Ran menutup mata nya. Dia mulai tertidur. Pagi yang cerah. Matahari pagi masuk ke dalam kamar nya. Dia terbangun. Hari ini hari sabtu. Ran bergegas berlari ke kamar mandi. Karena sudah pukul 06.30. Selesai mandi dia memakai baju olahraga. Ya hari ini hanya ada gotong royong di sekolah.
"Rania sayang. Udah selesai? Itu diluar ada Rizky." jelas Mama
"Apa Ma? Rizky? Mau ngapain?" tanya Ran
"Kayak nya mau pergi bareng kamu. Udah sana samperin." celetuk Mama
"Iya Ma, bentar aku mau ngambil tas dulu." jelas Ran
Ran turun ke bawah. Ya kamar Ran terletak di lantai 2. Ran melihat sosok lelaki yang sangat tinggi dan rahang nya yang ringkih. Dia duduk di bangku ruang tamu.
"Udah lama ya?" tanya Ran
"Gak juga. Ini juga baru nyampe." jelas Rizky
"Ah haha, baiklah, kita berangkat yuk." ajak Ran
"Hmm, baiklah." jelas Rizky
Mereka masuk ke dalam mobil Rizky. Rizky mulai menjalankan mobil putih nya. Beberapa menit kemudian. Mereka sampai di gerbang SMA N 10 Jakarta Selatan. Ran turun di gerbang.
"Thanks ya. Aku duluan ke kelas ya." jelas Ran
"Iya, hati-hati." ucap Rizky
"Iya." ucap Ran
Ran berjalan masuk ke gerbang. Sedangkan Rizky memarkirkan mobil nya di tempat parkir. Parkir sekolah nya sedang sepi. Rizky melihat sekilas seseorang memakai jaket hitam. Ketika hendak menutup pintu mobil. Perut Rizky ditusuk dari belakang dengan pisau. Rizky pingsan. Ran yan sudah berjalan beberapa meter. Merasakan sesuatu.
Deg.
Mengapa? Kenapa ini? Apa ada yang terjadi pada Rizky? Ran berbalik. Benar Rizky pingsan. Langsung saja Ran berlari mendekati Rizky.
"Rizky!! Kamu kenapa!!" teriak Ran
"Rizky, bangun, jangan gini, aku takut. Darah?" tanya Ran melihat telapak tangan nya
Ran kaget setengah mati. Ternyata seseorang sudah menusuk Rizky dari belakang. Ran mengambil kunci mobil milik Rizky. Langsung saja mengangkat Rizky. "Uh, kamu berat sekali," keluh Ran. Ran langsung menghidupkan mobil Rizky dan menginjak pedal gas. Pak satpam memanggil Ran. Tetapi Ran tak mengkhawatirkan itu. Setiba di rumah sakit.
"Suster. Suster ada yang sekarat!!" teriak Ran
Suster langsung mendorong tempat berbaring. Suster laki-laki mengangkat Rizky. Suster itu lalu mendorong tempat pembaringan itu. Rizky di bawa ke UGD. Ran panik setengah mati.
"Maaf mba, mba dilarang masuk."
Suster itu menutup pintu itu rapat-rapat. Deg. Ran takut Rizky kenapa-napa. Ntah mengapa Ran takut sekali berada di sini. Sangat takut. Tak ingin mendengar berita buruk yang menimpa Rizky. Ran mondar-mandir kebingungan. Ran mengambil ponsel nya yang ada di saku celana nya. Ran menekan beberapa nomor. Ran menelfon kakak Rizky.
"Halo? Assalamualaikum. Siapa?" tanya nya
"Waalailumsalam. Kak, ini aku Rania." ucap Ran panik
"Rania? Ada apa? Mengapa kamu panik." ucap Kak Zidan
"Kak. Riz.. Rizky, kak." jelasku
"Ada apa? Apa yang terjadi pada Rizky?" tanya Kak Zidan
"Rizky.. Rizky masuk rumah sakit." ungkap Ran
"Apa? Bagaimana bisa Rania??" tanya Kak Zidan
"Rizky, dia di tusuk seseorang dengan pisau ketika hendak menutup pintu mobil." jelas Ran
"Apa kamu tahu siapa yang melakukan nya?" tanya Kak Zidan
"Kak. Kalau aku tahu aku gak bakal panik banget kan." jelas Ran
"Kamu benar. Kamu di rumah sakit mana?" tanya Kak Zidan
"Rumah Sakit Husada Kak." ucap Ran
Ran mematikan ponsel nya. Dia panik.
"Duh, dokter nya mana sih, lama amat." ketus Ran
Dokter itu keluar. Ran langsung menghampiri nya.
"Dok. Bagaimana keadaan teman saya??" tanya Ran penasaran
"Dia tak apa-apa, hanya saja karena luka nya terlalu dalam, dia tak boleh banyak melakukan kegiatan, permisi." ucap Dokter
KAMU SEDANG MEMBACA
This Love * Tahap Perubahan
Teen FictionYou wrapped me in your arms it felt like home.
