Eightteen

50 3 0
                                        

Jatuh cinta begitu mudah.

Tapi,

Untuk menerima sakit hati itu yang begitu sulit.

Arinda💕

_____________________________________

Rania POV

"Sayang, makan dulu ya." bujuk Mama

"Gak mau Ma. Ran gak lapar." ucapku

"Tapi kamu harus makan dulu baru bisa minum obat." ucap Mama

Tok... Tok...

Seseorang mengetuk pintu. Dia masuk ke dalam kamarku. Dia adalah Andre.

"Andre aja yang suapin Ran nya makan tante. Tante lanjutin aja kerja nya." ucap Andre

"Haha, iya makasih Andre." ucap Mama

Mama berjalan keluar kamarku. Andre duduk di sampingku.

"Ran makan dulu ya." ajak Andre

"Gak mau." ucapku

"Maafkan aku. Semua ini karena aku. Kalau bukan karena aku mungkin kamu tidak bakalan sakit seperti ini. Maafkan aku." ucap nya menunduk

"Semua yang sudah terjadi biarkan saja. Aku tak begitu marah dengan takdir. Pergilah ke sekolah. Aku bisa makan sendiri." ucapku

"Tak bisa. Kamu harus makan dulu dan itupun aku yang suapin. Ayolah kalau kamu makan aku akan berangkat ke sekolah." ucap Andre

Aku hanya mengangguk. Andre menyuapi ku. Aku tak tahu niat buruk apa yang akan menimpa ku beberapa hari ke depan. Kesepian. Itu yang aku rasakan. Demam ku masih belum turun. Tiap malam aku mengingau. Menyebut nama nya. "Rizky!"
Andre juga memberikan obat yang harus aku minum. Dia sangat membantu.

"Ya sudah aku sekolah dulu ya. Kamu hati-hati di rumah." ucap Andre

"Iya. Kamu juga." ucapku

Aku memilih untuk tidur. Tubuhku lemas. Dan sangat panas. Aku membuka mata ku. Dan.. Aku melihat semua teman-temanku duduk di sampingku.

"Ran kamu kenapa? Kok bisa seperti ini?" tanya Mia

Dan itu pun tanpa Rizky.

"Haha. Aku hanya demam. Kalian tak perlu khawatir." ucapku dengan suara yang serak

"Tak perlu khawatir kamu bilang? Tensi mu naik bodoh! Demam mu juga tinggi!! Kenapa? Kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Violet

"Bukan apa-apa Vi. Makasih ya kalian udah mampir untuk menjenguk ku." ucapku

"Untuk mu apa yang tidak Ran. Cepat sembuh ya. Kami merindukan mu." ucap Alif

"Iya. Kami merindukan mu." ucap Fadil

"Dimana Rizky?" tanyaku

"Ran? Dia.. Dia tak ingin melihat mu sakit." ucap Mia

"Tak apa. Aku tak bisa memaksakan dia lagi." ucapku tersenyum palsu

"Apa ada pesan Ran? Mungkin aku bisa sampaikan ke Rizky." ucap Alif

"Ada. Mia? Bisa ambilkan amplop yang ada di sana?" tanyaku

"Yang bertumpuk itu?" tanya Mia bingung

Aku mengangguk.

"Berikan semua amplop ini padanya. Aku tak bisa lagi bersama dia kan? Tapi aku ingin. Sekali saja dia melihatku terbaring lemah di sini. Kalau dia masih tak ingin. Apa boleh buat. Aku harus sembuh demi kalian." ucapku

This Love * Tahap PerubahanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang