Hey beautiful readers! Aku membawa chapter baru nih (akhirnya) lol
Wooaaah sangat amat sulit membuat cerita ini karena memang aku masih meraba-raba mau kemana arah cerita ini sebenarnya :')
Anyway, Happy reading! ^^
♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥
Chappie 2: How I Felt About Myself
Aku baru saja memasuki kamar, terdengar Mama memanggilku dan memintaku untuk turun ke bawah. Setelah meletakan tas di atas ranjang, aku segera turun ke bawah.
Aku melihat Mama yang sedang membuat adonan kue. "Ma?"
Mama melihatku lalu tersenyum. "Dandelion sayang, besok kan hari ulang tahun Kakamu. Nah Mama lagi buat adonan kue ulang tahunnya. Apa kamu bisa membantu Mama untuk membuat makan malam, karena Mama ingin menyelesaikan kue ini supaya besok pagi sudah siap."
"Okay Ma." Balasku seraya tersenyum.
Hari ini aku memang tidak bekerja, karena aku hanya bekerja dari hari senin sampai jumat, sedangkan sekarang adalah hari sabtu.
Aku sudah berada di dapur dan aku memutuskan untuk membuat makanan yang simple aja yaitu ayam goreng dan tumis kankung.
Setelah selesai memasak, makanan siap untuk dihidangkan. Aku kembali berjalan mendakati Mama. "Ma, aku udah selesai masak makan malam."
Mama melihatku lalu tersenyum. "Makasih sayang. Ayo panggil Kakamu dan Adikmu untuk makan malam, okay?"
"Okay Ma." Balasku lalu mulai berjalan menaiki tangga.
Aku mengetuk pintu kamar Kak Clover dan terdengar kalau aku dipersilahkan masuk. Aku membuka pintu kamarnya lalu melihatnya sedang teleponan dengan seseorang.
Kak Clover melihatku dengan tatapan bertanya. "Mama meminta kita untuk turun, makan malam udah siap Kak." Aku memberitahunya.
Kak Clover mengangguk. "Okay Deli, Kaka akan segera turun."
Aku berjalan keluar dari kamarnya lalu menuju kamar adikku. Aku mengetuk pintunya dan terdengar kalau dia mempersilahkanku untuk masuk. "Enzo, ayo turun ke bawah untuk makan malam."
"Okay Kak Deli." Balasnya.
Aku kembali turun ke bawah lalu melihat Papa dan Mama sudah duduk di kursi meja makan dan sedang mengobrol. Tak lama, Kak Clover dan Enzo datang bergabung ke meja makan.
Kami semua sedang menikmati makanan, terdengar Enzo bersuara. "Ini bukan Mama yang masak ya?"
Mama melihat Enzo. "Kok kamu bisa bilang gitu?"
"Rasanya beda aja." Jawaban singkat dari Enzo.
"Menurut kamu siapa yang memasak makanan ini?" Mama bertanya pada Enzo.
Enzo berpikir sebentar lalu akhirnya menjawab. "Aku yakin Kak Deli yang masak, karena kalau Mama dan Kak Clover yang masak pasti rasanya akan lebih enak."
Semuanya tertawa kecuali aku yang hanya bisa tersenyum kecil. "Dandelion sayang? Kamu hanya makan sedikit." Papa melihatku khawatir.
Aku melihat Papa lalu mencoba tersenyum. "Deli lagi ga nafsu makan aja, Pa."
"Tuh kan Kak Deli aja ga nafsu sama makanan yang dimasaknya sendiri." Komentar dari Enzo.
"Enzo." Papa menegurnya.
Enzo langsung tertunduk. "Maaf, Pa."
Setelah semuanya sudah selesai makan malam, kami semua memilih duduk bersantai di ruang tengah seraya menonton tv.
KAMU SEDANG MEMBACA
Imperfect
Roman pour AdolescentsCan I ever do anything right? No guy would ever love me. I wasn't worth that much. I wasn't good enough for him or anyone else. Ini cerita mengenai Dandelion so if you already knew her. Let's Check it! ^^
