleaseee. Nanti aku beliin Bakpia Kurnia Sari rasa keju yang banyak deh beneran. Aku ngantri dari jam 7 pagi biar dapet antrian paling depan."

       "Masih ada."

       "Yaaah terus apa dong? Janji beneran aku enggak gitu lagi."

       "Janji apa?"

       "Saya, Reza Linggawarman berjanji tidak akan menjawab singkat-singkat lagi ke Naraya Rinjani," ucap Reza dengan kesungguhan.

       "Janji?" tanya Raya sambil menaikkan jari kelingking tangan kanannya.

       "Janji," jawab Reza sambil menautkan jari kelingking Raya dengan kelingkingnya.

       Diikuti Raya yang tertawa karena berhasil pura-pura marah.

       "Kok ketawa sih, Ray?" tanya Reza yang heran Raya malah tertawa.

       "Habis kamu kayak Riri kalau lagi ngambek."

       "Masa aku disamain kayak anak kecil," protes Reza sambil mendengus pelan, tidak terima disamakan dengan bocah berumur 9 tahun.

       "Orang beneran," balas Raya masih dengan tawanya.

       "Terus kalau Riri ngambek biasanya kamu apain?" tanya Reza.

       "Aku gendong, aku peluk terus aku cium-ciumin," jawab Raya yang memberitahu kebiasaannya jika mengatasi Riri yang sedang merajuk. "Eh, tapi kan kamu berat jadi enggak mungkin aku gendong," ucap Raya cepat melihat senyum jahil yang tiba-tiba terlukis di wajah pria di sebelahnya itu.

       "Kalau peluk atau cium?" tanya Reza dengan senyum jahil serta satu alis yang terangkat. Cheeky.

       "Emang kamu keponakan aku?" balas Raya sambil menjulurkan lidahnya.

LIONHEARTEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang